Senin, 03 Agustus 2015

30 JUTA SEMALAM, PANTASLAH UNTUK JOKOWI

Di Makasar, Jokowi menginap di hotel yang bertarip 30 juta semalam. Mengapa begitu saja diberitakan oleh wartawan? Bukankah Jokowi itu presiden? Bukankah mobilnya saja Limousine? Mana pantas ditidurkan di emperan toko?

Jokowi itu hoginya besar. Dia pantas menikmati kemakmuran setelah jerih-lelahnya menipu sana-sini. Dimulai dari Walikota dengan mobil Esemka, kini berkembang menjadi presiden dengan mobil Limousine. Itu namanya sebuah kemajuan. Jujur saja, siapa sih yang nggak kepingin maju?

Nah, Jokowi sudah jujur; dia ingin maju sekalipun rakyatnya ketinggalan. Dia perlu memajukan dirinya sendiri, bahkan bila perlu dengan memeras keringat rakyatnya. Jokowi memang hebat, bisa demikian maju tanpa prestasi apapun, selain main tipu sana tipu sini.

http://fajar.co.id/ekonomi-bisnis/2015/08/02/kamar-presiden-jokowi-di-clarion-bertarif-rp-30-juta.html




FAJARONLINE, MAKASSAR - Hotel Grand Clarion & Convention Makassar sudah siap menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo bersama rombongan malam ini, Minggu 2 Agustus. Karpet merah sudah terpasang mulai pintu masuk hotel hingga lift. Jokowi bersama istri dijadwalkan menginap di lantai 17, kamar presiden suite.
Vice Manager Hotel Grand Clarion & Convention Makassar, Anggiat Sinaga tidak membantah rencana menginap presiden bersama ibu negara tersebut. Bahkan Anggiat tidak menapik tentang tarif  kamar presiden suite Hotel Grand Clarion mencapai Rp30 juta lebih/malam. “Tarifnya Rp30 juta lebih untuk satu malam,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Sulsel itu.
Presiden Jokowi dalam kunjungan kerjanya di Kota Makassar untuk membuka Muktamar Muhammadiyah ke-47 di lapangan Karebosi Makassar besok, Senin 3 Agustus. Usai membuka muktamar, Jokowi dijadwalkan melepas bahan ekspor Sulsel ke-22 negara di Pelabuhan Peti Kemas Soekarno-Hatta. (jai)
- See more at: http://fajar.co.id/ekonomi-bisnis/2015/08/02/kamar-presiden-jokowi-di-clarion-bertarif-rp-30-juta.html#sthash.DvIggeqw.dpuf
FAJARONLINE, MAKASSAR - Hotel Grand Clarion & Convention Makassar sudah siap menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo bersama rombongan malam ini, Minggu 2 Agustus. Karpet merah sudah terpasang mulai pintu masuk hotel hingga lift. Jokowi bersama istri dijadwalkan menginap di lantai 17, kamar presiden suite.
Vice Manager Hotel Grand Clarion & Convention Makassar, Anggiat Sinaga tidak membantah rencana menginap presiden bersama ibu negara tersebut. Bahkan Anggiat tidak menapik tentang tarif  kamar presiden suite Hotel Grand Clarion mencapai Rp30 juta lebih/malam. “Tarifnya Rp30 juta lebih untuk satu malam,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Sulsel itu.
Presiden Jokowi dalam kunjungan kerjanya di Kota Makassar untuk membuka Muktamar Muhammadiyah ke-47 di lapangan Karebosi Makassar besok, Senin 3 Agustus. Usai membuka muktamar, Jokowi dijadwalkan melepas bahan ekspor Sulsel ke-22 negara di Pelabuhan Peti Kemas Soekarno-Hatta. (jai)

Di Balik Wajah yang Katanya Merakyat

http://www.kompasiana.com/anego/di-balik-wajah-yang-katanya-merakyat_54f7b58fa33311da1e8b4863

Sebagai masyarakat Indonesia tentu sudah mengenal siapa itu Jokowi. Dengan mobil SMK Jokowi mulai dikenal masyarakat. Ia pun dikenal masyarkat luas sebagai walikota solo karena memeperkenalkan mobil SMK. Saat ini pun ia dikenal karena masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta bahkan ia mulai dikenal semakin luas karena diusung oleh salah satu parpol yang ingin menjadikannya Presiden.

Selama ini Jokowi dikenal sebagai pribadi yang merakyat juga bersih (korupsi) dan jauh dari celaan yang menghina dirinya. Sejak mobil SMK diperkenalkan oleh dirinya (salah satunya), popularitasnya sebagai seorang politisi meroket jauh. Yang awalnya hanya seorang walikota di solo, karena popularitasnya Jokowi diusung oleh salah satu Parpol untuk menjadi Gubernur di DKI Jakarta. Dan benar, akibat popularitasnya yang saat itu sedang menanjak, ia berhasil terpilih menjadi seorang Gubernur bagi daerah istimewa ibukota Jakarta padahal saat itu ia masih menjabat sebagai seorang walikota solo. Belum berakhir masa jabatannya sebagai seorang Gubernur Jakarta saat ini, ia sudah diusung salah satu parpol untuk menjadi Presiden.

Apabila kita melihat hal di atas, tentu kita bisa memaknai bagaimana plin-plannya seorang Jokowi dalam memimpin. Belum sempat ia menyelesaikan tugasnya sebagai seorang walikota, ia sudah beralih hati menjadi seorang Gubernur di Jakarta, belum sempat juga jabatannya berakhir sebagai seorang Gubernur, ia sudah menjadikan dirinya sebagai seorang calon Presiden untuk salah satu partai politik. Dapat kita ketahui selama ini, ia diusung sebuah partai politik hanya karena popularitasnya saja bukan karena track recordnya yang bagus. Image dari Jokowi sendiri memang terlihat merakyat dengan kegiatan”blusukannya”, akan tetapi yang menjadi pertanyaan selama ini adalah bagaimana banyaknya wartawan yang meliputnya saat blusukan. seharusnya jika ia ingin melakukan kunjungan ke lapangan ataupun melakukan sidak ke lapangan, tidak banyak media yang tahu. Dengan banyaknya media yang sering meliputnya saat blusukan, malah terkesan sengaja meningkatkan popularitasnya dan hal tersebut juga malah seperti terkesan syuting sinetron tokoh politik. Dengan moral yang kurang baik tersebut (plin-plan), harusnya masyarakat paham apakah ia pantas untuk menjadi seorang pemimpin untuk negara ini, Indonesia.

Banyak masyarakat awam yang tidak tahu bahwa Jokowi adalah seorang pengusaha ekspor-impor. Dari keadaan tersebut, salah satu hal yang ditakutkan jika ia menjadi Presiden adalah apabila demi keuntungan perusahaannya, ia akan mengimpor banyak barang dari luar negeri dan menyebabkan masyarakat menjadi sengsara dan menderita.

Masyarakat seharusnya sadar dan jeli melihat sosok Jokowi maupun tokoh lainnya yang nantinya akan dijadikan pemimpin Indonesia dan tidak hanya melihat dari sisi luar seseorang saja.

Tidak ada komentar: