Selasa, 18 Agustus 2015

AHOK HARUS MEMBUAT MUSEUM MOBIL

Namanya juga zaman edan. Kalau dulu museum itu tempat untuk menyimpan benda-benda kuno, tapi tuntutan zaman menuntut diberdirikannya museum untuk mobil-mobil keluaran terbaru. Sebab jalan-jalan di Jakarta ini sudah tak sanggup memuat mobil dan motor yang setiap tahunnya bertambah-tambah. Makin hari makin parah macetnya. Gubernur Ahok yang gendeng harus mengeluarkan peraturan yang gendeng-gendengan, yakni melarang kendaraan roda 4 melintasi jalan-jalan protokol, termasuk mobil Limousine-nya presiden edan Jokowi. Dengan aturan itu nantinya, jika jalan-jalan itu hanya dilalui truk tronton pasti tidak akan terjadi kemacetan.

Bagaimana tidak gendeng jika pabrik-pabrik mobil dan motor baru selalu dibangun, diperluas dan ditingkatkan kapasitas produksinya, penjualan dibuat semakin ringan syarat-syaratnya supaya para pedagang asongan bisa mencicil mobil, sementara lambat sekali penambahan ruas jalannya. Maka mau tak mau belilah mobil tapi naiklah bus Transjakarta. Mobilnya simpan di museum saja. Supaya kalau terjadi kebakaran yang terbakar bus-nya Ahok itu.

Tidak ada komentar: