Kamis, 20 Agustus 2015

AMBISI YANG NABRAK-NABRAK

Maksud hati memeluk gunung apa daya bisanya memeluk guling? Mengatasi merosotnya kurs rupiah terhadap dolar saja tak becus, tapi sudah memulangkan TKI yang bekerja di luar negeri, melenyapkan bandar-bandar narkoba dengan hukuman mati, menenggelamkan kapal, membangun ini dan itu, bahkan hendak membangun pembangkit listrik berkapasitas 35.000 megawatt. Maka lengkaplah gelar tukang ngibul buat Jokowi yang pandai berjanji pandai pula mengingkarinya.

Jokowi Punya Mega Proyek Listrik 35.000 MW, Butuh Rp 1.189 Triliun

http://finance.detik.com/read/2015/06/23/121734/2949808/1034/jokowi-punya-mega-proyek-listrik-35000-mw-butuh-rp-1189-triliun

Jakarta -Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya proyek yang dianggap sebagian kalangan terlalu ambisius, yakni membangun pembangkit sebanyak 35.000 megawatt (MW) dalam 5 tahun.

Mengapa dianggap ambisius? Pasalnya, selama Indonesia merdeka atau sampai saat ini, Indonesia baru memiliki kapasitas listrik total sekitar 55.000 MW.

Bahkan bila berkaca pada proyek-proyek listrik seperti Fast Track Program (FTP) 10.000 MW Tahap I saja yang dimulai pada 2006. Berdasarkan data Kementerian ESDM yang dikutip detikFinance, Selasa (23/6/2015), baru selesai sebanyak 7.401 MW. Masih sekitar 2.406 MW yang dalam proses pembangunan, dan 120 MW masih terkendala.

Ditargetkan seluruh proyek FTP I 10.000 MW baru selesai pada 2016. Artinya untuk menyelesaikan 10.000 MW Tahap I saja butuh waktu hampir 11 tahun.

Ini belum lagi program FTP 10.000 MW Tahap II yang dimulai 2010 lalu, saat ini yang sudah selesai baru 55 MW.

Apalagi, dana yang dibutuhkan untuk mega proyek 35.000 MW ditaksir mencapai 1.189 triliun.

Dari dana sebanyak itu, dibagi dua antara PT PLN (Persero) dan pihak swasta atau Independen Power Producers (IPP). Di mana PLN harus bisa menyiapkan dana sedikitnya Rp 609 triliun, sedangkan pihak IPP ditargetkan punya dana sekitar Rp 580 triliun.

Mungkinkah proyek 35.000 MW ini selesai dalam 5 tahun ke depan?

Jokowi sendiri menegaskan, bahwa proyek 35.000 MW ini bukan ambisius, namun bisa dicapai di masa 5 tahun pemerintahannya.

 

Tidak ada komentar: