Senin, 31 Agustus 2015

APAKAH HENDROPRIYONO SUDAH PUNYA JABATAN?

Apakah Hendropriyono sudah punya jabatan? Apakah anaknya sudah mempunyai pekerjaan yang mapan? Apakah menantunya sudah mendapatkan bagian? Apakah Sutiyoso sudah kebagian rejeki? Apakah orang-orang yang berjasa sudah dikasih imbalan? Bagaimana dengan Luhut Panjaitan, apakah sudah dikasih porsi yang terbesar, 2 piring nasi? Itulah yang pertama-tama menjadi pikiran Jokowi setelah menjadi presiden. Dan untuk merealisasikannya Jokowi tidak ambil pusing apakah itu akan melukai hati rakyat pemilihnya.

Jokowi lebih suka melihat Budi Gunawan yang koruptor itu menjadi Kapolri dari pada memikirkan apa akibatnya jika harga BBM dinaikkan, apabila bantuan untuk rakyat itu ditiadakan. Jokowi telah berlaku seperti penumpang yang melupakan sopir Angkotnya. Begitu turun dari Angkot, bayar ongkos, lalu bergembiralah dia dengan anak cucunya. Begitulah Jokowi setelah menjadi presiden melupakan rakyat pemilihnya dan bergembira dengan kroni-kroninya.

Pantas saja jika Cita Citata kesakitan: "sakitnya tuh di sini......"

Dubes-dubes lawas, dari SBY disingkirkannya digantikan dengan konco-konconya.

Calon Dubes Banyak Dari Partai Pendukung Jokowi


http://www.gatra.com/politik-1/163094-calon-dubes-banyak-dari-partai-pendukung-jokowi.html

Jakarta, GATRAnews-Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menempatkan beberapa nama untuk penempatan sebagai calon duta besar (Dubes). Nama-nama tersebut umumnya berasal dari kader PDI Perjuangan.

Menurut politisi PDI Perjuangan, Tubagus Hasanuddin, hal tersebut bukanlah masalah. Sebab, dubes harus punya pengetahuan tentang Indonesia sehingga bisa menjelaskan kepada rakyat dan pemerintah negara dia ditempatkan.

"Apakah itu dari karier dan nonkarier, kompetensi yang paling penting. Dia mau dari patai, nonpartai, mantan dirjen kemenlu tidak masalah," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (31/8).

Anggota Komisi I DPR RI ini menambahkan, selain punya pengetahuan, seorang dubes harus dapat mengupayakan keuntungan yang bisa didapat bagi kepentingan nasional Indonesia.

Meski demikian, Komisi I juga belum tentu meloloskan calon dubes yang berasal dari partai pendukung Jokowi. Pasalnya, masih ada proses uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper) yang harus mereka lalui.

"Kita cek kompetensinya. Meski dari karier kalau tidak ada kompetensi tidak usah. Kalau nonkarier bagus tidak apa-apa, kita rekomendasikan," tegas Tubagus.

Diketahui, Komisi I DPR bakal melakukan uji kelayakan dan kepatutan calon dubes pada awal September 2015 ini. Meski belum diketahui kepastian tanggalnya.

Berikut nama dan negara/pos penempatan calon dubes RI yang telah diajukan Presiden Jokowi kepada DPR:

1. Hasan Bagis, Abu Dhabi, Uni Arab Emirat
2. Safira Machrusah, Aljir, Aljazair
3. Bambang Antarikso, Baghdad, Irak
4. Husnan Bey Fananie, Baku, Azerbaijan
5. Ahmad Rusdi, Bangkok, Thailand
6. Yuri Octavian Thamrin, Brussel, Belgia, merangkap Keharyapatihan Luxemburg dan Uni Eropa
7. Helmy Fauzi, Kairo, Mesir
8. Mayjen TNI (Purn) Mochammad Luthfie Wittoeng, Caracas, Venezuela
9. Mansyur Pangeran, Dakkar, Senegal
10. I Gusti Agung Wesaka Puja, Den Haag, Belanda merangkap Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW)
11. Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi, Doha, Qatar
12. Ibnu Hadi, Hanoi, Vietnam
13. Alfred Tanduk Palembangan, Havana, Kuba
14. Wiwiek Setyawati Firman, Helsinski, Finlandia
15. Iwan Suyudhie Amri, Islamabad, Pakistan
16. Muhammad Ibnu Said, Copenhagen, Denmark
17. Rizal Sukma, London, Inggris merangkap Republik Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional (IMO)
18. Tito Dos Santos Baptista, Maputo, Mozambik
19. Mohammad Wahid Supriyadi, Moskow, Rusia
20. Musthofa Taufik Abdul Latif, Muscat, Oman
21. R. Soehardjono Sastromihardjo, Nairobi, Kenya
22. Marsekal Madya TNI (Purn) Budhy Santoso, Panama City, Panama
23. Dian Triansyah Djani, New York untuk Wakil Tetap Indonesia di PBB
24. Diennaryati Tjokrisuprihatono, Quito, Ekuador
25. Agus Maftuh Abegebriel, Riyadh, Arab Saudi
26. Amelia Achmad Yani, Sarajevo, Bosnia-Herzegovina
27. I Gede Ngurah Swajaya, Singapura
28. Sri Astari Rasjid, Sofia, Bulgaria
29. R. Bagas Hapsoro, Stockholm, Swedia
30. Octaviano Alimudin, Teheran, Iran
31. Antonius Agus Sriyono, Vatikan
32. Eddy Basuki, Windhoek, Namibia
33. Alexander Litaay, Zagreb, Kroasia

Tidak ada komentar: