Senin, 31 Agustus 2015

BAGUS, WARNING UNTUK JOKOWI

Kalau saya mau beli mobil, saya pasti pilih-pilih mobil. Tapi kalau saya mau pergi ke pasar naik Angkot, maka saya tak perlu pilih-pilih Angkot. Angkot yang mana saja akan saya naiki, sebab tujuan saya adalah ke pasar bukan beli mobil. Demikian pula dengan tujuan saya melawan pemerintahan Jokowi, saya tak perhitungkan lagi golongan apa dan golongan mana yang memerangi Jokowi. Saya tak peduli apakah golongan itu benar atau salah, apakah itu FPI atau PKI. Karena itu jika golongan buruh bisa meletupkan perang nasional, saya akan bergabung!

Sesuai dengan amanah TUHAN YESUS, saya harus membela golongan yang lemah, fakir miskin dan orang-orang yang tertindas, maka saya serahkan jiwa saya kepada Firman itu. Dan perjuangan saya hanya sebatas menumbangkan pemerintahan Jokowi saja. Sebab saya yang mendukungnya menjadi presiden, maka saya bertanggungjawab untuk menurunkannya. Selanjutnya saya akan cuci tangan dari segala urusan keduniawian. Saya takkan masuk lagi mencampuri masalah pemerintahan, entah lebih baik ataupun lebih buruk.

G A N Y A N G  J O K O W I!


B A D U T

Demo Buruh Besar-Besaran,Warning untuk Jokowi

http://news.okezone.com/read/2015/09/01/337/1205931/demo-buruh-besar-besaran-warning-untuk-jokowi

JAKARTA - Ribuan buruh akan melakukan demonstrasi besar-besaran pada hari ini, Selasa 1 September 2015 di DKI Jakarta. Mereka akan menyuarakan sepuluh tuntutan yang di antaranya menolak pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pelemahan rupiah dan kenaikan upah minimum.
Psikolog Politik dari Universitas Indonesia (UI) Dewi Haroen menanggap, demonstrasi besar-besaran itu adalah warning atau lampu hijau bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Itu warning, jangan tenang saja, enggak cukup dengan retorika," ungkap Dewi kepada Okezone, di Jakarta, Senin (31/8/2015).
Pelemahan rupiah, lanjutnya, berdampak nyata bagi buruh. Banyak perusahaan yang kemudian memangkas pengeluaran dengan mendepak pekerja-pekerjanya.
"Paling terkena itu buruh. Ini bukan hal enteng, bukan main-main. Karena kondisi banyak PHK, barang naik makanya sudah warning, lampu kuning untuk pemerintahan Jokowi, jangan lagi retorika, harus betul-betul konsentrasi kerja," tegasnya.
 Peringatan Hari Buruh Sedunia
Adapun sepuluh tuntutan buruh itu adalah:
1. Turunkan harga bahan bakar minyak dan sembilan bahan makanan pokok.
2. Tolak pemutusan hubungan kerja akibat pelemahan rupiah dan perlambatan ekonomi.
3. Tolak pekerja asing atau mewajibkan pekerja asing berbahasa Indonesia.
4. Perbaiki layanan kesehatan.
5. Naikkan upah minimum 22 persen.
6. Angkat pekerja kontrak dan outsourcing jadi karyawan tetap dan guru honorer jadi pegawai negeri sipil.
7. Revisi peraturan pemerintah jaminan pensiun setara dengan PNS
8. Bubarkan Pengadilan Hubungan Industrial.
9. Pidanakan perusahaan pelanggar keselamatan dan kesehatan kerja.
10. Sahkan Rancangan Undang-Undang Pembantu Rumah Tangga. (day)

Tidak ada komentar: