Jumat, 28 Agustus 2015

BANGSA BERPRESTASI, BUKAN SEKEDAR PENONTON

Kata Jokowi tentang bangsa yang berprestasi:

Sepakbola, sebagai olahraga yg paling populer hanya mampu menjadikan kita bangsa penonton.
Stadion selalu penuh terisi, tayangan sepakbola internasional ramai ditonton disana-sini.
Tapi, kok lemari prestasi kita minim diisi...?

Namun, harapan mulai dinyalakan.
Sekelompok anak muda yang dikumpulkan dengan cara tak biasa, lalu dilatih dengan disiplin dan cara yang inovatif. Tim Nasional U 19 mampu membuat kita kembali menegakkan kepala. Meski saat ini masih di tingkat regional tapi siapa tahu kedepannya akan berbicara secara internasional.


Ini adalah inspirasi bagi kita semua!
Bahwa suatu saat nanti kita bukan bangsa penonton.
Bahwa prestasi negara kita bisa sejajar dengan negara-negara yang biasanya hanya kita tonton saja.



Lucu juga jika sepakbola atau olahraga yang hendak anda kedepankan. Mengapa bukan soal ekonomi atau pangan yang menyangkut kehidupan bangsa ini? Kita tanpa prestasi olahraga masih bisa hidup. Tapi dengan ekonomi dan pangan yang tidak jelas, kita bisa mati kelaparan. Soal olahraga biarlah dimasyarakatkan saja supaya masyarakat sehat. Yang kita butuhkan dari olahraga adalah kesehatan bukan piala. Sebab piala hanya dinikmati oleh pemainnya saja, sedangkan kesehatan dibutuhkan semua orang, baik pemain maupun penontonnya.

Kalau Indonesia butuh nama yang terkenal, biarlah itu dari keadilan, kejujuran dan penegakan hukumnya, bukan dari bulutangkis atau sepakbolanya.

Salah alamat. Anda kesasar, Jokowi!

Tidak ada komentar: