Kamis, 13 Agustus 2015

Begini Hitung-hitungan Pendapatan Driver Gojek

http://news.metrotvnews.com/read/2015/06/30/141851/begini-hitung-hitungan-pendapatan-driver-gojek

Metrotvnews.com, Jakarta: Popularitas Gojek yang di atas awan tak terlepas dari iming-iming penghasilan yang mengikutinya. Tak hanya tukang ojek biasa, ibu rumah tangga, mahasiswa bahkan pegawai swasta ikut nyemplung jadi driver Gojek.

Lantas bagaimana mereka bisa mendapat penghasilan sedemikian fantastis? Mansyur (40) warga Senen menjelaskan soal pembagian hasilnya kepada Metrotvnews.com saat ditemui di Jalan Bangka Raya, Jakarta Selatan.

"Jadi pembagiannya 20/80. Kalau ada orderan misalnya harganya 100 ribu, 20 buat kantor, 80 buat kita. Jadi kita tetap dapet lebih banyak," kata Mansyur, Senin (29/6/2015).

Kemudian, untuk meningkatkan giat driver mengambil pelanggan, perusahaan Gojek memberikan perlakuan khusus bagi drivernya. Salah satu caranya dengan memberikan reward bagi mereka yang sering membawa pelanggan.

"Dikasih bonus juga, kalau dalam satu hari bawa pelanggan 10 kali jauh dekat dapat tambahan Rp100 ribu. Jadi buat memacu kita juga," bebernya.

Mansyur menyebut, pernah ada driver yang bisa mencapai Rp1 juta dalam sehari. Driver itu mendapat bonus yang besar dari perusahaan.

"Pernah ada di rangking, kita tahu rangking setiap hari ada yang dapat Rp1 juta sehari dan dapat bonus. Bahkan katanya jadi modal buka usaha," ucapnya.

Sementara itu, bagi pelanggan yang memakai sistem kredit, pencairan dapat dilakukan menggunakan atm yang bekerjasama dengan Gojek. Tak heran dengan sistem seperti ini rata-rata driver Ho-jek mendapatkan penghasilan sebesar Rp200 ribu- Rp500 ribu perhari.

Kendati demikian, kini perusahaan Gojek sudah mulai memperketat sistem pengawasan bagi drivernya. Mansyur bilang, banyak Gojek yang kini sudah dipecat karena tak sesuai aturan.

"Ada yang mainin argo, enggak pakai jaket, keluar track. Jadi dilapor sama customer. Sekali dua kali enggak apa-apa. Ketiga kali baru dipecat kemarin," tutupnya.


Berharap Banyak pada Aplikasi Go-Jek

 http://news.metrotvnews.com/read/2015/08/13/420913/berharap-banyak-pada-aplikasi-go-jek

Metrotvnews.com, Jakarta: Irwandi, 41, berharap banyak pada pekerjaan barunya menjadi driver Go-Jek. Ia menjadi pengojek demi mewujudkan mimpinya membeli rumah.

Irwandi, 41, merupakan petugas keamanan di salah satu perusahaan swasta di Jakarta. Meski sudah memiliki pekerjaan tetap, Irwandi tetap memutuskan mendaftar sebagai driver Go-Jek bersama ribuan pendaftar lain di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

"Lumayan, nambah penghasilan. Saya kerjaan cuma jadi security. Makanya saya daftar," kata Irwandi kepada Metrotvnews.com di Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2015).

Meski menjadi driver Go-jek, Irwandi tetap mempertahankan pekerjaan lamanya. Dia berinisiatif membagi jam kerjanya. "Saya kalau kerja, dua hari masuk pagi dua hari masuk malam. Nah kalau masuk malam kan paginya enggak kerja sama sekali. Bisa buat ngojek," ujarnya.

Irwandi mendapat info Go-jek dari temannya. Sebelumnya, teman itu sudah beli motor baru hasil menjadi driver selama tiga bulan. "Saya kaget bisa beli motor, wah berarti benar seperti yang dibilang. Jadinya saya berani daftar," ungkapnya.

Irwandi hanya berharap, mimpinya beserta istri untuk memiliki rumah bisa terwujud. Sebab, 15 tahun berumah tangga, dia masih tinggal di kontrakan.

"Harus kerja keras dan enggak muluk-muluk, pengen ngumpulin uang buat cicil rumah untuk anak dan istri saya," katanya 


Rela Tinggalkan Usaha demi 12 Juta per Bulan

 http://news.metrotvnews.com/read/2015/08/13/420912/rela-tinggalkan-usaha-demi-12-juta-per-bulan

Metrotvnews.com, Jakarta: Penghasilan menggiurkan masih menjadi faktor utama aplikasi Go-Jek diserbu warga. Salah satunya Nadira. Wanita berumur 25 tahun ini meninggalkan usahanya untuk menjadi seorang driver Go-jek.

Kepada Metrotvnews.com, Nadira bercerita, awal mula dia tertarik menjadi driver Go-Jek. Sebelumnya ia hanya menyalurkan hobi berkendara dan menjadikan Go-Jek sebagai pekerjaan sampingan

"Hobby sih, iseng aja awalnya. Saya suka antar-teman ke mana-mana. Eh, ke sini makin keterusan. Ada ikut klub motor juga," kata Nadira di depan Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan, Kamis (13/4/2015).

Karena keterusan, Nadira memutuskan, fokus mengojek. Menurut dia, bekerja sambil menyalurkan hobi adalah jalan terbaik menikmati pekerjaan.

"Lama-lama enak. Sekarang sudah bisa menikmati. Bedanya kalau antarteman enggak dibayar. Ini kita dibayar itu saja," akunya sambil tertawa.

Hobinya berkendara itu berbuah manis. Mulai ngojek awal 7 Juli lalu, kini dia mengaku, sudah mendapatkan uang belasan juta rupiah. Uang itu diakuinya sebagai nilai bersih yang dia terima.

"Kalau mau jujur-jujuran sudah dapat Rp12 juta per bulan. Sudah bersih, saya makan di mal, bensin pake yang mahal, biar enak tarikannya," ujar lulusan Universitas Budi Luhur itu.

Seperti diketahui, perusahaan perangkat lunak Go-jek sedang membuka pendaftaran besar-besaran di kawasan Gelora Bung Karno. Pendaftaran sudah dimulai sejak tanggal 11 Agustus hingga 1 September mendatang. 

Tidak ada komentar: