Kamis, 27 Agustus 2015

BELUM PERLU MENANAM DI PASIR - 2

Pak Sonny;

Ada kesehatan besar pd argumentasi pak ini. Pak terlalu pede bilang di swasta korupsi itu tdk ada. Padahal sebaliknya. Korupsi di swasta itu lebih gilakk pak!!!

Mental korup mereka itu yg mempengaruhi para birokrat.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Ada beda sifat, pak, antara korup birokrat dengan swasta. Kalau di swasta tidak sampai membentuk jaringan, sedangkan kalau birokrat sudah membentuk jaringan, sehingga korupsi menjadi semacam keharusan. Mulai dari masuk menjadi pegawai negeri saja sudah dihadang uang sogok. Di masalah ini saja konsepnya berjenjang, mulai dari bawahan hingga ke pemimpinan. Ada system setoran. Bawahan harus setor sekian ke atasan, atasan ke atasannya lagi. Membentuk mata rantai, pak.

Mau naik pangkat? Ada jaringannya lagi. Hampir semua urusan/keperluan adalah uang. Karena itu malaikat dan tuhanpun kalau sampai menjadi pegawai negeri akan terpaksa melakukan korupsi. Ini bukan soal kebobrokan mental, tapi soal tekanan dari atas. Atasan itulah preman atau sumbernya. Sebagai bawahan bisa apa? Kecuali siap dipinggirkan ke bagian main pingpong atau main catur atau main kartu remi.

Polisi lalu lintas yang bawa mobil patroli, itu setoran, pak. Karena itu mereka ngawur main tilangnya.

Tidak ada komentar: