Sabtu, 01 Agustus 2015

BENARKAH KAMU ADALAH JODOHKU?

Kata orang, jodoh di tangan TUHAN. Sedangkan kata si Umar, Siti adalah jodohnya. Tapi kalau kita mencari kata-kata: "jodoh" di Alkitab, tak ada. Gimana ini?! TUHAN tak pernah mengakui kalau perjodohan suami-istri itu DIA yang membuat. Di Alkitab, TUHAN tak pernah memasangkan laki-laki dan perempuan sebagai pasangan suami-istri, kecuali Adam dan Hawa. Sedangkan perkawinan Ishak dengan Ribka terjadi adalah atas doa/permintaan Abraham. Karena Abraham meminta kepada TUHAN barulah TUHAN bekerja memilihkan Ribka untuk menjadi istri Ishak.

Kisah-kisah perkawinan di Alkitab umumnya sebagaimana perkawinan nenek-moyang kita, yakni dijodohkan oleh orangtuanya. Orangtuanya yang memilihkan jodoh untuk anaknya, bukan TUHAN. Bahkan Esau, kakaknya Yakub, tidak disukai oleh orangtuanya[Ishak-Ribka] karena dia mengambil istri orang Mesir. Jadi, Esau memilih jodohnya sendiri. Yakub juga memilih jodohnya sendiri. Dari 2 istrinya, yang seorang pilihannya sendiri, sedangkan yang seorang pemberian mertuanya.

Di zaman itu banyak orang menjalani perkawinan poligami dan memelihara gundik-gundik. Jarang ada perkawinan monogami. Jadi, semakin sulitlah untuk mengatakan jodoh itu di tangan TUHAN. Sebab kalau perjodohan itu harusnya sepasangan saja; seorang laki-laki untuk seorang perempuan, barulah itu disebut sejodoh. Tapi kalau setelah istrinya mati, si laki-laki kawin lagi, itu sudah tidak masuk dalam konsep perjodohan. Kalau perjodohan itu harus sehidup-semati.

Jadi, kalau ada orang berkata: "Dinda, kamu adalah jodohku, belahan jiwaku........" rasanya itu banyak mengandung gombalnya. Kecuali jodohku diartikan sebagai pilihanku, bukan sebagai takdir TUHAN.

Lebih-lebih di zaman sekarang ini banyak Hansip dan biro-biro jodoh serta Facebook - media sosial yang berperanan menjodohkan orang. Karena berbuat mesum dan diketahui orang sekampung, maka akhirnya pasangan mesum itu dipaksa kawin. Itu jodoh di tangan Hansip namanya. Ada yang jodoh karena SMS, Facebook, dan lain-lainnya. Ada yang karena faktor kekayaan atau kedudukan, ketampanan atau kecantikan, dikawinkan karena hamil diluar nikah, dan lain-lainnya. Bahkan ada yang mengawini pelacur. Masakan semua itu dari TUHAN? Jelas tidak benar kalau jodoh itu di tangan TUHAN.

Pasangan kita adalah dari faktor-faktor di atas, bukan dari TUHAN. Kecuali kita memintanya secara khusus pada TUHAN dan ada tanda-tanda keajaibannya, barulah itu yang benar-benar berasal dari TUHAN.

Sekarang bagaimana dengan perasaan cinta. Apakah yang disebut cinta itu? Hati yang berdebar-debar? Itu tandanya hawa nafsu, bukan cinta! Setiap laki-laki ketemu perempuan atau setiap perempuan ketemu laki-laki, ya pasti timbul hati yang berdebar-debar. Semakin nafsu/tertarik pasti semakin berdebar-debar. Itu tandanya seksual kita normal.

Atau yang wajahnya terbayang-bayang? Ya, karena tertarik sekali dan belum kenyataan, maka timbulnya dibayangan-bayangan. Coba kalau sudah kawin, apakah masih terbayang-bayang? Coba pula dengan orang lain yang sama-sama menariknya, apa tidak muncul hal yang sama?! Jadi, apakah itu yang disebut cinta?

Atau karena adanya rasa cemburu ketika pasangan kita berdekatan dengan orang lain? Coba bayangkan ketika ayah atau ibu kita lebih perhatian terhadap kakak atau adik kita, tidakkah muncul perasaan yang sama juga, yaitu cemburu?! Jadi, cemburu itu terjadi karena keinginan kita untuk menguasai seseorang tidak terpenuhi.

Atau tentang kerelaan berkorban tanpa pamrih? Itu nggak ada! Rela melihat pacarnya kawin dengan orang lain? Itu nggak ada, atau belum ada! TUHAN saja yang kasihnya disebut Agape[kata orang tanpa pamrih], nyatanya TUHAN berpamrih. Coba saja; TUHAN mengasihi kita tapi kita tak mengasihiNYA, apakah kita masih diselamatkanNYA?! Mana ayatnya?!

Anda takabur jika membayangkan TUHAN tetap mengasihi anda walaupun anda berdosa. Itu adalah impian anda, suatu harapan supaya sekalipun anda masih menyukai dosa, TUHAN masih menyukai anda. Itu sangat tak mungkin. Sebab TUHAN mensyaratkan: jangan berbuat dosa. Seluruh Alkitab mengajarkan larangan berbuat dosa. TUHAN itu panjang sabar, bukan sabar terus tanpa batas. Hitungan kesabaran TUHAN adalah 70 x 7 = 490 kali. Untuk satu jenis dosa kita disediakan waktu 490 kali pengampunan. Artinya, sepanjang umur hidup kita masih disediakan pengampunan sampai kita bertobat total.

Kita harus mempunyai upaya untuk bertobat, bukannya membiar-biarkan dosa. Dosa harus merupakan kebencian kita, bukan kesenangan kita.

Jadi, selama seorang laki-laki masih berselera terhadap perempuan, atau perempuan berselera terhadap laki-laki, itu artinya masih ada persediaan cinta. Cintanya belum habis oleh seseorang saja, melainkan masih mungkin untuk mencintai orang lainnya. Kecuali laki-laki sudah menjadi homoseks atau perempuan sudah menjadi lesbian, maka cintanya memang sudah benar-benar habis. Karena itu jangan sampai semangat hidup anda dihanguskan oleh sebab mencintai satu orang saja. Anda harus mempunyai cinta alternatif, yaitu jika tak bisa mendapatkan Siti, carilah Sri. Luputnya Sri masih ada Tutik. Di luar masih banyak laki-laki tersedia untuk perempuan, dan banyak perempuan tersedia bagi laki-laki. Dunia bukanlah seluas daun kelor. Jangan picik!

Jikapun pacarmu itu orang yang terhebat tiada bandingannya, orang lain yang tidak hebat masih bisa ditempa untuk dihebatkan. Dunia belum berhenti oleh sebab satu orang saja. Kenakanlah logika yang paling baik.

Tidak ada komentar: