Minggu, 23 Agustus 2015

Benarkah Penggusuran Kampung Pulo Jamin Jakarta Bebas Banjir?

http://megapolitan.kompas.com/read/2015/08/22/12594501/Benarkah.Penggusuran.Kampung.Pulo.Jamin.Jakarta.Bebas.Banjir.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggusuran pemukiman warga Kampung Pulo sebagai bagian dari program normalisasi Sungai Ciliwung, dianggap tak akan berpengaruh terhadap pengurangan banjir di Ibu Kota. Sebab, banjir yang rutin terjadi di Jakarta dinilai bukan disebabkan karena menyempitnya aliran sungai, tetapi eksploitasi air tanah secara berlebihan yang menyebabkan penurunan tanah. 

Direktur Pusat Studi Perkotaan Ruang Jakarta Marco Kusumawijaya mengatakan, saat ini penurunan tanah di Jakarta rata-rata mencapai 3-15 centimeter per tahun. 

Ia menyebut di beberapa tempat bahkan sudah ada yang mencapai 15 centimeter. "Di sisi lain kenaikan muka air laut yang disebabkan climate change 6 milimeter per tahun. Inilah penyebab banjir yang utama di Jakarta," kata dia melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (22/8/2015). 

Menurut Marco, saat ini hal paling utama yang harus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah mengendalikan eksploitasi air tanah. Caranya dengan mengembangkan sistem drainase untuk memasok air dengan volume dua kali lipat. 

Ia menilai tanpa berupaya menyetop eksploitasi air tanah, kegiatan pengerukan dan normalisasi kali hanya akan menjadi proyek sia-sia tanpa manfaat. 

"Apalagi bila tujuannya hanya untuk membangun taman-taman indah. Taman-taman indah tidak akan membantu resapan air di daerah perkotaan yang sangat cepat. Proyek-proyek seperti itu hanya penipuan dan gimmick semata," ujar dia.

Tidak ada komentar: