Minggu, 09 Agustus 2015

BERHENTI MENULIS - 3

Pak Sonny;

Tuhan sudah utus malaikatnya yg bernama BPJS pak hahahaha....

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

BPJS itu bukan Sinterklas, pak, tapi murni perhitungan bisnis. Orang yang sakit memang diuntungkan. Yang dirugikan adalah orang yang sehat. Sebab orang sehat itulah yang membiayai orang yang sakit. Baik orang sakit maupun orang sehat itu disebut golongan masyarakat, sedangkan pemerintah adalah penyelenggaranya. Golongan masyarakat BELUM TENTU untung tapi pemerintah PASTI UNTUNG.

Puji TUHAN saya mungkin tak bisa menjadi peserta BPJS, sehingga harga diri dan kehormatan saya terjaga, bukan termasuk orang-orang yang dijadikan bahan mainan pemerintah.

Saya mau masuk BPJS dan kehormatan saya terjaga jika tidak ada pungutan iuran, melainkan dananya dari APBN sehingga tampak pemerintah melakukan tanggungjawabnya, bukan mengesankan mempermainkan rakyatnya seperti sekarang ini. Saya bukan berat iurannya, tapi berat harga diri ini dijadikan mainan orang.

TUHAN akan menuntut pertanggungjawaban setiap umatNYA yang menggadaikan nilai-nilai atau martabat kemanusiaannya hanya demi kehidupan di dunia yang semu ini. Dan saya tidak termasuk golongan orang-orang yang tak berharga diri tersebut. Lebih baik mati sebagai manusia daripada hidup sebagai kehilangan kemanusiaannya.

TUHAN akan berkata: "Hai Rudyanto, otak kamu di mana sehingga mau-maunya kamu dijadikan mainan orang?"

Sebab sebagai hamba TUHAN harusnya kitalah yang mengemudikan orang, bukannya kita yang dikemudikan orang. Itulah sebabnya saya tak ragu-ragu untuk memaki Jokowi sekalipun ia seorang presiden. Sebab moralnya sudah bobrok! Dengan kedudukannya dia mempermainkan rakyatnya.

Tidak ada komentar: