Minggu, 02 Agustus 2015

BERPACARAN BEDA AGAMA - ITU SAYA DUKUNG

Anda pacaran dengan orang yang beda agama? Itu saya dukung. Bahkan Alkitabpun mendukung 100%. Tapi perbedaan agama itu harus diselesaikan, bukan dibawa masuk ke perkawinan. Itu harus menjadi moment atau kesempatan emas bagi anda dan pasangan anda untuk mendalami hal ikhwal agama masing-masing. Suatu kesempatan untuk menggali kebenarannya, supaya anda jangan menerima agama warisan, melainkan meyakini agama berdasarkan penerimaan anda.

Matius 6:33       Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka 
                     semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Pacaran beda agama mau tak mau mengingatkan anda tentang adanya agama lain, selain dari agama yang anda yakini. Harus timbul pertanyaan: mengapa saya beragama ini, mengapa dia beragama itu? Saya merasa agama saya yang paling benar, tapi dia juga merasa agamanya yang paling benar. Jadi, manakah agama yang benar-benar paling benar?

Harus dibuka suatu dialog; mengapa dia beragama itu? Apa alasannya? Apa pendapat dia tentang agama saya, mengapa dia tak mau saya ajak masuk ke agama saya? Dapatkanlah beberapa masalah yang mempertanyakan kebenaran agama kita yang menurutnya itu kesalahan dari agama kita. Lemparkanlah pertanyaan-pertanyaan itu ke gembala atau pendeta anda; "Pak pendeta, pacar saya beragama Islam bertanya: ............ bagaimana saya harus menjawabnya?"

Perbedaan agama itu harus diadu untuk mendapatkan mana agama yang paling benar. Jika pendeta anda menghindari diskusi keagamaan, silahkan anda meminta bantuan saya: hakekathidupku@yahoo.co.id,

Justru melalui pacaran beda agama secara tanpa anda sadari anda telah melaksanakan perintah TUHAN untuk memberitakan Injil. Siapa tahu dia mau menerima JESHUA ha MASHIA, satu jiwa saja berharga sekali di mata TUHAN, asalkan bukan karena pacar dia pindah agamanya, melainkan karena kebenaran. Kalau karena pacar dia pindah agama, itu namanya menggadaikan agamanya.

Jadi, pacaran beda agama saya dukung, sedangkan perkawinan beda agama yang harus distop, supaya tidak menimbulkan permasalahan besar di tengah perjalanan perkawinan anda.

Tidak ada komentar: