Rabu, 26 Agustus 2015

DIBUTUHKAN KEBERANIAN UNTUK MENANGKIS

Menghadapi situasi ekonomi seperti ini Jokowi dan Jusuf Kalla hanya menyerah dengan keadaan global dan membuat perbandingan dengan negara-negara lain. Itu namanya mental tempe! Jika kita yang terserang, ya kita yang harus melawan. Entah seperti apa kekuatan kita, jangan dibanding-bandingkan dengan ketidakberdayaan orang lain. Dari pada hancur tanpa perlawanan, lebih baik melakukan perjuangan, dan jangan sekali-sekali meremehkan gagasan sesederhana apapun. Sebab jika ALLAH berkenan, sesederhana apapun perjuangan kita, sekalipun mungkin tak masuk akal, itu bisa membuahkan hasil yang dahsyat.

Lihat saja perjuangan bangsa kita yang dengan persenjataan ala kadarnya bisa mengalahkan penjajah yang bersenjata modern.

Kalau dalam ilmu kesehatan itu namanya sugesti, sedangkan dalam keimanan itu disebut: iman. Dan TUHAN sudah merumuskan: Jadilah menurut imanmu!

Sebelum ilmu kedokteran berkembang, nenek-moyang kita kalau menghadapi masalah perginya ke dukun. Dan cara dukun mengobati pasiennya itu mirip dengan cara TUHAN membuat keajaiban. Acaranya itu aneh-aneh dan gila. Contohnya: sakit kusta disuruh mandi di sungai Yordan 7 kali. Merobohkan tembok Yerikho hanya dengan terompet, orang buta diolesi air ludah yang dicampur tanah, dan banyak lagi lainnya.

Karena itu: "AYO KERJA!" Jangan bengong. Lakukan sesuatu.

Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan 
Sayang, engkau tak duduk di sampingku, kawan 
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan 
di tanah kering berbatuan

ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho

Tubuhku terguncang di hempas batu jalanan 
Hati tergetar menampak kering rerumputan 
Perjalanan ini pun seperti jadi saksi 
gembala kecil menangis sedih ho ho ho ho

Kawan coba dengar apa jawabnya 
ketika ia kutanya "Mengapa?" 
Bapak ibunya telah lama mati 
ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut kukabarkan semuanya 
kepada karang, kepada ombak, kepada matahari 
tetapi semua diam, tetapi semua bisu 
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit 

Barangkali di sana ada jawabnya 
mengapa di tanahku terjadi bencana 
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita 
yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa 
atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita 
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho
ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho

Kawan coba dengar apa jawabnya 
ketika ia ku tanya "Mengapa?" 
Bapak ibunya telah lama mati 
ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut kukabarkan semuanya 
kepada karang, kepada ombak, kepada matahari 
tetapi semua diam, tetapi semua bisu 
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit 

Barangkali di sana ada jawabnya 
mengapa di tanahku terjadi bencana 
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita 
yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa 
atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita 
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho
ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho

Tidak ada komentar: