Minggu, 23 Agustus 2015

Dua Pelajar Makasar Penelitian di Israel

http://www.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=40473

Indonesia Tak Punya Hubungan Diplomatik dengan Negara Yahudi

RMOL.Meski Indonesia belum men­jalin hubungan diplomatik de­ngan Israel, hal tersebut tidak dijadikan penghalang bagi dua mahasiswa Indonesia yakni Aman­da (Manda) dan Nurhaya (Yaya) untuk melanjutkan pendi­dikan mereka di negeri yang ma­sih dilanda peperangan itu.
Selama menetap empat bulan di Israel guna melakukan pene­litian pascasarjana di Volcani Lem­baga Penelitian Pertanian di Beit Dagan, kedua wanita yang sama-sama lulusan Universitas Hassanuddin (Mikassar) ini me­ngaku mengalami pengalaman unik positif yang mampu meng­hancurkan kesalahpahaman me­reka terhadap situasi di Israel.
“Awalnya saya berfikir, Is­rael adalah sebuah tempat yang ber­ba­haya. Di sini perang ma­sih ke­rap terjadi. Tempat ini bahkan me­ngerikan dijadikan tempat ting­gal kaum muslim,” kata Manda.
“Tapi, sesampainya saya di sini, kenyataannya sangat jauh berbeda. Masyarakat beraktivitas seperti kegiatan yang dilakukan masyarakat di negara-negara lain. Mereka juga benar-benar baik,” lanjut mahasiswa pascasarjana ilmu pertanian Universitas Has­sa­nuddin, Makassar, itu.
Manda dan Nurhaya mengaku memiliki segudang pengalaman menarik selama tinggal di Israel. Seperti bisa mengujungi situs peninggalan Islam, Yahudi dan Kristen. “Kesempatan kami me­ngunjungi situs tersebut meru­pakan puncak dari waktu kami di sana. Dan di sini kami juga bisa berdoa dengan bebas,” imbuh Manda.
Sementara itu, seorang pengu­saha /dermawan yang telah mela­kukan usaha patungan an­tara Israel dan Indonesia selama hampir 20 tahun, Steve Stein, mengatakan sejumlah bisnis dan pendidikan program yang meli­batkan Israel dan Indonesia sebe­narnya sudah dimulai sejak 1992. Termasuk, setelah bencana tsu­nami 2004 yang menewaskan lebih dari 100.000 Indonesia.
“Sebuah program beajar Ba­hasa Indonesia dan ilmu kedok­teran darurat di Israel,” kata Stein.

“Keahlian Israel dalam ilmu pertanian begitu banyak- Pe­ngelolaan tanah, pengelolaan air, irigasi dan banyak lagi - me­ng­arah ke kualitas yang lebih baik buah dan sayuran. Itu sangat penting bagi Indonesia,” im­buh­nya. [rm]

Tidak ada komentar: