Jumat, 21 Agustus 2015

FAKTA MUHAMMAD SEBELUM TAHUN 611 TM

Tahun 611 Tarikh Masehi adalah permulaan Muhammad menerima wahyu dari malaikat Jibril. Ini artinya di dunia masih belum ada orang yang sholat 5 waktu, belum ada Al Qur'an, belum ada yang ibadah haji, belum ada yang mencetuskan mitos air zam-zam, belum ada yang mempopulerkan kurma, belum ada mesjid, belum ada speaker Toa, belum ada peci, belum ada sarung, belum ada tasbih, belum ada minyak wangi, belum ada jilbab, belum ada teroris, belum ada jihad-jihad, belum ada walisongo, belum ada ketupat, belum ada hari raya Idul Fitri, belum ada puasa ramadhan, belum ada THR, belum ada acara mudik lebaran, dan lain-lainnya.

Suasana spiritual pada zaman itu masih didominasi oleh agama-agama Yahudi, Roma Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, perdukunan dan Atheisme. Rasanya masih belum ada yang pernah dengar nama Allah ar rahman ar rahim maupun Jibril. Entah kemana saja Allah ar rahman ar rahim itu disepanjang zaman mulai Adam hingga ke tahun 611 Tarikh Masehi itu. Mungkin sedang bermeditasi di gua Hira sedang menyempurnakan ilmu kesaktiannya. Sebab kalau dia benar-benar Allah pencipta semesta alam, harusnya dia hadir di zaman penciptaan, bukan hadir di tengah-tengah zaman. Ada catatan di dalam Al Qur'an; "Pada mulanya ALLAH menciptakan langit dan bumi." Tapi catatan seperti itu tak ada di dalam Al Qur'an.

Dan karena Muhammad orang Arab, bukan orang Yahudi, maka Muhammad termasuk golongan orang-orang yang tak bersunat. Sebab hanya bangsa Yahudi saja yang dikenakan kewajiban bersunat.

Jika demikian maka apakah agama Muhammad ketika itu? Kita lihat saja pada sejarahnya;

https://www.facebook.com/AkuCintaRasulullahSaw/posts/523014107709512

Menjelang usianya yang ke-40, Nabi Muhammad SAW sering berkhalwat (menyendiri) ke Gua Hira, sekitar 6 km sebelah timur kota Mekah. Ia bisa berhari-hari bertafakur dan beribadah disana. Suatu ketika, pada tanggal 17 Ramadhan/6 Agustus 611 (Saat itu Muhammad SAW berusia 40 tahun 6 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun kamariah (penanggalan berdasarkan bulan), atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun syamsiah (penanggalan berdasarkan matahari). Dengan turunnya 5 ayat pertama ini, berarti Muhammad SAW telah dipilih oleh Allah SWT sebagai rasul), beliau melihat cahaya terang benderang memenuhi ruangan gua itu. Tiba-tiba Malaikat Jibril muncul di hadapannya sambil berkata, “Iqra’ (bacalah).” Lalu Muhammad SAW menjawab, “Mâ anâ bi qâri’ (saya tidak dapat membaca).” Mendengar jawaban Muhammad SAW, Jibril lalu memeluk tubuh Muhammad SAW dengan sangat erat, lalu melepaskannya dan kembali menyuruh Muhammad SAW membaca. Namun setelah dilakukan sampai 3 kali dan Muhammad SAW tetap memberikan jawaban yang sama, Malaikat Jibril kemudian menyampaikan wahyu Allah SWT pertama, yang artinya:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Menciptakan. Ia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah yang Paling Pemurah. yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. 96: 1-5)
Ini merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Muhammad. Ketika itu ia berusia 40 tahun 6 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun kamariah (penanggalan berdasarkan bulan), atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun syamsiah (penanggalan berdasarkan matahari). Setelah pengalaman luar biasa di Gua Hira tersebut, dengan rasa ketakutan dan cemas Muhammad pulang ke rumah dan berseru pada Khadijah untuk menyelimutinya, karena ia merasakan suhu tubuhnya panas dan dingin secara bergantian. Setelah hal itu lewat, ia menceritakan pengalamannya kepada sang istri.
Untuk lebih menenangkan hati suaminya, Khadijah mengajak Muhammad mendatangi saudara sepupunya, yaitu Waraqah bin Naufal, yang banyak mengetahui nubuat tentang nabi terakhir dari kitab-kitab suci Kristen dan Yahudi. 

Muhammad diajak istrinya ke rumah Waraqah bin Naufal, seorang Yahudi yang beragama Kristen, bukan ke rumah Gus Dur. Ini kebenaran atau kesalahan teknis?! Jika kebenaran maka agama Muhammad pada waktu itu patut diduga adalah Kristen, penganut, umat, dan penyembah YESUS KRISTUS.

Sekarang kita cek dulu dari Al Qur'an, seperti apakah agama Kristen itu? Apakah agama yang sesat atau agama yang benar?

QS. 3:45      “Namanya ISA AL MASIH putra Maryam, seorang Terkemuka
                     di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan 
                     [kepada ALLAH].”

Dari ayat ini posisi ISA al MASIH adalah Orang benar. Tidak mungkin ada yang salah dengan ISA. 

QS. 2:62       ”Sesungguhnya orang-orang Mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang 
                     Nasrani dan orang-orang Shabi’in, siapa saja diantara mereka yang 
                     benar-benar beriman kepada ALLAH, hari kemudian dan beramal saleh, 
                     mereka akan menerima pahala dari  TUHAN mereka, tidak ada 
                     kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak [pula] mereka bersedih hati.” 

Menurut ayat ini juga tidak ada yang salah dengan Kekristenan. Lalu siapakah yang salah menurut Al Qur'an?

QS. 2:253       ”maka ada diantara mereka yang beriman dan ada[pula] diantara 
                        mereka yang kafir."

Yang salah adalah orangnya, bukan agamanya. Jadi, mengapa Muhammad harus murtad meninggalkan agama Kristen dan mendirikan agama Islam?!

QS. 3:23        ”Kemudian sebagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu 
                      membelakangi [kebenaran]."

Nah, Muhammad kena di ayat tersebut, Muhammad telah murtad, membelakangi kebenaran. 

HSB 1501:           “Saya yang lebih dekat dengan ISA anak Maryam di dunia dan 
                            di akhirat. Semua nabi-nabi itu bersaudara karena seketurunan. 
                            Ibunya berlainan sedangkan agamanya satu."

Satu ALLAH harusnya satu agama. Jadi, suatu kesalahan fatal jika Muhammad menjadikan dua agama. Islam harus ditiadakan, harus menjadi Kristen saja. Dengan agama Kristen saja, jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sudah bisa membawa kita ke sorga, maka buat apa harus ada Islam?! Menambah acara hanya menambah permasalahan saja. Membuat Islam dengan Kristen bertengkar dan bermusuhan terus, memperebutkan kebenaran. Yang satu merasa lebih benar dari yang lainnya. Padahal tidak perlu itu!

Jadi, kalau kita mau akur, mau damai, mau tenteram, resepnya gampang: tiadakan Islam. Jangan tiadakan TUHAN selain ALLAH, tapi tiadakan Islam. Inilah biangkerok dari banyak permasalahan. 

Tidak ada komentar: