Kamis, 27 Agustus 2015

GOJEK HARUS MAKLUM - SAYA ANTI GOJEK - 2

Pak Sonny:

Mahasiswa itu kredit motor. Rata 500 ribu sebulan. Kalau dia bisa dpt 2 client sehari (penumpang atau anter berkas) maka dia bs dpt 10 ribu bersih sehari. Bisa dipakai bayar cicilan speda motor.

Apa orangtua mahasiswa tdk bangga? 

Begitu juga pegawai laennya. Mrk bisa bayar cicilan speda motor anaknya. Apa salah orangtua nganter surat demi utk cicilan motor anaknya?

Orangtua mana yg tdk mau membahagiakan anak2nya?

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Pak Sonny, yang saya lawan itu perusahaan Gojeknya: Nadiem Makarim-nya, bukan pengemudi Gojeknya. Nadiem Makarim itulah biangnya. Soal pengemudi Gojek yang benjol, itu resiko mereka. Mereka sudah tahu resikonya, koq! Mereka orang pinter, sudah baca koran kalau menjadi pengemudi Gojek akan dimusuhi ojek pangkalan, dan mereka tetap masuk, 'kan artinya sudah memiliki keberanian?!

Mereka sudah tahu apa yang dituntut oleh ojek pangkalan, yaitu jangan masuk ke wilayah mereka untuk mengambil penumpang. Tapi kalau mengantarkan masuk, nggak masalah. Itu sudah logis sekali.

Saya siap diskusi dengan Ahok, Nadiem Makarim maupun polisi.

Tidak ada komentar: