Kamis, 27 Agustus 2015

GOJEK HARUS MAKLUM - SAYA ANTI GOJEK

Saya suka dengan berita penganiayaan pengemudi-pengemudi Gojek yang diduga dilakukan oleh ojek pangkalan. Saya setuju. Bagus sekali itu! Sebab sangat masuk akal.

Harga-harga naik. Cari penumpang susahnya setengah mati. Saingan antar pengojek pangkalan sudah sangat ketat. Penghasilan sudah sangat merosot dibanding tahun-tahun yang lalu. Lapangan kerja yang lain tak ada. Krisis ekonomi sedang mengancam. Hari ini tak tahu apa yang bisa dimakan. Besok tak tahu bagaimana bisa hidup. Pikiran sudah benar-benar gelap.

Kini, muncul masalah Gojek. Hanya gara-gara Gojek lulusan Harvard sedangkan ojek pangkalan bodoh, haruskah ojek pangkalan dimakan Gojek?! Gojek menambah saingan, dan itu dengan memakan pelanggan ojek pangkalan. Para pengemudi Gojek ternyata orang-orang yang sudah mempunyai pekerjaan mapan; ada mahasiswa, ada pegawai negeri, ada karyawan swasta. Di saat penghasilan ojek pangkalan merosot, mereka mengiming-iming penghasilan belasan juta sebulan. Gojek membuat harga promosi Rp. 10.000,--an, sehingga menonjok langsung penghasilan ojek pangkalan. Sebuah cara persaingan yang tidak seimbang dan jelas-jelas bersifat menikam ojek pangkalan. Dan kenyataan membuktikan semenjak keberadaan Gojek penghasilan mereka semakin mati.

Kalau menjadi pengemudi Gojek pasti berpenghasilan besar, mengapa Gojek tidak memberikan gaji tetap saja?! Kenyataan membuktikan jumlah penghasilan di antara pengemudi Gojek tidak sama. Itu menyatakan penghasilan pengemudi Gojek tergantung dari adanya order. Itu juga menyatakan jika pengemudi Gojek sudah melebihi kapasitas akan terjadi persaingan dan penghasilan akan menurun. Artinya, masa depan pengemudi Gojek tidak mungkin semakin baik atau meningkat, malahan akan semakin menurun.

Karena itu bisnis Gojek ini mengandung unsur penipuan terhadap pengemudi Gojek, dan unsur pembunuhan terhadap ojek pangkalan. Para pengemudi Gojek pada akhirnya akan saling bersaing, penghasilan menurun dan masa depan nggak jelas.

Sorry, urusan perut kayaknya harus terpaksa begitu. Gojek harus dilawan dan disingkirkan!

Polisi Bekuk 5 Penganiaya Pengemudi GoJek di Bekasi

http://news.liputan6.com/read/2302689/polisi-bekuk-5-penganiaya-pengemudi-gojek-di-bekasi

Liputan6.com, Bekasi - Setelah diburu selama kurang 24 jam, Satreskrim Polresta Bekasi menangkap 5 pelaku pengeroyokan terhadap Asep Supriatna, pengemudi GoJek, pada Selasa 25 Agustus tengah malam. Mereka adalah tukang ojek yang biasa mangkal di depan SMA Negeri 1 Bekasi berinisial MUL (42) MSN (43) KMD (42) SD (46) dan YD (38).
Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kompol Ujang Rohanda mengatakan, kelima pelaku diamankan anggota Jatanras di tempat terpisah.
"Awalnya kami menangkap 2 orang pelaku. Setelah dikejar, kurang dari 24 jam ketiga pelaku lainnya diamankan tim jatanras," kata Ujang pada Liputan6.com di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/8/2015).
Kepada polisi, mereka mengaku nekat menganiaya Asep karena jengkel dengan kehadiran pengemudi ojek layanan online itu. Mereka menganggap kehadiran Asep bisa menyerobot pelanggan ojek pangkalan.
"Kami masih mendalami kasus ini. Selain itu pihak kepolisian juga masih menyelidiki video amatir salah satu warga yang merekam kejadian," ujar Ujang.
Aksi Sudah Direncanakan
Sementara itu, SD salah satu pelaku pengeroyokan mengatakan, ia dan rekan-rekannya kesal dengan ulah korban yang seenaknya mengambil penumpang di depan pangkalan ojek SMA Negeri 1 Bekasi.
"Saya sudah menunggu pelanggan dari pagi, tapi belum dapat pelanggan. Sementara dia tiba-tiba datang langsung mengambil penumpang," kata SD.
Dia mengatakan, aksi ini merupakan inisiatif para tukang ojek pangkalan, dan mereka telah merencanakan ini sejak lama. Mereka akan mengusir pengemudi GoJek bila mengambil penumpang di sekitar lokasi.
SD mengaku kehadiran pengemudi GoJek sejak beberapa bulan lalu sangat berdampak buruk terhadap pendapatan dia dan kawan-kawannya. Sebelumnya dia mampu memperoleh pendapatan Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per hari. Namun kini hanya mampu memperoleh pendapatan Rp 10 ribu per hari.
"Bahkan kalau sedang sepi penumpang, bisa sama sekali saya tidak mendapat pelanggan. Yah karena ada GoJek itu," ketus dia.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan hukuman penjara maksimal 5 tahun. (Ado/Ali)

Lagi, Pengemudi Gojek di Bekasi Dianiaya

http://www.rtv.co.id/read/news/6315/lagi-pengemudi-gojek-di-bekasi-dianiaya

Aksi kekerasan terhadap pengemudi ojek online terjadi lagi di bekasi, Jawa Barat. Pengemudi tersebut dianiaya dan motornya dirusak oleh orang yang diduga tukang ojek pangkalan. 
Aksi kekerasan terhadap pengemudi gojek itu terjadi di depan SMA Negeri 1 Bekasi, Jalan Agus Salim, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, saat menjemput penumpang di lokasi tersebut.
Menurut korban, Asep Supriatna, ia dihampiri tukang ojek pangkalan dan langsung menanduk kepalanya hingga ia mengalami luka di bagian pelipis kirinya. Bukan hanya itu, kendaraan roda miliknya juga di rusak dan disayat-sayat dengan silet di bagian jok motornya.
"Saya didatangi tukang ojek di sekitar situ..terus tiba-tiba menanduk kepala saya sampai pelipis kiri ini luka..motor saya juga dirusak," tutur ASsep Supriatna. 
Pascakejadian kekerasan itu, sebanyak dua ratus pengemudi gojek yang berada di wilayah kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa Sore (25/8/15) mendatangi Polresta Bekasi Kota. Kedatangan ratusan pengemudi gojek ini sebagai solidaritas atas rekan mereka yang mengalami tindak penganiayaan dan perusakan motor. Mereka juga meminta perlindungan dari polisi agar terhindar dari kejadian serupa. 
Sementara itu pihak kepolisian Polresta Bekasi Kota berjanji akan menindak lanjuti tindak kekerasan itu, dan akan memberikan jaminan keamanan kepada pengendara gojek. Setelah mendapat pengarahan, ratusan driver gojek ini membubarkan diri.  
Selang beberapa jam kemudian, Polisi menangkap 2 orang tersangka penganiayaan Asep Supriatna. Keduanya ditangkap di lokasi kejadian penganiayaan, di Jalan KH Agus Salim, Bekasi Jaya, Kota Bekasi.
Kedua orang yang ditangkap itu hingga tengah malam masih menjalani pemeriksaan di kantor polisi. Sementara polisi masih melakukan pengejaran pada pelaku lainnya.
Tercatat sudah tiga kali kejadian driver gojek mengalami tindak penganiayaan dan perampokan yakni di Jalan Insinyur Juanda/ jalan KH  Noer Alie dan yang terakhir ini di Jalan Agus Salim, Kota Bekasi.


GANYANG TERUS! Saya harus keberatan dengan upaya-upaya pembodohan!

Tidak ada komentar: