Minggu, 30 Agustus 2015

GRAFIK GUNUNG JOKOWI

Antara Jokowi sebelum menjadi presiden dengan Jokowi setelah menjadi presiden, ada perbandingan terbalik yang jika digambarkan akan seperti gunung; dari lereng ke puncak naik terus, dari puncak ke lereng turun terus.

Sebelum menjadi presiden, popularitas Jokowi naik terus dengan klimaksnya pada perseteruan hebat antara Jokowi dengan Prabowo yang mendebarkan hati, yang akhirnya Jokowi tetap lolos menjadi presiden. Namun semenjak dia yang dipilih rakyat itu menonjok, menghantam dan mengkhianati kepercayaan rakyat dengan mencabut subsidi, mencabut bantuan untuk rakyat, membiarkan rakyat kelimpungan, tega melihat rakyatnya terkapar oleh kenaikan harga-harga, masih ditambah dengan menaikkan listrik, gas LPG, pupuk dan lain-lainnya, sehingga semakin terlihat kekejaman dan kesadisannya terhadap rakyat, maka semenjak saat itu hingga saat ini pemerintahannya mengalami kemerosotan demi kemerosotan. Terus-menerus digilas permasalahan dan kesalahan.

Semakin hari semakin berat beban pemerintah untuk mengatasi, seolah ada kutuk di atas kepala Jokowi, sehingga mau tak mau kita harus bersiap-siap melihat lereng gunung itu, yakni berada di dasar jurang yang paling dalam. Lihat saja media massa, bagaimana para pakar sudah berteriak-teriak; "Awas! Awas!" Mereka sudah memberikan peringatan bahwa negara dalam kondisi berbahaya. Ingat peristiwa jatuhnya pesawat Airasia QZ8501? Kenapa pesawat itu jatuh? Ternyata dikemudikan oleh kopilotnya. Sama seperti negara ini yang dikemudikan oleh orang yang bukan bidangnya. Human error!

Jadi, kalau Indonesia bangkrut itu bukan kecelakaan atau kebetulan, tapi sesuatu yang logis untuk presiden Jokowi, presiden sontoloyo. Dengan demikian tulisan ini melengkapi tulisan saya: JOKOWI SEPERTI AIRASIA;


http://bloghakekatku.blogspot.com/2015/01/selengkapnya-jokowi-seperti-air-asia.html

Saya akan kronologiskan secara terbalik, yakni dari akhir ke awal.

Berita pemerintahan Jokowi yang paling mengejutkan dan menggemparkan seluruh Indonesia bahkan menjadi perhatian media luar negeri adalah ditangkapnya Bambang KPK oleh polisi pada hari Jum'at, tanggal 23 - 1 - 2015, jam: 07.30. Penangkapan itu dilakukan sehubungan dengan laporan Sugianto Sabran, TKP-nya di kota Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Kota Pangkalan Bun mendadak menjadi terkenal di seluruh Indonesia bahkan dunia oleh sebab ditemukannya badan pesawat Air Asia QZ 8501. Selama sekitar sebulan media massa memberitakan pencarian dan penemuan jenazah dan badan pesawat tersebut.

Penemuan pertamanya pada tanggal 30 - 12 - 2014, jam: 08.00.

http://www.tempo.co/read/news/2014/12/30/058631878/Kronologi-Penemuan-Puing-yang-Diduga-Air-Asia

Jumlah tanggal dan bulan Bambang KPK: 2 + 3 + 1 = 6.
Jumlah tanggal dan bulan Air Asia: 3 + 1 + 2 = 6.

Jam Bambang: 07.30, jam Air Asia: 08.00. Sama-sama di pagi hari.

Penemuan keseluruhannya menyatakan kondisi pesawat hancur berantakan dan penumpangnya tak ada yang selamat. Barang dan orang tak ada yang bisa diselamatkan. Itu memberikan gambaran tentang Jokowi yang mulai dibenci oleh kawan maupun lawan. Penangkapan Bambang KPK oleh polisi merupakan ekspresi kemarahan dari kubu kawan-kawan Jokowi oleh sebab ditundanya pelantikan Budi Gunawan. Setidaknya Budi Gunawan, Megawati, PDIP, Surya Paloh, dan partai Nasdem merasa dikhianati oleh Jokowi. Jokowi seperti anjing yang lepas dari tali rantainya, dari kendali mereka yang membiayai kampanyenya.

Sedangkan bagi KPK dan para pendukung Jokowi, penangkapan Bambang KPK merupakan pertanda Jokowi sudah mengkhianati janji-janji kampanyenya untuk membersihkan korupsi. Mereka marah pada Jokowi. Sementara itu bagi lawan politik Jokowi, DPR merasa tidak dihargai oleh penundaan pelantikan Budi Gunawan itu.

Jumlah penumpang Air Asia yang tewas = 162 jiwa.

Angka 1 menunjuk pada Jokowi.
Angka 6 menunjuk pada kelompok yang bereaksi: KPK, Polri, DPR, PDIP, para pendukung Jokowi, dan Budi Gunawan yang menggugat praperadilan KPK.
Angka 2 menunjuk pada lembaga yang bertikai: KPK Vs Polri.

Tanggal penangkapan Bambang KPK adalah hari ulangtahun Megawati. Itu memberitahukan bahwa Megawati-lah sumber segala keguncangan politik yang terjadi di negeri ini. Semua orang menuding peranan Megawati yang dominan atas diri presiden, Kapolri, DPR, hingga gubernur Ahok-pun tunduk dan patuh sekali padanya.

Megawati dilambangkan oleh nomor penerbangan pesawat Air Asia: QZ 8501, dijumlah = 5. Megawati adalah presiden ke-5.

Umur Megawati pada tanggal 23 - 1 - 2015[lahir 1947] adalah 68 = 6 + 8 = 14 = 1 + 4 = 5.
Tanggal 23 = 2 + 3 = 5.

Warna pesawat Air Asia adalah merah, sama dengan warna PDIP. Warna tulisan Air Asia adalah putih, sama dengan warna moncong banteng PDIP. PDIP sering disebut banteng moncong putih. Moncong pesawat Air Asia juga dominan warna putih.

Jadi, pesawat = partai PDIP, Air Asia = Jokowi, nomor penerbangan QZ 8501 = Megawati. Semuanya disatukan dalam pemerintahan Jokowi.

Permulaan pesawat Air Asia QZ 8501 membikin geger karena dinyatakan hilang kontak adalah pada tanggal 28 - 12 - 2014, jam 07.55. Permulaan Jokowi merusakkan hubungan dengan pendukungnya adalah ketika ia mengumumkan kenaikan harga BBM pada tanggal 17 -11 - 2014. Itu adalah hari ke-28 sejak pelantikannya tanggal 20 - 10 - 2014.

Tanggal pesawat: 28, sama dengan hari ke-28 pemerintahannya ketika menaikkan harga BBM.

Bulan pesawat: 12, menunjuk 12 masalah kontroversial Jokowi selama kurun 100 hari pemerintahannya;

1. 20 November 2014: pelantikan M. Prasetyo menjadi jaksa agung.
2. 29 Desember 2014: terdakwa sengketa lahan: Hasban Ritonga dilantik sebagai Sekdaprov
    Sumut.
3. 13 Januari 2015: mengajukan calon tunggal Kapolri: Budi Gunawan. 
4. 19 Januari 2015: pelantikan Wantimpres yang bernuansa balas budi.
5. 22 Januari 2015: Hasto mempermalukan Abraham Samad - manuver politik.
6. 23 Januari 2015: Bambang Widjojanto ditangkap polisi.
7. KPK Vs Polri jilid II.
8. Semua pimpinan KPK dilaporkan polisi.
9. 27 Januari 2015: Hasto melaporkan Abraham Samad ke Mabes Polri.
10. Bambang KPK melaporkan kabareskrim ke Komnas HAM.
11. Demo-demo save KPK dan penolakan Budi Gunawan meluas. 
12. Keputusan Jokowi?

Apapun yang menjadi keputusan Jokowi tentang KPK Vs Polri maupun tentang pelantikan Budi Gunawan pasti akan menyulut pertentangan seru dari berbagai pihak.

Tahun pesawat: 2014 jika dijumlah = 7, sama dengan 7 kawan Jokowi yang siap berbalik menjadi lawannya;

1. Budi Gunawan
2. Megawati.
3. PDIP.
4. Surya Paloh.
5. DPR.
6. Pendukung Jokowi.
7. Tokoh-tokoh nasional.


Basarnas mengalami kesulitan evakuasi pesawat Air Asia karena kendala cuaca, sama seperti sulitnya menguraikan benang kusut pemerintahan Jokowi. Sampai-sampai Jokowi membentuk tim independen sekalipun sudah ada Wantimpres.

Ombak laut Pangkalan Bun menggambarkan terjadinya pergolakan besar di pemerintahan Jokowi. Beberapa kali kegagalan Basarnas mengangkat badan pesawat Air Asia menggambarkan sulitnya kita mengungkapkan dalang dari semua peristiwa ini. Ada banyak tangan yang bermain dengan kepentingan masing-masing. Sekeruh lumpur laut yang menutupi badan pesawat Air Asia.

Perkiraan titik jatuhnya pesawat adalah di Bangka-Belitung, namun titik diketemukannya berada di Pangkalan Bun, berjarak sekitar 90 mil. Sejauh itulah Jokowi telah melupakan janji-janji waktu kampanyenya. Ada banyak sekali janji yang dilanggarnya dengan enteng, tanpa beban perasaan sama sekali.

Catatan tentang penerbangan Air Asia QZ 8501;

1. Hari Minggu, 28 Desember 2014 adalah bukan jadwalnya terbang. Sama seperti Jokowi yang
    berdasarkan janjinya sewaktu menjadi gubernur DKI Jakarta takkan mencalonkan diri menjadi
    presiden. Tidak ada jadwal atau agenda menjadi presiden.

2. Merubah jam terbang, semula direncanakan siang dirubah lebih pagi. Jokowi seharusnya masih
    menjabat gubernur DKI Jakarta 3 tahun lagi.

3. Menghindari awan cumulonimbus pesawat meminta ijin menyimpang ke kiri. Sama seperti
    Jokowi yang menghindari konflik dengan Megawati akhirnya memasukkan orang-orang partai
    ke dalam kabinetnya. Mega itu artinya awan. Awan cumulonimbus adalah awan yang paling
    ditakuti para penerbang, sama seperti Megawati yang mempunyai pengaruh yang besar di
    negeri ini. Itulah awal celakanya Jokowi sama seperti awal celakanya Air Asia.

4. Pesawat naik tinggi sebelum mendapatkan ijin. Langkah-langkah Jokowi yang semakin
    lama semakin berani. Terakhir adalah pembentukan Wantimpres yang diisi oleh orang-orang
    partai, teman sekolah, raja judi dan raja selingkuh. 

5. Pesawat hilang dari pantauan radar, sama seperti Jokowi yang sudah sulit diduga jalan
    pikirannya. Apakah masih tetap pro Mega atau pro rakyat, hanya TUHAN saya yang tahu. 


Perjalanan jabatan Jokowi:

>> Walikota = 8 huruf.

>> Gubernur = 8 huruf.

>> Presiden = 8 huruf.

Periode jabatan Jokowi:

>> Walikota Solo ke-16 = jumlah 7.

>> Gubernur DKI Jakarta ke-16 = jumlah 7.

>> Presiden ke-7.

Tanggal menjabat:

>> Walikota Solo:  28-7-2005 hingga 1-10-2012;

      Tanggal 28 adalah: 4 x 7.
      Bulan: 7.
      Tahun: 2005, jumlah = 7.

       1-10-2012, jumlah = 7.

      Dari 2005 sampai 2012 = 7 tahun.

>> Gubernur DKI Jakarta:  15-10-2012 hingga 16-10-2014;

      Jumlah tanggal dan bulan: 15-10 = 7.
      Jumlah tahun 2012 = 5 [kita simpan dulu].

      Jumlah tanggal: 16 = 7.
      Jumlah bulan: 10 = 1 [kita simpan dulu].
      Jumlah tahun 2014 = 7.

      Angka yang kita simpan: 5 + 1 = 6. 

>> Presiden:  20-10-2015. Kelahiran Jokowi: 21-6-1961;

      Tanggal dan bulan dibuang "0" terbaca: 21 - tanggal lahir Jokowi.

      Kita mempunyai angka simpanan: 6, menunjuk bulan kelahiran Jokowi.

      Tahun: 2015 kalau dijumlah = 8, sama dengan tahun kelahiran Jokowi: 1961, jumlah = 8.  

      
http://id.wikipedia.org/wiki/Joko_Widodo


Ir. H.
Joko Widodo
Presiden Indonesia ke-7
Petahana
Mulai menjabat
20 Oktober 2014
Wakil PresidenMuhammad Jusuf Kalla
Didahului olehSusilo Bambang Yudhoyono
Gubernur DKI Jakarta ke-16
Masa jabatan
15 Oktober 2012 – 16 Oktober 2014
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
WakilBasuki Tjahaja Purnama
Didahului olehFauzi Bowo
Fadjar Panjaitan (Pelaksana Tugas)[1]
Digantikan olehBasuki Tjahaja Purnama
Wali Kota Surakarta ke-16
Masa jabatan
28 Juli 2005 – 1 Oktober 2012
Penguasa monarkiPakubuwana XIII
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
GubernurMardiyanto
Ali Mufiz
Bibit Waluyo
WakilF.X. Hadi Rudyatmo
Didahului olehSlamet Suryanto
Digantikan olehF.X. Hadi Rudyatmo
Informasi pribadi
Lahir21 Juni 1961 (umur 53)
Bendera Indonesia SurakartaJawa TengahIndonesia
Kebangsaan Indonesia
Partai politikPDIPLogo.png Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Suami/istriIriana
AnakGibran Rakabuming Raka[2]
Kahiyang Ayu[3]
Kaesang Pangarep[3]
Alma materUniversitas Gadjah Mada
PekerjaanPengusaha
AgamaIslam
Tanda tangan


SI MONCONG PUTIH

Nelayan Temukan 3 Korban dan Moncong Pesawat AirAsia QZ8501. Foto Radar Banjarmasin/JPNN.com

Nelayan Temukan 3 Korban dan Moncong Pesawat AirAsia

http://www.jpnn.com/read/2015/01/21/282694/Nelayan-Temukan-3-Korban-dan-Moncong-Pesawat-AirAsia



Arti nama Megawati

kelincahan awan, pelindung panas.


Tiga Menit Sebelum AirAsia QZ8501 Jatuh, Pesawat Bukan Dikemudikan Pilot


http://jateng.tribunnews.com/2015/01/29/tiga-menit-sebelum-airasia-qz8501-jatuh-pesawat-bukan-dikemudikan-pilot

TRIBUNJATENG.COM- Co-pilot pesawat mengemudikan pesawat AirAsia QZ8501 dengan diawasi oleh kapten pilot sekitar tiga menit sebelum pesawat jatuh ke laut menurut penjelasan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kamis (29/1/2015)
"Temuan kedua, sebagai co-pilot biasanya duduk di sebelah kanan kokpit. Pada saat itu, co pilot menerbangkan pesawat," kata kepala penyidik untuk NTSC, Mardjono Siswosuwarnomengatakan pada konferensi pers. "Kapten, duduk di sebelah kiri, salah satu contoh dari hasil pemantauan"
Semua awak benar bersertifikat dan pesawat itu dalam kondisi baik ketika berangkat dari Surabaya menuju Singapura pada 28 Desember berpenumpang 162 orang di dalamnya. Ia menambahkan.
Mardjono mengatakan perekam data penerbangan memberikan "gambaran yang cukup jelas" dari apa yang terjadi di saat-saat terakhir QZ8501 penerbangan.
Dia mengatakan, pesawat telah jelajah pada ketinggian yang stabil sebelum kecelakaan. "Pesawat itu terbang dalam batas-batas berat badan dan dalam keadaan seimbang" katanya.
Mardjono dan peneliti lainnya tidak menjelaskan apa yang mungkin telah menyebabkan pesawat tersebut jatuh.
Laporan awal mengenai QZ8501 hanya mengumpulkan data dan fakta kasus. Ini akan dipelajari selama tahap analisis untuk menentukan kecelakaan.
Kapten Ertata Lananggalih, Senior penyidik keselamatan udara, mengatakan saat ada awan badai pesawat naik ke ketinggian 44.000 ft. Pilot diminta untuk terbang di 38.000 ft bukannya 32.000 ft, tapi diberikan izin untuk naik ke 34.000 kaki.
Pada ketinggian 32.000 kaki, pesawat miring ke kiri sebelum naik ke sekitar 37.400 kaki dalam waktu sekitar 30 detik. Butuh waktu 30 detik untuk kembali ke posisi 32.000 ft, setelah itu mulai jatuh perlahan, sekitar tiga menit untuk terjun ke laut.
Kepala NTSC Tatang Kurniadi mengatakan kepada konferensi pers yang sama bahwa Indonesia telah menyerahkan laporan awal pada kecelakaan ke Civil Aviation Organisation (ICAO) pada Rabu, sebagaimana disyaratkan oleh peraturan penerbangan global. (tribunnews.com)

Tidak ada komentar: