Kamis, 20 Agustus 2015

Israel Tawarkan Arab Saudi Teknologi Iron Dome

http://dunia.inilah.com/read/detail/2207200/israel-tawarkan-arab-saudi-teknologi-iron-dome

INILAHCOM. Amman -- Israel dikabarkan menawarkan teknologi Iron Dome kepada Arab Saudi, untuk mempertahankan perbatasannya selama serbuan ke Yaman.

Rai al-Youm, surat kabar berbahasa Arab dan Inggris, melaporkan tawaran tidak disampaikan langsung tapi melalui Dubes AS di Amman.

Dubes AS itu, yang kerja sampingan sebagai perantara, berbicara atas nama Israel dan menawarkan Iron Dome kepada mitranya dari Arab Saudi.

Arab Saudi, masih menurut surat kabar yang berbasis di London, menolak tawaran itu. Tawaran itu disampaikan pekan lalu pada pertemuan antara Dubes Arab Saudi dan Dubes AS untuk Yordania.

Juru bicara pemerintah Yordania mengatakan tidak menyadari dalam bertemuan itu Dubes AS untuk Yordania berbicara atas nama Israel.

Iron Dome: Perang Teknologi di Jalur Gaza

http://www.kompasiana.com/kritzel/iron-dome-perang-teknologi-di-jalur-gaza_55198280a33311c918b6594e

Iron Dome: Perang Teknologi di Jalur Gaza

Sungguh sangat prihatin melihat, mendengar dan membaca apa yang terjadi di jalur Gaza sekarang. Perang tidak pernah menguntungkan baik bagi yang menang maupun yang kalah. Entah sudah berapa ratus atau bahkan ribuan perang terjadi di perut bumi ini sejak bumi tercipta, namun kisah perang tidak pernah enak untuk dicerna oleh siapa pun dan kapan pun.
Sejarah menunjukkan bahwa peperangan sangat mahal, korban jiwa dan korban harta benda tidak terhitung. Dendam dan kebencian tidak pernah meraup kepuasan. Cinta dan benci memang setua umur manusia. Sejak Adam diturunkan ke bumi dan kebencian timbul diantara anak Adam hingga memicu kematian telah menjadi titik awal kelam kehidupan manusia.
Siapa sih yang mau dipecundangi dan hak hidupnya diinjak-injak, lebih baik mati terhormat daripada mati terhina. Namun sayangnya, hidup bukanlah mata uang yang hanya bermuka dua. Seperti pelangi, dunia dan isinya sangat berwarna-warni, terkadang antar pecundang dan pahlawan hanya beda tipis.
Sejarah menunjukkan ada masa di mana suatu bangsa mengalami masa jaya kemudian terpuruk, semua berputar seperti roda. Satu demi satu pahlawan berguguran. Sejarah pun tertoreh dari masa ke masa. Tinggallah manusia di masa selanjutnya, mampukah belajar dari sejarah ??
Sejarah menunjukkan kemenangan perang tidak hanya berdasarkan keberuntungan nasib, ada persiapan dan strategi perang di balik itu semua. Tentu saja dalam kehidupan nyata pun ada tipe-tipe cakil dalam pewayangan, yang maju perang hanya bermodal nyali dan dengkul tanpa persiapan matang. Biasanya nasibnya pun berakhir tragis seperti cakil dalam pewayangan, tampil hanya sekejap dan tidak pernah lagi muncul sampai akhir tayangan.
Sejarah mencatat ada strategi dan persiapan matang seperti misalnya di balik keberhasilan gemilang pesatnya pendudukan pasukan Romawi, kecepatan serbu pasukan berkuda Kubilai dan Jengis Khan, kehebatan pedang pasukan muslim di abad pertengahan dan kesuksesan para macan perang seperti Alexander der Größe, Napoleon Bonaparte, Shalahuddin dan para pahlawan Indonesia seperti Jendral Sudirman, Diponegoro dll.
Demikian juga sejarah telah mencatat, cara dan senjata berperang manusia dari waktu ke waktu. Mulai dari pedang, bambu runcing, panah, pistol, senapan, granat, bom, bom nuklir, rudal, raket, raket kontrol demikian juga teknologi melindungi diri terus dikembangkan.
Iron dome
Iron dome [1] bukan raket penyerang atau bom, tapi lebih sistem mobile penangkal atau pemati raket. Konon penelitian untuk mengembangkan sistem penangkal raket ini dipicu oleh ketakutan zionis Israel akan serangan raket jarak dekat Hamas Qassam, raket jarak tengah Libanon Fajr 5 dan raket jarak panjang Iran.
Iron Dome dibuat oleh perusahaan Israel Rafael Advanced Defense System Ltd. Konon Iron Dome ini mampu menangkal raket jarak dekat dan juga granat artilleri 155 mm dalam cuaca dan hari seperti apa pun, bahkan mampu menangkal beberapa target. Harga keseluruhannya sebesar 375 juta USD dan biaya setiap menangkal 35000 sampai 50000 USD. Pengembangan Iron Dome bisa dipercepat dan dipersingkat karena Rafael menggunakan suku cadang untuk SPYDER. SPYDER (Surface-to-air PYthon and DERby) juga sistem penangkal untuk raket jarak pendek.
Iron dome ini sudah berhasil dites tahun 2008 dan tahun 2010 baterinya distasionkan di dekat jalur Gaza. Sampai November 2012 sudah terpasang 5 unit dan zionis Israel merencanakan akan menambah sampai 12 unit. Satu sistem Iron Dome ini terdiri dari multi mode radar, kontrol sistem dan starter untuk 20 raket.  Multi mode radar ini mampu mengenali titik start raket dan menghitung jalur terbang raket dan melanjutkan informasi ini ke sistem kontrol, yang kemudian mempersiapkan raket penangkal, bila sudah semua diperhitungkan dan disiapkan, meluncurlah raket penangkal ini.
Raket penangkal ini adalah air to air raket derby yang diberi nama Tamir, yang memiliki sensor elektro-optik dan sistem kendali yang memiliki kemampuan manuver luarbiasa. Sistem perangkat lunak atau softwarenya dikembangkan oleh perusahaan Israel MPrest Systems. Iron Dome ini mampu melindungi area seluas 150 km2.
Selain itu, Israel memiliki sebuah sirene untuk memperingatkan penduduk bila ada raket akan jatuh. Sejak sirene ini berbunyi sampai raket jatuh, penduduk Israel memiliki waktu 15-30 detik untuk lari ke bunker tempat berlindung. Dengan adanya Iron Dome ini bahkan penduduk Israel sampai merasa aman dan bahkan berani untuk menyaksikan dari kejauhan kerja Iron Dome.
Qassam dan Fajr 5
Mari kita lihat teknologi yang digunakan oleh raket-raket Hamas atau Hisbullah. Qassam adalah raket yang dikembangkan oleh Hamas, hasil penemuan syeik Iz ad Diin al Qassam [3]. Qassam ini pertama kali dikembangkan di bawah arahan Adnan al Ghul dan kemudian difungsikan untuk menyerang Yahudi tahun 2001. Teknik pembuatannya sangat mudah dan murah serta tidak memiliki sistem kendali. Pembuatannya pun hasil kerja tangan tanpa perlu HighTech, targetnya pun tidak bisa tepat dan tidak persis.
Fajr-5 adalah raket artileri yang dikembangkan Iran tahun 2006 dan masuk ke Hisbullah [2]. Hisbullah menamai raketnya Khaibar-1. Raket ini tidak memiliki sistem lokalisasi target tapi mampu mencapai jarak 75 km. Pertama kali digunakan tahun 2006 saat Israel dan Hisbullah berkonflik. Selain itu, Hisbullah konon memiliki raket Kacusha yang mampu mencapai jarak 50 km.
Perbedaan yang menyolok antara penduduk jalur Gaza dan Israel seperti langit dan bumi. Jumlah penduduk jalur Gaza menurut CIA Factbook kurang lebih 1,7 juta jiwa dengan luas 360 km2. 38% Penduduk di jalur Gaza ini hidup di bawah garis kemiskinan dengan angka pengangguran 40%. Pasokan air dan listrik sangat tergantung dari Israel dan Mesir. Sementara, Israel berpenduduk 7,6 juta jiwa dan memiliki kekuatan ekonomi yang jauh lebih kuat serta yang pasti Israel memiliki surplus listrik, air dan pangan.
Demikian juga kecanggihan teknologi di Jalur Gaza dibandingkan dengan Israel, seperti semut dan gajah. Di jalur Gaza tidak ada Iron dome dan tidak ada pula sirene yang memperingatkan penduduk jalur Gaza untuk cepat lari ke bunker perlindungan.  Tidak heran korban jiwa lebih banyak berjatuhan di jalur Gaza. Berita di spiegel online 4 jam yl, korban di jalur Gaza sudah mencapai 130 orang dan di Israel 5 orang [5].
Dalam Perang Tidak Ada Yang Menang
Perang antara dua pihak yang tidak seimbang selalu menyakitkan bagi penonton. Kekalahan Cina hingga Cina harus menyerahkan Hongkong ke tangan Inggris, pernah ditulis sejarah sebagai bukti kepincangan kekuatan dan kemampuan teknologi. Inggris yang telah maju karena revolusi industri dan haus koloni dengan licik berhasil mempecundangi Cina.
Padahal, sejarah pernah mencatat saat Eropa tenggelam dalam kesulitan di Abad Pertengahan, kekuatan teknologi, matematika dan ilmu kedokteran dikuasai para cendekiawan Timur Tengah demikian juga kehebatan budaya dan ilmu di Cina pada abad itu lebih tinggi dari Eropa. Begitulah ... roda sejarah terus berputar.
Saya hanya berharap kekeraskepalaan kedua belah pihak, arogansi zionis Israel dan kenekadan Hamas, tidak menelan lebih banyak lagi korban sipil. Sejarah tampaknya terus akan mencatat perang di jalur ini. Hanya doa yang bisa dipanjatkan untuk ketabahan dan kekuatan penduduk jalur Gaza dan semoga Tuhan tidak melupakan nasib mereka di sana. (ACJP)

 








Tidak ada komentar: