Senin, 31 Agustus 2015

JIKA MENYANYI DI DEPAN ORANG TULI

Jika menyanyi di depan orang tuli atau menari di depan orang buta, buat apa? Jika demo tidak boleh anarkis tapi juga tidak didengar presiden, buat apa demo? Tapi karena kita perlu menyalurkan aspirasi, maka pintu darurat harus kita buka, yaitu ANARKISLAH! Sulutlah api peperangan! Tapi jangan ngawur, jangan mengganggu sesama rakyat. Musuh kita sudah jelas, yakni Jokowi. Artinya, siapa saja yang menghadang kita ke Jokowi, maka dia itulah musuh kita.

Kali ini buruh resah dan gelisah masuk akal, sebab merekalah yang terancam oleh masalah dolar dan masalah masuknya 10 juta tenaga kerja China oleh sebab Jokowi mencabut syarat kewajiban bisa berbahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing.

Kita harus maklum dengan pemerintah China yang memelihara 1,5 milyar jiwa. Tentu masalah pengangguran sangat memusingkan kepala pemerintahnya. Karena itu jika Indonesia memberikan kesempatan investasi kepada RRC untuk mengerjakan proyek-proyek infrastruktur, mereka mempunyai kesempatan untuk mengajukan syarat menggunakan 10 juta tenaga kerja dari mereka. Sementara itu dilematis Jokowi, jika bukan RRC, negara manalagi yang mau investasi di Indonesia? Dan Jokowi demi gengsinya mempertahankan program-program infrastrukturnya terpaksa menutup mata terhadap masalah menumpuknya pengangguran di negaranya sendiri.

Jokowi lebih suka melihat infrastruktur dari pada memikirkan nasib bangsanya sendiri. Karena itu syarat kewajiban bisa berbahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing dicabutnya, supaya 10 juta tenaga China itu halal masuk ke sini.

Istana Diserbu Demonstran, Jokowi Malah Bagi-Bagi Sembako

http://news.okezone.com/read/2015/09/01/337/1206038/istana-diserbu-demonstran-jokowi-malah-bagi-bagi-sembako

JAKARTA - Ratusan demonstran dari elemen buruh mulai memadati kawasan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Aksi unjuk rasa itu dijadwalkan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB, Selasa (1/9/2015).
Teriakan para demonstran itu pun menggema dan terdengar sayup-sayup dari area Istana Merdeka.
Berdasar agenda resmi dari Biro Pers Istana, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menyerahkan sejumlah paket sembako di kawasan Jakarta Barat sekira pukul 13.30 WIB siang nanti.
Dua lokasi yang dipilih untuk bagi-bagi sembako adalah Lapangan Bulutangkis RT 10/ RW 08, Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, dan Mushola Sohibul Istiqomah, Jalan Kalianyar II RT 06/ RW 01, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
Sebelum blusukan ke dua lokasi tersebut, sang Kepala Negara malah akan menyempatkan diri untuk santap siang bersama tukang ojek, sopir mikrolet, dan sopir taksi sebanyak 100 orang di Istana Merdeka pukul 12.00 WIB.

Tidak ada komentar: