Senin, 17 Agustus 2015

KAPAN ALLAH MULAI ADA?

Kapan tukang lemari mulai ada? Pada saat sebuah lemari yang bagus ada. Jika lemarinya jelek, maka itu bukanlah buatan tukang lemari.

Kapan anda disebut dokter? Pada saat seorang pasien anda sembuhkan. Sebab sekalipun anda sudah lulus kedokteran sejak zaman Majapahit, jika belum ada pasien yang berhasil anda sembuhkan, maka siapakah yang mau menyebut anda dokter, kecuali dokter gadungan?!

Kapan anda disebut guru? Pada saat ada murid. Sebab kalau tak ada murid anda ngomong sendiri, orang akan menyebut anda orang gila, bukan guru.

Kapan anda disebut suami? Pada saat ada istri. Sebelum ada istri maka anda adalah laki-laki yang nggak jelas.

Kapan anda disebut bapak? Pada saat ada anak. Sebelum ada anak, ya anda masih belum menjadi bapak.

Sekarang, kapan ALLAH mulai ada? Pada saat ada benda-benda ciptaan, seperti langit dan bumi. Sebelumnya? Sebelum ada benda-benda ciptaan jangan sekali-sekali mengaku ALLAH. ALLAH gadungan itu! Jadi, ALLAH ada bersamaan dengan adanya ciptaan.

Kapan ALLAH BAPA ada? Pada saat YESUS ada. Sebelum YESUS ada jangan sekali-sekali mengaku sebagai ALLAH BAPA.

Kapan ALLAH menjadi ALLAH saya? Pada saat saya mengakui DIA adalah ALLAH. Sebelum saya akui, maka DIA bukanlah ALLAH bagi saya. Jadi, ALLAH saya bergantung dari pengakuan saya. Kelak kalau saya jadi masuk Islam, maka ALLAH itu akan saya PHK. Saya akan mulai membuat ALLAH yang mahaesa. Jadi, siapakah yang membuat ALLAH? Yang membuat ALLAH adalah kita!

Kata Alkitab: Iman itu timbul dari pendengaran.

Roma 10:17    Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Kalau kita lahir dari keluarga Hindu, maka allah kita adalah dewa Brahman. Sebab itulah yang kita dengar sejak kecil. Kalau lahir dari keluarga Islam, maka allah kita adalah allah yang mahaesa. Dan itu tidak selamanya menjadi allah kita. Sebab manakala kita membaca Alkitab, maka kita akan mengenal ALLAH YAHWEH. Pada saat itulah kita akan PHK allah yang mahaesa, kita ganti dengan ALLAH YAHWEH. Jadi, kita adalah allahnya ALLAH. Sebab kitalah yang menjadikan dan meniadakannya.

Ketika saya berkata: ALLAH ada, seorang Atheis bertanya: "Mana? Di sebelahmu itu Siti, bukan ALLAH." Kenapa bisa begitu? Sebab apa yang dipelajarinya berbeda; "iman timbul dari pendengaran."

Jika demikian, adakah kebenaran? Tergantung dari sumber informasinya, tergantung dari kitab suci yang anda baca. Jika kitab suci yang salah yang kita baca, maka kita akan ketemu dengan allah yang salah. Sama halnya jika kita membaca peta yang salah, maka jalan yang kita lalui juga pasti salah. Jika seumur hidup kita tahunya kitab Hindu, maka seumur hidup itu pula kita akan menjadi umat Hindu. Kita nggak tahu apa-apa tentang adanya ALLAH yang lain selain Brahman. Sama halnya kaum Muslim yang hanya tahunya ALLAH. Kaum Muslim belum tahu adanya TUHAN selain ALLAH. Sebab prinsip yang mereka pegang: Tidak ada TUHAN selain ALLAH. Tapi umat Kristen sudah lebih maju. Mereka lebih kuat lagi karena selain punya ALLAH juga punya TUHAN.

Hua..ha..ha........

1 komentar:

Yang Setia Yang Benar mengatakan...

Sebaiknya saya sarankan anda untuk berpikir lebih luas guna menambah wawasan anda:
1.KAPAN PENCIPTA LANGIT DAN BUMI INI MULAI ADA?
2.APAKAH PENCIPTA ALAM SEMESTA DAN SEGALA ISINYA INI TIDAK ADA, KETIKA ANDA BELUM DILAHIRKAN KEDUNIA INI?
3. APAKAH JIKA ALAM SEMESTA INI DIHANCUR LEBURKAN DAN DIMUSNAHKAN-NYA , MAKA APAKAH PENCIPTA ALAM SEMESTA INI IKUT HANCUR DAN MUSNAH?
4. BAGAIMANA CARANYA "DIA" MENCIPTAKAN LANGIT, BUMI , DLL?
5,DIMANA "DIA" SEBELUM LANGIT DAN BUMI DAN SEGALA SESUATU INI DICIPTAKAN-NYA?
6. SEBELUM ANDA DIKANDUNG IBU ANDA DAN DILAHIRKAN, DISEBUT APA ANDA? DAN DIMANAKAH ANDA SEBELUM ITU?
7. SEBELUM ORANG TUA ANDA DILAHIRKAN KEDUNIA, DIMANAKAH ORANG TUA ANDA ? DAN DIMANAKAH DAN DISEBUT APA ANDA SAAT ITU?
KENALLAH DIRI ANDA DULU BARU ANDA BISA MENGENAL PENCIPTA ANDA!