Minggu, 30 Agustus 2015

KASIHAN INDOSAT

Rupiah Jeblok, Indosat Rugi Kurs Hampir Rp 1 Triliun

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/08/29/172000026/Rupiah.Jeblok.Indosat.Rugi.Kurs.Hampir.Rp.1.Triliun.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Indosat Tbk mengaku mengalami rugi kurs besar selama semester I-2015. Karena itu, perusahaan berencana melakukan restrukturisasi utang. 
Division Head Investor Cummunications PT Indosat Tbk Andromeda H. Tristanto mengaku, selisih rugi kurs besar terjadi ketika rupiah melemah dari posisi Rp 13.000 per dollar AS ke 14.000-an. 
Akibatnya, perusahaan mencatat rugi selisih kurs Rp 996,5 miliar. "Kami rugi kurs hampir Rp 1 triliun," kata Andromeda, Jumat (28/8/2014). 
Untuk memitigasi pelemahan rupiah lebih lanjut, emiten halo-halo ini akan melakukan beberapa strategi. 
Pertama, memperbesar lindung nilai utang dollar. Target minimum utang dollar yang di-hedging 35 persen, dan kini perusahaan sudah melakukan lindung nilai atas 50 persen utang berdenominasi dollarnya. 
Kedua, mengurangi porsi utang dalam mata uang dollar. Akhir 2014, posisi utang dollar Indosat 800 juta dollar AS, di antaranya obligasi senilai 650 dollar AS yang akan jatuh tempo tahun 2020. 
Setelah restrukturisasi, porsi utang dollar Indosat 676 juta dollar AS (39 persen), sedangkan utang rupiah Rp 14,34 triliun (61 persen). (Agustinus Beo Da Costa)

Produsen Rokok Mulai Terimbas Pelemahan Rupiah, Produksi Masih Normal

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/08/29/031858926/Produsen.Rokok.Mulai.Terimbas.Pelemahan.Rupiah.Produksi.Masih.Normal

Industri dan Eksportir di Kab Bogor Terimbas Pelemahan Rupiah

http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2015/08/26/339940/industri-dan-eksportir-di-kab-bogor-terimbas-pelemahan-rupiah

Terimbas Anjloknya Rupiah, Seribu Pekerja Tekstil di-PHK

http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2015/08/24/161695/terimbas-anjloknya-rupiah-seribu-pekerja-tekstil-di-phk

Rupiah Mata Uang Berkinerja Terburuk Nomor 2 di Asia

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/08/29/164237726/Rupiah.Mata.Uang.Berkinerja.Terburuk.Nomor.2.di.Asia

JAKARTA, KOMPAS.com — Saat ini, rupiah adalah mata uang berkinerja terburuk nomor dua di Asia. Rupiah hanya satu peringkat di atas mata uang Malaysia, ringgit.

Direktur Sustainable Development Indonesia Drajad Wibowo mengatakan, pelemahan rupiah memang tidak bisa dihindarkan. Namun, Drajad mengkritik kebijakan pemerintah dalam mengantisipasinya sehingga rupiah jatuh di titik terendah sejak krisis 1998.

"Ringgit ada krisis politik. Kita tidak ada krisis politik. Kenapa rupiah dihukum pasar? Karena pemerintah terlena," ujar Drajad saat diskusi bertajuk Paket Murajarab Antilesu di Cikini, Jakarta, Sabtu (29/8/2015).

Menurut Drajad, pasar memandang, pemerintah menganggap seolah-oleh tidak ada persoalan ekonomi. Perilaku pemerintah itu membuat pasar meyakini pemerintah tidak melakukan apa-apa.

"Jadi, masalahnya adalah masalah kepercayaan," ujar Drajad.

Drajad pun mencontohkan sikap dan perilaku Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. Drajad mengatakan, mantan Menteri Keuangan ini merupakan tipe orang yang tidak mau membuang-buang uang untuk sesuatu yang tidak mungkin bisa dimenangkan.

Dia menyebutkan, Agus sudah memprediksi tidak akan menang melawan penurunan nilai mata uang.

"Dari sisi otoritas moneter, perilakunya sudah kebaca market. Market-nya kan bukan di Jakarta, tapi pemain pasar di Singapura, Hongkong, dan Eropa," kata Drajad. (Eri Komar Sinaga)

Tidak ada komentar: