Rabu, 05 Agustus 2015

KEMENANGAN DI TANGAN KITA - 2

Pak Sonny;

Nah...kalau ini asyik pak. Heroik kesannya...hihihi

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Yah, ketika saluran berbicara sudah tersumbat, sementara jika didiamkan kita akan mati konyol, maka lebih baik kita berjihad. Takluklah ketika tak ada kesempatan menang. Tapi ketika masih ada kesempatan menang, lawanlah!

Saya ingin mengatakan bahwa peperangan itu bukan hal yang tabu. Sebab ALLAH sendiri juga berperang. Justru di sorgalah permulaan peperangan. Di dunia, ALLAH bersama Abraham berperang melawan raja-raja di zaman itu. Di zaman nabi Musa, Yosua, Hakim-hakim, hingga kerajaan Israel, isinya adalah peperangan.

Bahkan setiap hari kita berperang melawan pikiran-pikiran jahat yang ada dalam pikiran kita.

>> Dalam forum rapat/diskusi kita juga perang argumentasi.

>> Dalam hubungan pacaran maupun perkawinan juga ada perang mulut. Jika sampai
      ke ujung mata gelap terjadilah bunuh-membunuh antara suami-istri, atau seperti
      kasus Margriet yang tega membunuh anak angkatnya: Angeline, umur 8 tahun.

>> Dalam perdagangan juga ada perang harga. Jika sampai ujung emosi juga terjadilah
      bunuh-membunuh, seperti Gojek yang dimusuhi ojek pangkalan.

>> Di jalan raya, jika mobil atau motor anda diserempet mobil orang juga tak menutup
      kemungkinan terjadinya saling jotos.

>> PBB yang bermisi perdamaian juga mempunyai keputusan untuk memerangi suatu
      negara yang bertentangan dengan konstitusi internasional.

Yang berusaha menutupi kenyataan perang dan mengharamkannya itu 'kan pendeta-pendeta sesat yang penakut, yang hidupnya damai oleh setumpuk uang hasil menipu umatnya?! Dan saya bukan termasuk kumpulan mereka itu.

Tidak ada komentar: