Selasa, 18 Agustus 2015

KISAH-KISAH INI AKAN TERULANG KEMBALI

Dahulu kala ada uang 25 Sen, 1 rupiah, 2,5 rupiah, 10 rupiah, 500 rupiah dan terbesar 1.000 rupiah. Dengan dalih yang sama dengan dalihnya Gojek yang tidak menyaingi ojek pangkalan, namun nyatanya kini mata uang itu semua sudah tak ada jejaknya. Kini mata uang terkecilnya adalah Rp. 100,- sedangkan terbesarnya Rp. 100.000,-

Hasil gambar untuk gambar mata uang kuno


Dahulu kala angkutan penumpang dikuasai oleh Opelet. Dengan dalih yang sama dengan dalihnya Gojek yang tidak akan menyaingi ojek pangkalan, namun nyatanya kini tak ada satupun Opelet yang beroperasi. Kini angkutan penumpangnya dikuasai oleh Metromini, Mayasari Bhakti, Kopaja dan Mikrolet.

Hasil gambar untuk gambar oplet


Dahulu kala Kedoeng Ombo, Jawa Tengah adalah sebuah desa yang padat penduduknya, ada 5.268 keluarga. Dengan dalih yang sama dengan dalihnya Gojek yang tidak akan menyaingi ojek pangkalan, namun nyatanya kini di sana adalah waduk pembangkit tenaga listrik. 5.268 keluarga itu kini sudah menjadi air semuanya.

Hasil gambar untuk gambar kedung ombo


Dahulu kala banyak sekali toko-toko, baik di jalan raya maupun di gang-gang. Dengan dalih yang sama dengan dalihnya Gojek yang tidak akan menyaingi ojek pangkalan, namun nyatanya kini yang bertebaran di jalan-jalan adalah Alfamart dan Indomart.



Sekarang ini yang sedang berlangsung adalah proses penyingkiran ojek-ojek pangkalan. Mereka sedang digusur oleh Buldozer yang bernama: GOJEK, yang mendapatkan dukungan gubernur gendeng: Ahok. Kita tinggal menghitung hari kapankah ojek-ojek pangkalan itu musnah dari bumi nusantara ini?

Hasil gambar untuk gambar ojek pangkalan

Tidak ada komentar: