Jumat, 14 Agustus 2015

LUHUT AKAN KEMBALIKAN SYSTEM ORDE BARU

Masihkah kita tenang-tenang saja, jika seluruh kekuatan elite negeri ini berhasil dipersatukan sebagaimana di zaman Orde Baru, itu artinya adalah penderitaan rakyat kecil! Wouh! Perlukah lulusan Harvard University untuk membuka pikiran kita akan nasib dan masa depan bangsa ini?! Kita benar-benar sedang dalam bahaya yang sangat besar!


Luhut Panjaitan Naksir Cara Orba Jaga Stabilitas Negara
http://nasional.sindonews.com/read/1032684/12/luhut-panjaitan-naksir-cara-orba-jaga-stabilitas-negara-1439458045

Luhut Panjaitan Naksir Cara Orba Jaga Stabilitas Negara


JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan mengajak sejumlah menteri dan pemimpin lembaga di bawah koordinasi Kemenko Polhukam untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas negara.

Meminjam adagium era Orde Baru (Orba) Luhut mengatakan, secara perlahan kondisi ekonomi Indonesia akan membaik jika ditopang dengan keamanan yang kondusif.

"Ekonomi ini tidak akan lepas dari keamanan," kata Luhut di Gedung Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2015).

"Itu saya pikir yang disampaikan oleh Orde Baru Pak Harto dulu sangat benar, salah satu pilar dari pada negara itu adalah ekonomi dan keamanan," Imbuhnya. (Baca: Luhut Jabat Menko Polhukam, Lampu Kuning untuk DPR)

Mengawali awal masa jabatannya, Luhut langsung mengajak Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung dan sejumlah menteri yang berada di bawah koordinasinya untuk membentuk teamwork yang baik.

"Kemarin saya bicara dengan presiden cukup lama berdua. Memang sama pikiran kami, beliau mengharapkan juga ingin koordinasi. Kita bangun teamwork," jelasnya.

"Kita bangun satu suara, jadi saya berharap kita semua dengan keadaan kurang baik ekonomi global maupun domestik ini, kita bisa buat satu ketenangan. Karena ketenangan ini sangat dibutuhkan market," pungkasnya.

KPK, Polri, dan Kejagung Diminta Resapi Pidato Jokowi
http://nasional.sindonews.com/read/1033148/13/kpk-polri-dan-kejagung-diminta-resapi-pidato-jokowi-1439551558

KPK Polri dan Kejagung Diminta Resapi Pidato Jokowi

JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly berharap pidato Presiden Joko Widodo dalam Sidang Tahunan MPR mampu diserap oleh lembaga penegak hukum.

Menurut Yasonna, lembaga hukum tengah mengalami perubahan baik dari sisi pembenahan hukum maupun organisasi. Oleh karena itu, kata dia, dibutuhkan iklim yang mendukung dari semua pihak.

Yasonna berharap, pidato Jokowi mampu diserap oleh masing-masing lembaga hukum untuk mengakhiri segala perbedaan.

Khusus untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dia berharap tim panitia seleksi bisa menemukan calon pemimpin KPK yang diharapkan masyarakat.

"Ini sangat penting, jangan lagi ada peristiwa-peristiwa yang seperti itu (gesekan antarlembaga negara). Menko Polhukam juga kemarin bilang harus ada sinergitas," tutur Yasonna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015).

Presiden Jokowi dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR mengajak lembaga negara untuk membangun kekompakan demi memperkuat sistem presidensial.

"Namun demikian, kekompakan lembaga-lembaga negara sangat diperlukan dalam perjuangan untuk mewujudkan janji kemerdekaan sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945," tutur Jokowi. (Baca: Jokowi Minta Lembaga Negara Kompak dan Saling Sinergi)

Menurut dia, pidato Presiden menjadi indikasi positif upaya pembangunan hukum di Indonesia.

"Sudah dilihat tanda-tanda sinergitas antara KPK dan Polri, Jaksa agung dan lembaga hukum lainnya," ucap Yasonna.

Tidak ada komentar: