Kamis, 20 Agustus 2015

MANAKAH NEGARA SUPER POWER?

Manakah negara super power?

Untuk menjawab pertanyaan itu tidaklah sulit, tidak perlu mencari informasi atau mengumpulkan data-data, bahkan anak-anak SD-pun bisa menjawabnya dengan sangat tangkas, bahwa itu adalah Amerika Serikat. Itu menyatakan bahwa kekuatan adi daya Amerika Serikat benar-benar tak tertandingi, merupakan satu-satunya yang sangat menonjol di dunia. Kalau dulu orang masih bingung untuk menetapkan mana yang lebih kuat antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet, sebab kekuatan mereka hampir seimbang. Tapi setelah Uni Soviet bubar, terpecah menjadi beberapa negara, maka Amerika Serikat menjadi negara yang tanpa tandingan lagi.

Dari jumlah penduduk, jumlah pasukan, kekuatan persenjataan, kecanggihan dan lain-lainnya, Amerika Serikat adalah yang nomor satu di dunia. Itu adalah tentang orang Bule, bukan tentang orang Arab. Saya tidak mengaitkan Amerika sebagai agama Kristen tapi sebagai bangsa Bule. Artinya, kekuatan itu sanggup melenyapkan bangsa-bangsa Arab atau kekuatan Islam di seluruh dunia. Ini logika, lho, bukan acara provokasi.

Arab Saudi memang negara kayaraya, baik dari minyak maupun dari bisnis ritual Islamnya. Tapi untuk eksis di dunia ini bukan dengan kekuatan harta, melainkan harus dengan pedang. Sejak zaman dahulu bangsa-bangsa memberikan perhatian besarnya pada kekuatan militernya, bukan pada menumpuk kekayaannya. Sebab bangsa yang lemah militernya akan menjadi makanan empuk dari bangsa yang kuat militernya.

Kekuatan Islam menjadi semakin rapuh oleh sebab terpecah-pecahnya negara-negara Arab dan perbedaan paham. Islam Saudi berbeda dengan Islam Iran. Islam Iran berbeda dengan Islam Irak. Islam Irak berbeda dengan Islam Indonesia. Berbeda dengan Al Qaedah, berbeda dengan ISIS. Bahkan kehadiran ISIS ini menjadi ancaman bagi semua Islam.

Jadi, Islam ini posisinya bagaikan telor di ujung tanduk. Satu hentakan saja sudah habis. - Jangan gusar, tapi mari merenungkannya. Bagaimana agama ALLAH ini bisa seperti telor di ujung tanduk? Seperti apakah ALLAH yang menjadi pelindungnya? Jangan-jangan ALLAH itu juga hanya sebutir telor?

Mari lihat data kekuatan militer dunia tahun 2015 ini:

http://hizbut-tahrir.or.id/2015/04/06/kekuatan-militer-terbesar-2015/

1. Amerika Serikat – 581 Milyar USD

Anggaran pertahanan AS tahun ini menyumbang sekitar 39 persen dari total anggaran semua negara di dunia untuk militer, menurut studi International Institute for Strategic Studies di London. Tercatat AS memiliki sekitar 1,3 juta personil, lebih dari 30.000 kendaraan lapis baja, 13.000 pesawat dan helikopter tempur, 10 kapal induk, 72 kapal selam dan puluhan kapal perang lain.

2. Cina – 129 Milyar USD

Beijing aktif meningkatkan anggaran pertahanan dari tahun ke tahun. Proyek terbesar militer Cina saat ini adalah peremajaan kapal induk milik Rusia yang diberi nama Liaoning dan pengembangan pesawat tempur siluman Shenyang J-31 yang bentuknya menyerupai F35 Lightning II milik militer AS. Secara umum Cina memiliki lebih dari 9000 tank, 3000 pesawat dan helikopter tempur serta 70 kapal perang.

3. Arab Saudi – 81 Milyar USD

Kekuatan terbesar militer Arab Saudi berada di udara. Negeri para Emir itu saat ini tercatat memiliki 500 pesawat tempur modern yang dibeli dari Amerika Serikat dan Eropa. Belakangan Arab Saudi juga sedang mengupayakan pembelian 800 tank Leopard 2 dari Jerman. Saat ini negara kaya minyak itu sudah memiliki lebih dari 7000 kendaraan lapis baja dan sekitar 230 ribu tentara.


Kita melihat anggaran Amerika Serikat itu 6 kali lipatnya anggaran Arab Saudi. Jumlah tentara Amerika Serikat itu 5 kali lipatnya Arab Saudi, kendaraan lapis bajanya 4 kali lipat, dan pesawat 26 kali lipatnya. Sudah begitu lemah, masih diperlemah bahwa semua peralatan militer Arab Saudi itu bukan buatan sendiri, melainkan berasal dari Amerika Serikat. Arab Saudi sebagai pusat Islam hanyalah seekor semut, sedangkan Amerika Serikat adalah gajahnya. Rapuh sekali!

Kita harus bertanya, donk, di mana otak-otak cemerlang Arab Saudi atau orang-orang Islam itu? Mengapa Islam tidak dikaruniai otak yang cemerlang? Bahkan nabi Muhammad menyuruh umatnya pergi mencari ilmu ke negeri China. Gila! Muhammad mengharamkan babi tapi mengais ilmu dari negara babi. Mengapa umat ALLAH sampai harus berguru ke umat kafir, bangsa penyembah berhala dan pemakan babi? Bukankah seharusnya bangsa China itulah yang berguru ke bangsa Arab dan belajar Islam? Nabi Muhammad telah menjerumuskan umatnya ke derajat yang sangat rendah. "Bismillah ir rahman ir rahim" harus diganti menjadi: "Ik, ol, san, se, u, liuk, jik, pak, ciu, sek."
Ini bahan pikiran buat anda untuk melihat Islam secara objektif.

Apakah kehebatan Islam, selain dari korma dan air zam-zam-nya?! Agama Islamnya? Wouh, agama itu sudah rusak sangat parah. Agama itu sudah seperti besi karatan atau kayu keropos dimakan ngengat! Sebuah agama yang menentang keras babi, malahan bermandi babi. Para jamaah hajinya wajib disuntik dengan vaksin yang mengandung babi, sedangkan umat Islam yang sakit yang berobat ke dokter dikasih obat yang mengandung babi pula.

Benarkah Vaksin Imunisasi Mengandung Lemak Babi?

http://lifestyle.okezone.com/read/2014/08/22/482/1028588/benarkah-vaksin-imunisasi-mengandung-lemak-babi

BANYAK isu keliru mengenai imunisasi di Indonesia, di antaranya vaksin mengandung lemak babi. Isu tersebut sudah pasti menimbulkan berbagai reaksi.

Menurut Sekretaris Satgas Imunisasi PP-IDAI dan Ahli Tumbuh Kembang Anak dari FKUI-RSCM, Dr Soedjatmiko, Spa (K), Msi, vaksin imunisasi yang mengandung lemak babi tidaklah benar. Namun, diakuinya, vaksin tersebut dulu memang pernah bersinggungan saat penyemaian bibit vaksin.

“Tidak ada dan bukannya mengandung, vaksin itu pernah bersinggungan pada waktu penyemaian di bibit vaksin yang awal. Jadi, vaksin yang awal itu sekitar 10-20 tahun yang lalu, begitu disemai kemudian dipanen menggunakan tripsin yang berasal dari enzim pankreas babi,” kata Dr Soedjatmiko pada School of Vaccine Journalist di Gedung Dewan Pers, Jakarta, baru-baru ini.

Lalu, mengapa harus menggunakan dari pankreas babi? Dr. Soedjatmiko mengatakan bahwa bila menggunakan dari enzim pankreas hewan lainnya, seperti sapi, kerbau, dan kuda maka hasil imunisasi tidak bagus. Karena itu, dipilihlah pankreas babi.

“Tetapi, setelah itu dicuci dengan ultrafiltrasi berpuluh-puluh kali sehingga pada waktu vaksin dijual, itu (pankreas babi-red) sudah tidak ada lagi. Jadi, di awal-awal hanya bersinggungan, bukan bercampur,” jelasnya.

Lalu, apa bukti vaksin imunisasi tidak mengandung lemak babi? Dr. Soedjatmiko menegaskan bila sampai hari ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak pernah melarang imunisasi.

“Buktinya apa vaksin tidak mengandung lemak babi? MUI sampai hari ini tidak pernah melarang imunisasi. Saya sudah keliling 17 kota dengan MUI, tidak ada yang pernah bilang kalau imunisasi dilarang. MUI tidak pernah melarang asalkan memenuhi kaidah-kaidah,” tutupnya. (fik)
(tty)

Terafiliasi MUI, HFCE Halalkan Vaksin Babi

http://nasional.tempo.co/read/news/2014/08/05/173597251/terafiliasi-mui-hfce-halalkan-vaksin-babi

TEMPO.CO, Jakarta - Halal Food Council of Europe, lembaga sertifikasi halal di Belgia, meloloskan vaksin kekebalan tubuh bagi anak-anak yang mengandung trypsin atau enzim babi. GlaxoSmithKline yang memproduksi vaksin tersebut mengajukan sertifikasi halal kepada HFCE karena mengekspornya ke Indonesia. HFCE diakui Majelis Ulama Indonesia sebagai lembaga sertifikat halal untuk kawasan Eropa.

Vaksin mengandung enzim babi yang dihalalkan itu diungkap laporan majalah Tempo edisi pekan ini berjudul "Permainan Lain Halal-Haram". Laporan itu merupakan lanjutan dari laporan utama "Astaga Label Halal" yang terbit pada Maret 2014. Lanjutan cerita skandal label halal pada edisi pekan ini mengungkap permainan halal-haram di tiga negara: Australia, Chicago, dan Belgia. (Baca: Cadbury Jamin Produknya di Indonesia Halal)

Dalam dokumen yang dimiliki Tempo, sertifikat halal itu diberikan HFCE pada Desember 2013 untuk vaksin Rotarix. Di Indonesia, vaksin ini dijual seharga Rp 200 ribu dan peredarannya telah disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan. Manajer Komunikasi GSK Donatella Latocca menyangkal sertifikat halal vaksin Rotarix berasal dari HFCE. "Dan kami menghindari bahan baku vaksin berasal dari hewan," katanya. (Baca: UU Halal Diberlakukan Jelang SBY Lengser)

Lolosnya vaksin Rotarix itu, menurut sumber di HFCE, karena Ketua MUI Amidhan Shaberah duduk sebagai penasihat. Jabatan yang mengandung konflik kepentingan ini menyebabkan audit MUI terhadap HFCE menjadi tumpul. Direktur HFCE Muhammad Munir Chaudry mengakui Amidhan sebagai unofficial advisor. Awalnya, Amidhan menolak menjadi penasihat. Ia kemudian bersedia setelah dibujuk staf HFCE. "Dia memberi nasihat soal halal, tapi dibayar US$ 500 jika menjadi pembicara di seminar," katanya. (Baca: MUI Diduga Monopoli Label Halal)

Chaudry tak menutup diri jika stafnya ada yang teledor memeriksa vaksin sehingga trypsin lolos dari pemeriksaan. "Soal teknis ini concern kami membenahinya, tapi tak ada hubungannya dengan struktur keanggotaan Amidhan di perusahaan," katanya.

Vaksin Babi Jamaah Haji

http://somaaji.blogspot.com/2013/06/vaksin-babi-jamaah-haji.html

Penggunaaan barang haram dalam vaksin kembali menghebohkan. Kali ini bahan vaksin menginitis yang wajib disuntikkan kepada calon haji Indonesia dipertanyakan banyak pihak. Pasalnya, produksi vaksin itu menggunakan enzimd dari organ dalam babi.
Selama bertahun-tahu, jamaah haji Indonesia harus disuntik vaksin meningitis yang mengandung enzim babi, Darurat, alasannya. Padahal Malaysia sudah bisa membuat yang halal. Saat ini sudah ada vaksin meningitis dari enzim sapi seperti yang disuntikkan ke jamaah haji Malaysia

Secara chemisty, DNA (Deoxybro Nucleid Acid) manusia dan babi hanya beda 3 persen. Menurut DR Muladno, ahli genetika molekuler di Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bandung, aplikasi teknologi transgenetika membuat organ penyusun tubuh babi akan semakin mirip dengan manusia.
Itu sebabnya, menurut Sumanto dan Armien Meiwes (Jerman), daging manusia dan daging babi rasanya mirip. Keduanya pernah dihukum karena membunuh manusia dan memakan sebagian dagingnya.
Kamaluddim Al Damiriy, dalam Kitabul Hayawan Al Kubra memaparkan sifat buruk babi, Diantaranya, lahap makan ular dan bangkai binatang. Racun ular sama sekali tidak berpengaruh baginya. Ia juga memakan kotoran hewan lain dan bahkan juga kotorannya sendiri.
Sejak 1994, MUI sudah berfatwa bahwa haram hukumnya memanfaatkan babi dan semua unsure atau bagiannya. Termasuk enzim babi sekalipun yang digunakan pada pembuatan vaksin menginitis.
Dasarnya adalah firman Allah SWT dalam Al Qur’an, “Diharamkan bagimu makan bangkai, darah dan babi,…” (QS. Al Maa’idah : 3). Diperkuat dengan hadits yang diriwayatkan oleh Jabir ra bahwa Rasulullah SAW berwasiat, “Allah mengharamkan penjualan (dan pembelian) arak, bangkai dan babi,” Seseorang sahabat bertanya :’Ya Rasulullah bagaimana dengan lemak babi ? Lemak bagi dapat digunakan untuk mengecat perahu, menghaluskan kulit dan sebagai alat penerang (pelita) ?”Nabi menegaskan, “Tidak,, ia tetap haram. Allah mengutuk orang-orang Yahudi. Allah mengharamkan mereka makan lemak babi, tetapi mereka mengumpulkannya lalu menjualnya dan makan harganya (hasilnya)” (HR. Bukhari, Muslim dan Ashabus Sunnah).
Selama ini pemerintahan Arab Saudi mewajibkan para calon haji disuntik vaksin menginitis. Katanya, untuk melindungi dari penyakit maninglokal, yang disebabkan virus Naiseira Manginitis. Virus ini menyebabkan infeksi pada selaput otak dan meningokomenia (keracunan darah), dan menular melalui batuk, bersin, serta nafas mulut. Katanya, belum ada obat yang bisa menyembuhkan.
Nah, yang selama ini dirahasiakan, virus meningokokus awalnya diambil dari cairan darah orang Amerika yang terkena menginitis. Virus ini diundang oleh kebiasaan menenggak minuman beralcohol dan pro aktif dengan kebiasaan dugem.
Belakangan, produksi vaksin meningitis menggunakan enzim dari organ dalam babi.
Anggota Majlis Pertimbangan Kesehatan Dan Syara’ (MPKS) Departemen Kesehatan (Depkes), Prof Jurnalis Udin, membenarkan hamper semua produsen vaksin menggunakan enzim babi dalam proses pembuatannya. Apalagi, vaksin menginitis untuk jamaah haji dan umroh itu diproduksi oleh Eropa dan Amerika.
Bagi industry Eropa dan Amerika, tidak ada istilah halal-haram dalam membuat vaksin. Vaksin polio misalnya, dibuat dari campuran ginjal kera, sel kanker manusia, serta cairan tubuh hewan tertentu termasuk serum dari sapi, bayi kuda, dan ektrak mentah lambung babi.
Beberapa vaksin juga diperoleh dari aborsi janin manusia, yang dijakarta saja jumlahnya mencapai 100.000 kasus pertahun. Vaksin untuk cacar air, Hepatitis A, dan MMR, diperoleh dengan menggunakan fetal cell line dari janin manusia yang diaborsi.
Sel line tersebut biasanya diambil dari bagian paru-paru, kulit, otot, ginjal, hati, thyroid, thymus, dan hati yang diperoleh dari janin aborsi terpisah dengan kode tertentu. Isolat WI-38 misalnya, berarti diperoleh dari paru-paru bayi perempuan berumur 3 bulan.
Prof Jurnalis mengakui, selama ini Depkes dan MPKS mengetahui bahwa vaksin meningitis menggunakan enzim babi.
“Namun, kami memutuskan haram berubah menjadi makruh karena kondirinya darurat”, ungkap jurnalis seperti dikutip dari Republika (29/4). Dalihnya, untuk kepentingan umat Islam yang menjadi jamaah haji. “Pemerintah berniat melindungi rakyat, karena pemerintah Arab Saudi mewajibkan calon jamaah haji harus divaksin supaya tidak terserang meningitis”.
Namun, MPKS meminta agar status darurat vaksin meningitis tidak berlarut-larut. “Nggak boleh terus menerus darurat. Ini kealpaan kita juga. Untuk itu saya minta Biofarma dan importir obat menggunakan enzim dari sapi dalam pembuatan vaksin”, katanya. Toh, perusahaan Malaysia pun sudah mampu memproduksi vaksi meningitis yang halal.
Direktur LPPOM MUI, Nadratuzzaman Hosen, membenarkan bahwa kasus vaksin meningitis ini mengandung enzim babi ini kasus lama yang didiamkan pemerintah. “Ini masalah lama, kita tahu, Departemen kesehatan juga tahu. Banyak vaksin yang mengandung enzim babi, bukan hanya vaksin meningitis saja”, ungkap Nadra yang mengaku sudah berulang kali protes ke pemerintah soal ini.
Menurut Nadra, pemerintah Saudi memang awam dalam hal kehalalan produk. “Soal babi misalnya, mereka hanya tahu jangan makan daging babi saja”, katanya. Saudi Arabia karenanya belum perlu memiliki lembaga sertifikasi halal meskipun halal-product sudah menjadi tren global.
Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Indonesia (AMPHURI), HM Baluki Ahmad, mendesak Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari bertindak cepat menyelesaikan kasus vaksin meningitis yang mengandung enzim babi.
“Kami harap Menkes segera melakukan klasifikasi dan bertindak cepat. Karena kami dari asosiasi banyak mendapatkan pertanyaan dari calon jamaah Umrah”, kata Baluki Ahmad di kantor AMPHURI, Jakarta, Rabu (29/4). Baluki menegaskan jika vaksin meningitis itu mengandung enzim babi, Depkes harus menggantinya dengan vaksin meningitis yang halal.
Selain tidak halal, efektifitas vaksin meningitis juga layak dipertanyakan. Vaksin ini tidak member perlindungan utuh, hanya mengurangi resiko penyakit meninglokal yang disebabkan oleh Serogroup A, C, Y dan W 135. Penerima suntikan masih berpeluang terkena penyakit sebanyak 30 persen pasa seluruh kelompok usia.
Vaksin meningitis efekstif hanya untuk 3 sampai 5 tahun. Ia mengandung temirosal (air raksa( sebagai bahan pengawet. Padahal bahan ini, salah satu pemicu kanker (karsinogen)dan gangguan syaraf yang berdampak buruk pada sel-sel otak dan organ tubuh jamaah haji.
Beberapa jamaah haji Indonesia mengalami gejala-gejala seperti biru-biru diseluruh tubuh, jantung berdebar-debar, nyawa seperti melayang, rasa ketakutan, pusing, mual , setelah divaksin meningitis.[]taqiyuddin albaghdady

Dikutip dari : Tabloit Media Umat, Edisi 13,

Menkes: Hampir Semua Obat Mengandung Babi 

http://www.bersamadakwah.com/2013/12/menkes-hampir-semua-obat-mengandung-babi.html

Demi memperjuangkan barang haram yang terkandung dalam vaksin, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menolak sertifikasi halal pada produk farmasi pada Rancangan Undang-undang Jaminan Produk Halal (RUU JPH), lansir Pelita Online.

Nafsiah Mboi menyatakan bahwa produk farmasi seperti obat dan vaksin memang mengandung barang haram sehingga tidak bisa disertifikasi halal.

“Contohnya, walaupun bahan vaksin tidak mengandung babi, tapi katalisatornya itu mengandung unsur babi. Sehingga tidak bisa dinilai kehalalannya,” ujar Nafsiah di Jakarta, Selasa (3/12).

Menurutnya, bila sertifikasi halal itu diterapkan, vaksin yang mengandung babi itu tidak bisa digunakan karena tidak memiliki sertifikasi halal.

Nafsiah berdalih, seorang yang berhaji terkena influenza tidak bisa diobati lantaran obatnya mengandung babi.

“Kita menolak sertifikasi halal itu untuk vaksin dan obat-obatan,” tandasnya.

Lebih lanjut Nafsiah mengaku dirinya tidak dilibatkan dalam pembahasan RUU ini. "Tidak (dilibatkan)," katanya. [POL/Bersamadakwah]

INILAH KODE INTERNASIONAL PADA MAKANAN BERKEMAS MENGANDUNG BABI…

 http://infotekkom.wordpress.com/2010/09/03/awas-inilah-kode-internasional-pada-makanan-berkemas-mengandung-babi/

Astaghfirullah barusan saya dapat email yang bunyinya kayak gini….
tolong disebarkan, untuk diketahui…!!
KODE BABI PADA MAKANAN BERKEMAS,Tolong di Forward ke saudara2 yang lain !!!!!!
Kode-kode di bawah ini, positif mengandung lemak babi: E100, E110, E120, E-140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234,E252,E270, E280, E325, E326, E327, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482,E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635, E904.
[http://www.facebook.com/photo.php?pid=302291&fbid=148671345153219&op=1&view=all&subj=429994048669&aid=-1&auser=0&oid=429994048669&id=100000310625670]
Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib, bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya, mencatat semua merk barang, makanan & obat-obatan Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan produk tesebut harus terlebih dulu mendapat ijin dari BPOM Perancis Dan Shaikh Sahib bekerja di bagian QC. Tak heran jika IA mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebutdituliskan dengan istilah ilmiah, namun Ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141.
[http://www.facebook.com/photo.php?pid=302285&fbid=148669918486695&op=1&view=all&subj=429994048669&aid=-1&auser=0&oid=429994048669&id=100000310625670]
Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis, dia penasaran lalu menanyakan kode matematis tersebut kepada orang Prancis yang berwenang dalam bidang itu. Orang Prancis menjawab, Kerjakan saja tugasmu, Dan jangan banyak tanya …!
Jawaban itu, semakin menimbulkan kecurigaan Sahib, lalu IA pun mulai mencari tahu kode matematis dalam dokumen yang Ada. Ternyata, apa yang dia temukan cukup mengagetkan kaum muslimin dunia. Hampir di seluruh negara bagian barat, termasuk Eropa pilihan utama untuk daging adalah daging babi. Peternakan babi sangat banyak terdapat di negara- negara tersebut. Di Perancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000 unit.
[http://www.facebook.com/photo.php?pid=302290&fbid=148671128486574&op=1&view=all&subj=429994048669&aid=-1&auser=0&oid=429994048669&id=100000310625670]
Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan hewan lainnya. Namun, orang Eropa & Amerika berusaha menghindari lemak-lemak itu. Yang menjadi pertanyaan dikemanakan lemak-lemak babi tersebut ? Babi-babi dipotong di rumah jagal yang diawasi BPOM, tapi yang bikin pusing POM adalah membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi. Dahulu sekitar 60 tahun yang lalu, lemak-lemak babi itu dibakar. Kini merekapun berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut. Sebagai awal ujicobanya, mereka membuat sabun dengan bahan lemak babi, Dan ternyata berhasil. Lemak-lemak itu diproses secara kimiawi, dikemas rapi Dan dipasarkan. Negara di Eropa memberlakukan aturan yang mewajibkan bahan setiap produk makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Karena itu, bahan dari lemak babi dicantumkan dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada kemasan produknya. Agar mudah dipasarkan, penulisan lemak babi dalam kemasan diganti dengan lemak hewan. Ketika produsen ditanya pihak berwenang dari negara Islam, maka dijawab lemak tersebut adalah lemak sapi & domba. Meskipun begitu lemak-lemak itu haram bagi Muslim, karena penyembelihannya tidak sesuai syariat Islam.
Label baru itu dilarang keras masuk negara Islam, akibatnya produsen menghadapi masalah keuangan sangat serius, karena 75% penghasilan mereka diperoleh dengan menjual produk ke negara Islam, mengingat laba yang dicapai bisa mencapai miliaran dollar.
Akhirnya, mereka membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti BPOM, sementara orang lain tak Ada yang tahu.
Kode diawali dengan E ? CODES,E-INGREDIENTS, ini terdapat dalam produk perusahaan mutinasional, antara lain : pasta gigi, pemen karet, cokelat, gula2, biskuit, makanan kaleng, buah2an kaleng, Dan beberapa multivitamin serta masih banyak lagi jenis makanan & obat2an lainnya.
Karena itu, saya mohon kepada sesama Muslim dimana pun, untuk memeriksa secara seksama bahan2 produk yang akan Kita konsumsi Dan mencocokannya dengan daftar kode E-CODES, berikut ini karena produk dengan kode-kode di bawah ini, positif mengandung lemak babi: E100, E110, E120, E-140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234,E252,E270, E280, E325, E326, E327, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482,E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635, E904.
Adalah tanggungjawab Kita bersama untuk mengikuti syari’at Islam Dan juga memberitahukan informasi ini kepada sesama Muslim lainnya.
[http://www.facebook.com/photo.php?pid=302287&fbid=148670935153260&op=1&view=all&subj=429994048669&aid=-1&auser=0&oid=429994048669&id=100000310625670]
****************Prennss …kalo mau hang out di Starbucks or Coffebean, pikir2 ulang deh… Karena, ternyata semua minuman mengandung elmusifier yang berasal dari babi. Kalo membeli makanan Kita juga gampang mengetahui halal or haram, caranya dg melihat Ada tidaknya kode E ? Trus tiga digit angka dibelakangnya, Dan itu artinya bahan2 berasal dari lemak babi…
****************Dear all …Jika memang emulsifier yang dipake starbuck adalah kode E471 (tidak Ada embel2 lain, misal : lecithin de soja atau soy lecithin), maka saya yakin bahwa ‘origin’nya adalah pork or varken (babi). Sebenarnya tak hanya E471 tapi juga E472, para keluarga Muslim Groningen the Netherlands & ikatan kel Muslim Eropa memperingatkan kami utk mengecek content / ingredient emulsifier ini pd setiap produk makanan yg akan dibeli. Kami pun sempat kaget, karena emulsifier juga digunakan pada roti tawar. Karena itu, kami sarankan kpd kel muslim utk pilih roti tawar dg istilah biological bread (non-chemical additive), tentu saja resikonya harga lebih mahal (1/2 blok roti tawar jenis ini hampir 3 X harga roti tawar dg emulsifier), tapi yang penting kan halal.
[http://www.facebook.com/photo.php?pid=302292&fbid=148671491819871&op=1&view=all&subj=429994048669&aid=-1&auser=0&oid=429994048669&id=100000310625670]
****************************FYI ….E471 biasa dikenal dg sebutan lecithin è originnya merupakan ekstrak dari tulang babi. E472 (saya tak ingat nama dagangnya) è originnya adalah ekstrak tulang babi. Kedua additive ini merupakan senyawa turunan dr asam lemak (fattyacid). Biasanya kedua additive ini sangat sering ditemukan pada produk2 berikut : Produk makanan mengandung cokelat è roti, ice cream, biskuit, dll. Produk makanan yg perlu elmusifier è coklat bar, ice cream, or bulk, coffee cream, marshmallo, jelly, dsb.
Demikian sekilas info, Wallahu’alam bi shawab
Semoga manfaat,
Oleh Dr.M. Anjad Khan, Medical Research Institute United States.

Daftar Obat Yang Tidak Halal dan Mengandung Babi di Indonesia
https://m.facebook.com/notes/mufti-besar-kesultanan-palembang-darussalam/daftar-obat-yang-tidak-halal-dan-mengandung-babi-dan-pengaruhnya-bagi-kejiwaan-d/683204355034432/

  1. Insulin. Insulin merupakan hormon yang digunakan untuk mengatur gula tubuh. Penderita diabetes memerlukan hormon insulin dari luar guna mengembalikan kondisi gula tubuhnya menjadi normal kembali. Insulin ini dimasukkan dengan cara penyuntikan atau injeksi. Menurut Prof Dr Sugijanto dari Universitas Airlangga, sumber insulin ini bisa berasal dari kelenjar mamalia atau dari mikroorganisme hasil rekayasa genetika. Jika dari mamalia, insulin yang paling mirip dengan insulin manusia adalah dari babi (lihat strukturnya). Insulin manusia : C256H381N65O76S6 MW=5807,7, Insulin babi : C257H383N65O77S6 MW=5777,6 (hanya 1 asam amino berbeda), Insulin sapi : C254H377N65O75S6 MW=5733,6 (ada 3 asam amino berbeda). Di pasaran ada beberapa produsen yang mengeluarkan produk ini. Salah satu yang cukup terkenal adalah Mixtard yang diproduksi Novonordisk. Ada banyak tipe mixtard yang diproduksi, masing-masing dengan kode produk yang berbeda. Di dalamnya ada yang berasal dari manusia dengan perbanyakan melalui DNA recombinant dan proses mikroba serta berasal dari hewan (babi). Namun informasi mengenai kehalalannya sangat minim, sehingga dokterpun tidak mengetahui apakah ia bersumber dari babi atau bukan. Masalahnya, insulin dari DNA recombinant ini harganya lebih mahal dibandingkan yang berasal dari hewan. Data dari International Diabetes Federation menyebutkan bahwa pada tahun 2003 insulin yang berasal dari manusia sebanyak 70%, disusul insulin babi sebanyak 17%, insulin sapi 8% dan sisanya 5% merupakan campuran antara babi dan sapi.                        
  2. Heparin. Obat ini berfungsi sebagai anti koagulan atau anti penggumpalan pada darah. Banyak digunakan bagi penderita penyakit jantung untuk menghindari penyumbatan pada pembuluh darah. Ketika terjadi penyumbatan yang menyebabkan terhambatnya aliran darah ke otak, maka pasien akan mengalami stroke. Obat jenis ini juga banyak di pasaran, hampir semuanya impor. Salah satu yang teridentifikasi berasal dari babi adalah Lovenox 4000 keluaran Aventis Pharma Specialities, Maisons-Alfort, Perancis dan diimpor oleh PT Aventis Pharma, Jakarta. Kandungan obat tersebut adalah heparin sodium yang bersumber dari babi. Hal ini diperkuat dengan registrasi Badan POM dengan nomor DKI0185600143A1  Sayangnya tulisan itu sangat kecil dan berada di kemasan, bukan pada jarum suntik. Sehingga ketika kemasan itu telah dibuang, maka dokter dan pasien yang bersangkutan tidak akan mengenalinya lagi.                                                                                                            
  3. Gelatin Kapsul. Sebenarnya cangkang kapsul merupakan bahan penolong yang digunakan untuk membungkus sediaan obat. Namun cangkang ini ikut ditelan dan masuk ke dalam tubuh kita. Bahan pembuat cangkang kapsul adalah gelatin. Gelatin ini bersumber dari tulang atau kulit hewan, bisa dari sapi, ikan atau babi. Sebenarnya Badan POM telah menegaskan bahwa gelatin yang masuk ke Indonesia hanya yang berasal dari sapi. Masalahnya, gelatin sapi ini tidal lantas halal begitu saja. Perlu dikaji apakah sapi tersebut disembelih secara Islam ataukah tidak. Masalah inilah yang sampai saat ini masih sulit dipecahkan. Selain itu ada pula obat yang diimpor sudah dalam bentuk kapsul. Misalnya untuk beberapa obat dan multi vitamin, yang kebanyakan dibungkus dalam kapsul lunak (soft capsule). Kapsul lunak ini banyak yang dibuat dari gelatin babi karena lebih bagus dan murah. Dari data yang ada, banyak obat-obatan impor yang berbentuk kapsul, baik keras maupun lunak. Misalnya saja Yunnan Baiyao yang diproduksi oleh Yunnan Baiyao Group Co. Ltd., Cina, dan diimpor oleh PT Saras Subur Ayoe. Selain itu juga multi vitamin, vitamin A dosis tinggi dan vitamin E yang dikemas dalam kapsul lunak.              
  4. Alkohol. Alkohol banyak digunakan sebagai pelarut untuk melarutkan bahan-bahan aktif. Obat batuk merupakan salah satu yang banyak menggunakan alkohol. Bahan ini sering dikonotasikan dengan minuman keras yang diharamkan dalam Islam. Oleh karena itu penggunaan alkohol dalam obat batuk masih mengundang kontroversi di tengah masyarakat. Jurnal Halal LPPOM MUI.                          

Awas Makan Haram, Amalan tidak di terima selama 40 Hari !!!

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan dunia ini sebagai tempat tinggal dan sekaligus untuk mendapatkan mata pencaharian. Dia ciptakan siang untuk mencari penghidupan dan malam untuk istirahat dan beribadah kepadaNya”Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.” (QS An-Naba’: 10-11).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan kepada kita untuk bekerja: “Tidaklah sekali-kali seseorang makan suatu makanan yang lebih baik daripada makan dari hasil kerja tangannya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Dawud makan dari hasil tangannya sendiri.” (HR. Al-Bukhari).

Islam juga memerintahkan agar di dalam mencari rizki itu dengan cara yang baik dan halal. 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, artinya: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika benar-benar hanya kepadaNya kamu menyembah.” (QS Al-Baqarah: 172). Dalam ayat lain, artinya:

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah syetan, karena syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 168).

Al-Hafidz Ibnu Mardawih meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas bahwa ketika dia (Ibnu Abbas) membaca ayat:

berdirilah Sa’ad bin Abi Waqash kemudian berkata:

“Ya Rasulullah, do’akan kepada Allah agar aku senantiasa menjadi orang yang dikabulkan do’anya oleh Allah.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan do’anya. Dan demi jiwaku yang ada di tanganNya, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amal-amalnya selama 40 hari, dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba maka neraka lebih layak baginya (HR. At-Thabrani) (Lihat Ad-durar Al-Mantsur fi Tafsir bil Ma’tsur Juz: II hal. 403).

Dari hadits di atas dapat kita ambil kesimpulan:

1. Perintah dari Allah agar memakan makanan yang halal.
2. Makanan yang halal merupakan sebab terkabulnya do’a.
3. Salah satu dampak dari memakan yang haram adalah tidak diterimanya amalan kita.


>>> Perintah Memakan Yang Halal

Tentang perintah untuk mencari yang halal dan memakan yang halal, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga telah memerintahkan kepada para RasulNya dengan firmanNya, yang artinya:

“Wahai para rasul, makanlah dari makanan yangbaik-baik dan kerjakanlah amal shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Mukminun: 51).

Maksud makan yang baik di sini adalah yang halal. Yang demikian itu diperintahkan terlebih dahulu sebelum mengerjakan amal shaleh, karena dengan memakan yang halal akan membantu untuk melaksanakan amal shaleh.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang larangan mendapatkan harta dengan cara yang haram, artinya:

“Dan janganlah sebagian kalian memakan harta sebagian yang lain di antara kalian dengan cara yang batil.” (QS Al-Baqarah: 188).


>>> Sebab Tidak Terkabulnya Do’a

Sesungguhnya manhaj Islam dalam hal makanan adalah sebagaimana manhaj Islam dalam masalah yang lainnya untuk menjaga akal, jiwa dan raga.

Diperbolehkannya makanan yang halal adalah karena bermanfaat bagi badan dan akal. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada para hambaNya agar meninggalkan makanan yang kotor dan haram karena akan berpengaruh negatif terhadap hati, akhlaq dan menghalangi hubungan dirinya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala , serta menyebabkan tidak terkabulnya do’a.

Dalam sebuah hadits disebutkan: Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik, dan tidak menerima sesuatu kecuali yang baik.” Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang beriman, seperti Dia perintahkan kepada para rasulNya dengan firmanNya, yang artinya:

“Wahai para Rasul, makanlah kalian dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kalian kerjakan”. Dan firmanNya: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah kalian dari makanan yang baik-baik, dan bersyukurlah kamu kepada Allah, jika benar-benar hanya kepadaNya kamu menyembah.”


Kemudian Rasulullah menyebutkan seorang laki-laki yang menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut lagi berdebu. Orang tersebut menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdo’a: “Ya Tuhanku .. Ya Tuhanku ..” Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, dan baju yang dipakainya dari hasil yang haram. Maka bagaimana mungkin do’anya akan dikabulkan?” (HR. Muslim, shahih).


Hadits di atas menerangkan bahwa makanan yang haram merupakan sebab tidak terkabulnya do’a.


>>> Pengaruh Makanan Haram

Hendaknya kita bertaqwa kepada Allah dengan cara memakan makanan yang halal dan menjauhi makanan yang haram.

Karena makanan yang baik itu mempunyai pengaruh yang besar bagi manusia, terhadap akhlaqnya, kehidupan hatinya dan jernihnya pandangan serta diterimanya amal-amal kita.

Sedangkan makanan yang haram mempunyai dampak buruk bagi manusia, yang kalaulah dampak itu hanyalah tidak dikabulkannya do’apun niscaya hal itu merupakan kerugian yang besar.

Karena seorang hamba tidak lepas dari kebutuhan berdo’a kepada Allah.

Di samping itu masih ada dampak lain dari memakan yang haram, yaitu tidak diterimanya amal-amal yang telah kita laksanakan.

Dalam sebuah hadits disebutkan:

Dari Abu Hurairah radhiyallah ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa memperoleh harta dengan cara yang haram, kemudian ia shadaqahkan, maka tidak akan mendatangkan pahala, dan dosanya ditimpakan kepadanya.” (HR. Ibnu Hibban dalam Kitab Shahihnya dengan sanad hasan).

Ibnu Umar radhiyallah ‘anhu berkata:

“Barangsiapa membeli baju dengan sepuluh ribu dirham, namun dari sepuluh ribu dirham tersebut ada satu dirham yang haram, maka Allah tidak menerima amalnya selama baju itu masih menempel di tubuhnya.”


Ibnu Abbas radhiyallah ‘anhu berkata: “Allah tidak menerima shalat seseorang yang di dalam perutnya ada sedikit makanan haram.”

Para wali sangat berhati-hati sekali terhadap apa-apa yang akan masuk ke dalam mulut dan perut mereka.

Mereka amat bersikap wara’ di dalam menjauhi hal-hal yang syubhat apalagi yang haram.

Dalam kitab shahih Al-Bukhari disebutkan, ‘Aisyah radhiyallah ‘anha menceritakan bahwa Abu Bakar mempunyai pembantu yang selalu menyediakan makanan untuknya.

Suatu kali pembantu tersebut membawa makanan maka iapun memakannya. Setelah tahu bahwa makanan tersebut didapatkan dengan cara yang haram, maka dengan serta merta ia masukkan jari tangannya ke kerongkongan, kemudian ia muntahkan kembali makanan yang baru saja masuk ke dalam perutnya.

Imam An-Nawawi ketika hidup di negeri Syam, ia tidak mau memakan buah-buahan di negeri tersebut.

Tatkala orang menanyakan tentang sebabnya, maka ia menjawab:

Di sana ada kebun-kebun wakaf yang telah hilang, maka saya khawatir memakan buah-buahan dari kebun tersebut.

Makanan haram bisa disebabkan memang dzatnya yang haram, seperti: bangkai, daging babi, darah dan sebagainya. Atau karena haram cara mendapatkannya, seperti dengan cara mencuri, riba, curang dalam jual beli, korupsi, suap dan lain sebagainya.

Praktek-praktek mendapatkan harta dengan cara yang haram dapat dengan mudah kita saksikan di zaman ini. Perampokan, penipuan, riba, korupsi, kolusi dan yang lainnya hampir-hampir selalu diekspos tiap hari oleh koran-koran dan televisi atau media lainnya.

Seolah-olah hal ini sudah merupakan masalah yang biasa. Segala macam cara akan digunakan manusia dalam rangka untuk mendapatkan harta yang sebanyak-banyaknya.Rasulullah telah bersabda:

“Akan datang suatu zaman, sese-orang tidak akan peduli terhadap apa yang ia ambil, apakah itu halal atau haram.” (HR. Bukhari).

Padahal harta yang haram itu selain berdampak tidak terkabulnya do’a dan ditolaknya amal, ia juga merupakan sebab mendapatkan adzab Allah di akhirat nanti.

Dalam sebuah hadits shahih disebutkan bahwa tidak bergerak dua telapak kaki anak cucu Adam di hari kiamat nanti sampai ditanya (salah satunya) tentang hartanya darimana ia dapatkan dan ke mana ia belanjakan. (untuk matan lengkapnya lihat Sunan At-Tirmidzi, hadits no.2417).

Maka hendaknya kita bermuhasabah, introspeksi diri.

Berapa banyak do’a yang telah kita panjatkan kepada Allah, berapa banyak istighotsah digelar dalam rangka mengatasi berbagai krisis yang mendera bangsa kita, dan berbagai bencana yang menimpa negeri kita.

Namun pada kenyataannya bencana demi bencana tetap melanda, berbagai krisis tidak teratasi dan berbagai kesulitan tak kunjung usai.

Mungkinkah ini karena bangsa Indonesia sudah terbiasa dengan praktik-praktik mendapatkan harta dengan cara yang haram? Sudah terbiasa mengkon-sumsi barang-barang haram, sehingga Allah tidak mengabulkan do’a-do’a kita? Wallahu A’lam bish Shawab.

Tidak ada komentar: