Jumat, 14 Agustus 2015

MENGAMBIL KEPUTUSAN YANG PALING BENAR

Tadi siang saya bercermin dan mendapati lingkaran[halo] pada mata saya masih ada. Entah berkurang atau bertambah parah saya belum bisa memastikan karena ketika bercermin yang pertama kondisi pandangan saya kabur berat. Yang jelas semenjak saya rawat dengan air ludah, pandangan mata saya terang sekali, kepala tidak sakit serta bisa bertahan di depan komputer selama 6 jam. Bagi saya ini luar biasa sekali.

Tapi jika saya cocokkan dengan gejala-gejala katarak, ada 7 gejala, saya belum pernah mengalami ke-7 hal tersebut. Namun jika saya cocokkan dengan kondisi mata normal, mata saya yang ber "halo" memberi petunjuk bahwa itu termasuk katarak. Jika bukan katarak, lalu apa? Tampaknya memiliki kecenderungan glaukoma, abangnya katarak. Hanya saya juga tak pernah melihat bayangan pelangi ketika melihat cahaya. Kecocokannya dengan glaukoma adalah serangannya mendadak - disebut "pencuri penglihatan." Bisa mendadak buta tanpa tanda-tanda awal.

Sekalipun saya belum memeriksakan diri ke dokter mata - harusnya saya periksakan supaya bisa mendapatkan keterangan resminya, namun saya lebih suka mengasumsikan diri sebagai terkena salah satu dari penyakit mata tersebut; entah katarak entah glaukoma. Tujuannya supaya saya lebih waspada dan siap menghadapi hal yang terburuk. Tokh, untuk zaman sekarang ilmu kedokteran pasti sudah merasuki internet sehingga antara keterangan dokter dengan keterangan internet takkan berbeda jauh.

Saya anggap diri saya sedang terserang katarak/glaukoma tersebut sehingga saya sedang terancam kebutaan setiap saat. Mau tak mau saya memikirkan masalah ini secara serius. Kalau bisa sih jangan sampai punya penyakit apapun, lebih-lebih sampai buta. Tapi saya harus mempersiapkan terburuknya, yaitu seandainya itu benar. Apakah yang harus saya lakukan? Jika bukan ketakutan, minimalnya saya dihantui kekuatiran juga, sama seperti anda yang sedang menderita suatu penyakit. Mau tak mau memakan pikiran.

Maka saya berpikir tentang dokter. Sekalipun saya berpantang ke dokter, jika dokter bisa menyembuhkan, mengapa saya harus berpantang keras? Karena mata penting, mengapa tidak saya langgar saja pantangan itu? Begitu pikir saya. Tapi puji TUHAN ternyata, dokter ahli macam apapun, biaya operasi sebesar Rp. 50 jutapun bukan suatu jaminan katarak bisa disembuhkan dengan operasi. Lebih-lebih operasi katarak yang gratisan - untuk praktek mahasiswa kedokteran biasanya.

Uang tak ada, BPJS tak ada, operasi katarakpun masih bisa menimbulkan glaukoma, resiko operasi dan angka keberhasilan yang masih di angka 90%. Jadi, jikapun saya punya duit 50 juta belum tentu bisa menyelesaikan masalah. Mana ada dokter untuk penyakit apapun yang berani menjamin kepastian sembuhnya? Sembuh syukur kalau nggak sembuh tak bisa digugat. Maka saya pikir buat apa saya ke dokter yang merupakan pantangan saya juga?

Pengobatan ke dokter saya pastikan saya coret dari pikiran atau harapan saya. Kini saya alihkan ke pengobatan herbal. Puji TUHAN Wikipedia menyediakan keterangan bahwa herbal masih belum terbukti kebenarannya. Teorinya mungkin benar namun prakteknya masih belum ada orang yang disembuhkan. Herbal cocoknya untuk pencegahan bukan untuk pengobatan.

Kata Wikipedia tentang herbal: "Perlu di ingat bahwa klaim ini dinyatakan berhasil dalam uji coba laboratorium, dan untuk uji coba pada Manusia belum ada bukti secara medis."

Hah?! Bagaimana saya mengharapkan pengobatan dari herbal?! Yang bilang kalau herbal itu manjur 'kan perusahaan herbalnya, sedangkan testimoninya bisa jadi palsu - orang-orang yang nggak jelas.

Pengobatan alternatif lainnya? Dokter dan herbal saja nggak bisa menjamin, apa lagi orang-orang yang praktek pengobatan alternatif? Bodoh sekali saya mempercayai mereka!

Ruang gerak saya semakin sempit, mengarahkan saya pada TUHAN saja. Yah, siapa lagi yang pasti bisa menyembuhkan selain dari DIA yang menciptakan?! Dan inilah jalan yang paling cocok bagi saya yang rohaniawan, yang mengaku sebagai hamba TUHAN.

Apa yang saya pikirkan tentang TUHAN? Jika TUHAN menghendaki saya buta, TUHAN pasti tak perlu menunggu penyakit katarak itu berproses. Terlalu lama itu, sementara setiap hari pasti banyak orang yang menjadi buta karena kecelakaan atau ulah jahat orang. Nggak perlu katarak, TUHAN ijinkan seseorang menusuk mata saya, bukankah hari ini juga saya buta?!

Jadi, kebutaan ini hanyalah sebuah ancaman saja - gertak sambal untuk menguji nyali dan kesetiaan saya pada TUHAN saja.

Sebaliknya, jika TUHAN berkenan menyembuhkan saya dari kebutaan, mengapa harus melalui dokter atau herbal? Tak perlu itu. TUHAN cukup berfirman: "sembuhlah", maka saya pasti sembuh. Tapi bagaimana TUHAN menyembuhkan jika saya belum sakit - belum buta? Apakah saya saat ini sakit mata? Tidak! Apakah saya saat ini buta? Tidak! Jadi, apanya yang harus disebuhkan oleh TUHAN?!

Kalau hanya lingkaran "halo" saja yang tidak sampai mengganggu penglihatan saya, haruskah saya berseru-seru meminta TUHAN menyingkirkannya? Akh, tak usahlah! Biarkanlah lingkaran halo itu tetap ada di mata saya selamanya, asalkan tak mengganggu saya. Mengapa tidak?!

Jika kebutaan mata saya bisa membawa kemuliaan nama TUHAN, mengapa saya menolak buta?! Tidak! Saya tidak boleh tidak memuliakan TUHAN. Justru saya harus menyiapkan diri saya untuk kemuliaan TUHAN. Jadi, apa yang harus saya inginkan?! - Hai kebutaan, kemarilah! Datanglah segera!

Sadrakh, Mesakh dan Abednego harus masuk lautan api lebih dahulu baru diselamatkan TUHAN. Lazarus, ketika sakit keras TUHAN YESUS santai. TUHAN YESUS baru menjenguk setelah Lazarus mati dan dikuburkan 3 hari. Pada saat itulah TUHAN YESUS membangkitkan Lazarus. Bagaimana dengan TUHAN YESUS sendiri? TUHAN YESUS berseru kepada maut: "Hai maut, di mana sengatmu?" - Hai kematian, apa hebatmu sehingga semua orang ketakutan menghadapimu? Sini, kemarilah, biarlah AKU yang menghadapimu! Maka TUHAN YESUS-pun mati disalibkan dan pada hari yang ke-3 ALLAH membangkitkanNYA.

Apakah saya sombong jika saya menantang-nantang kebutaan mata saya? Jelas tidak, siapa sih yang senang buta? Apa enaknya menjadi orang buta? Tapi jika kebutaan itu akan membawa kemuliaan bagi ALLAH, tidakkah sepatutnya saya ini rela berkorban untuk kemuliaan ALLAH?!

Bagaimana dengan anda yang terancam penyakit-penyakit mengerikan dan mematikan? Tidak maukah anda menjadi seperti Lazarus yang mati dulu baru menerima kebangkitan, supaya nama TUHAN dimasyhurkan di seluruh bumi?!

Kelinci harus rela dijadikan percobaan supaya ilmu kedokteran mengalami kemajuan. Demikian halnya dengan kita harus rela menghadapi persoalan apa saja supaya nama TUHAN dipermuliakan orang.

7 Ciri Ciri Mata Akan Katarak

http://halosehat.com/penyakit/katarak/ciri-ciri-mata-katarak


Katarak merupakan penyakit yang banyak terjadi pada orang lanjut usia. Laki-laki dan perempuan bisa terkena katarak. Katarak adalah penyakit yang menyerang organ mata dan bisa terjadi pada salah satu mata atau dua mata sekaligus. Pada umumnya mata yang sehat memiliki bagian lensa normal yang bisa menjadi jalan masuknya cahaya hingga ke bagian belakang mata. Tapi kondisi ini tidak bisa terjadi untuk penderita katarak.
Penderita katarak akan memiliki bagian lensa yang lebih buram, sehingga tidak semua cahaya luar bisa masuk ke bagian belakang mata. Hal inilah yang menyebabkan pandangan mata menjadi kabur dan akan semakin parah bila tidak diobati.

Jenis penyakit katarak:

Katarak biasanya terjadi karena faktor umur dan banyak terjadi pada orang lanjut usia. Tapi ada jenis katarak tertentu yang bisa terjadi pada anak-anak. Berikut ini 2 jenis katarak yang perlu dipahami :
  • Katarak Kongenital
Katarak Kongenital biasanya terjadi pada bayi setelah lahir atau sesaat setelah lahir. Kondisi ini juga bisa berkembang untuk anak-anak hingga remaja. Gejala katarak ini disebabkan karena ada kelainan kromosom dari orang tua yang menyebabkan katarak kecil yang berkembang menjadi lebih luas.
  • Katarak pada Usia Lanjut 
Katarak ini akan menyebabkan orang yang lebih tua tidak bisa melihat dengan jelas. Pada awalnya penderita katarak masih bisa melihat dengan bantuan kacamata dan cahaya yang lebih terang. Namun pada tahap yang lebih lanjut maka katarak bisa berkembang lebih cepat dan menyebabkan gangguan penglihatan parah.


Proses pembentukan katarak:


Apakah mata yang terkena katarak bisa dilihat secara langsung? Pada awalnya mata yang terkena katarak akan terlihat seperti mata normal yang sehat. Namun ketika beberapa lapisan putih sudah muncul, maka katarak akan lebih terlihat. Lapisan-lapisan putih yang terus menumpuk pada bagian mata akan menyebabkan katarak.
Berikut ini adalah beberapa jenis ciri dari mata yang terkena katarak  :
1. Lukisan Pada Mata
Pada awalnya ciri ciri mata katarak akan terbentuk dalam ukuran yang sangat kecil. Namun pada saat itu biasanya pandangan mata akan sedikit kabur. Jika dibiarkan dalam waktu yang lebih lama maka pandangan akan kabur, terlihat awan pada mata dan gelap. Lensa mata akan mengalami perubahan warna dan beberapa orang sering melihat lensa mata yang tidak fokus. Hal ini dapat terjadi karena mata tidak bisa memandang sebuah objek dengan fokus.
2. Lapisan Kuning atau Coklat
Pada gejala yang awal maka mata yang terkena katarak akan terlihat lebih kuning atau coklat. Kondisi ini akan menyebabkan penderita katarak tidak bisa melihat secara jelas saat malam hari. Pada saat tertentu maka mata juga tidak akan peka terhadap cahaya lampu. Orang yang memiliki katarak awal sangat rentan mengalami kecelakaan apabila mengemudi pada malam hari.
3. Mata Silau
Biasanya mata yang terkena katarak tidak tahan terhadap cahaya, baik cahaya lampu maupun cahaya matahari. Orang yang terkena katarak biasanya akan merasa sangat sakit bila terkena cahaya atau lampu. Pada kondisi ini sebenarnya katarak belum terlalu parah dan bisa diobati dengan beberapa metode. Meskipun metode ini hanya untuk mencegah agar katarak tidak bertambah parah.
4. Mata Melihat Cincin di Sumber Cahaya
Apabila mata sudah melihat ada banyak cincin di sumber cahaya, maka itu adalah pertanda mata yang terkena katarak. Kondisi ini disebabkan karena cahaya yang masuk ke bagian mata menghasilkan difraksi sehingga pantulan yang berasal dari cahaya menyerupai cincin pada bagian sumber cahaya. Penderita katarak dengan ciri ini biasanya ditemukan karena beberapa gangguan lain seperti diabetes, glaukoma, dan stroke.
5. Pandangan Mata Kabur
Orang yang terkena katarak biasanya merasakan pandangan kabur yang terlihat seperti gangguan mata minus atau gangguan lain. Pada awalnya gejala ini bisa diatasi setelah memakai kacamata, tapi tidak bisa bertahan dalam waktu yang lama. Pandangan mata akan tetap kabur dan tidak bisa diatasi dengan kaca mata.
6. Pandangan Mata Kuning
Semua orang yang terkena ciri ciri mata katarak akan merasa beberapa bayangan yang tertangkap lensa mata memiliki warna kuning. Beberapa orang katarak pada awalnya akan melihat warna televisi atau layar komputer mengalami perubahan. Pada dasarnya hal ini disebabkan karena cahaya yang masuk ke lensa menyebabkan semua warna tidak tertangkap dengan baik.
7. Gambar Menjadi Ganda
Semua orang yang terkena katarak akan melihat bahwa semua objek pandangan menjadi dua atau ganda. Kondisi difraksi yang terjadi pada bagian lensa menyebabkan pandangan mata tidak terlihat dalam ukuran dan bentuk yang sebenarnya. Pengujian ini bisa dilakukan dengan menutup salah satu mata secara bergantian, jika kondisinya tetap sama maka kemungkinan besar itu adalah gejala awal pada mata.

Apakah Katarak Bisa Dicegah?

Banyak orang yang merasa takut akan terkena katarak, mengingat ada banyak jutaan penderita katarak baru yang terus berkembang. Orang-orang yang memiliki resiko tinggi terkena katarak, mungkin memang memiliki angka yang cukup besar untuk terkena katarak. Tapi, pada dasarnya kita bisa merawat mata agar tidak terkena katarak.
Berikut ini adalah beberapa cara menjaga kesehatan mata agar tidak terkena katarak.
  • Konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung vitamin dan antioksidan yang tinggi. Jenis makanan yang disarankan adalah seperti jeruk, wortel, pepaya, sayuran hijau dan kacang-kacangan.
  • Jaga pola dan gaya hidup yang baik seperti tidak mengkonsumsi alkohol maupun rokok. Bahkan asap rokok yang pekat juga bisa mengganggu mata sehingga Anda bisa menjauhkan diri dari asap rokok agar tidak terkena katarak.
  • Jika Anda keluar pada siang hari, maka lindungi mata dengan memakai kaca mata. Kacamata akan melindungi lensa mata dari paparan sinar matahari yang cukup tajam.
  • Batasi makanan manis yang bisa memicu penyebab diabetes. Diabetes selalu menyebabkan ciri ciir mata katarak, bahkan bisa menjadi ancaman kebutaan permanen yang serius. Untuk mengatasi hal ini maka Anda harus terus mempertahankan gaya hidup yang sehat.

Glaukoma

https://id.wikipedia.org/wiki/Glaukoma

Gejala

Seringkali Glaukoma tanpa gejala apapun (tanpa sakit), sehingga dijuluki si “pencuri penglihatan” oleh karena kerusakan yang terjadi perlahan dan umumnya tidak disadari oleh penderitanya, kerusakan syaraf penglihatan yang sudah terjadi tidak dapat dikembalikan menjadi normal. Oleh karena itu screening perlu dilakukan berkala, walaupun tidak ada gejala apapun.[3] Pada beberapa orang dapat terjadi Glaukoma, walaupun tekanan bola matanya rendah, sedangkan sebaliknya pada beberapa orang dengan tekanan bola mata tinggi tidak merasakan sakit apapun yang bisa saja penglihatannya tetap masih normal ataupun sudah ada Glaukomanya. Kerusakan syaraf mata yang masih sedikit ataupun berkurangnya Luas Lapang Pandang yang masih sedikit tak dapat dideteksi dengan mata telanjang bahkan oleh Dokter Mata sekalipun dan perlu dilakukan Humprey Test untuk memastikan ada atau mulai berkurangnya Luas Lapang Pandang.

Dapatkah glaukoma disembuhkan?

Jawaban TanyaDok.com di : http://www.tanyadok.com/artikel-konsultasi/dapatkah-glaukoma-disembuhkan

Dapatkah glaukoma disembuhkan?
http://www.tanyadok.com/artikel-konsultasi/dapatkah-glaukoma-disembuhkan

Dok saya ingin tahu. Kenapa terjadi glaukoma dan penyebabnya terjadi glaukoma apa? Kira-kira cara penyembuhannya bagaimana dan biayanya berapa? Kemarin periksa ke dokter mata, beliau bilang glaukoma tidak dapat disembuhkan dan hanya menekan supaya tidak berkembang lagi. Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

Jawaban Dokter : salam sehat glaukoma adalah kelompok penyakit mata yang disebabkan oleh tingginya tekanan bola mata sehingga menyebabkan rusaknya saraf optik yang membentuk bagian-bagian retina retina dibelakang bola mata. penyebab glaukoma hingga saat ini tidak diketahui tapi ada beberapa faktor yang meningkatkan resiko yaitu: - Umur --> usia semakin tua (>40 tahun maka resiko semakin meningkat) - turunan --> bila anda keluarga yang menderita maka resiko terkena glaukoma akan meningkat 6 kali lipat - memakai obat steroid secara tidak terkontrol - riwayat trauma pada mata - penyakit kronis seperti hipertensi, Diabetes, dll glaukoma memang tidak bisa sembuh tapi bisa ditekan sehingga komplikasi kebutaan bisa dicegah. caranya bisa dengan obat-obatan, laser mata hingga operasi tergantung kondisi mata anda. sebaiknya pilihan terapi ditentukan oleh dokter spesialis mata yang mengetahui baik kondisi anda. semoga membantu.

Waspadai Glaukoma Setelah Katarak
Waspadai Glaukoma Setelah Katarak
http://kesehatan-wow.blogspot.com/2015/05/waspadai-glaukoma-setelah-katarak.html

Apa yang dapat terjadi setelah mata katarak? Glaukoma bisa mengintai kepada siapa saja, terlebih di dalamnya adalah orang yang pernah terkena mata katarak.

Glaukoma merupakan salah satu penyakit mata yang populer di mana tekanan cairan dalam bola mata menjadi tinggi sehingga merusak saraf optik yang membawa sinyal penglihatan dari mata ke otak. Penyakit ini menjadi salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Jikas katarak terlalu parah, kerusakan terhadap lensa akan membuat cairan dalam bola mata ikut meninggi. Ini yang dapat memicu indikasi lainnya, kerusakan saraf optik atau glaukoma.

Cara Mengobati Glaukoma Secara Alami

http://inkesehatan.blogspot.com/2014/06/cara-mengobati-glaukoma-secara-alami.html

Taukah anda Glaukoma adalah penyebab kebutaan terbesar ke-2 didunia? Bahkan Glaukoma termasuk dalam kelompok penyakit mata yang mampu merusak optik mata dan mengakibatkan kebutaan. Jadi sebernanya Apa itu Glaukoma?.
Glaukoma adalah penyakit dimana tekanan fluida meningkat pada mata. Jika hal ini tidak segera ditangani mungkin pasien yang mengidap penyakit ini akan kehilangan penglihatan matanya.penyakit ini umumnya dapat mempengaruhi kedua belah mata, walaupun mungkin hanya salah satu mata yang mengalami gejala parah.


Cara Menyembuhkan Penyakit Glaukoma
Penyakit Glaukoma, Apa dan bagaimana cara mengobatinya?

Penyebab Glaukoma?

Sebenarnya penyebab glaukoma belum sepenuhnya diketahui. Namun biasanya Glaukoma terjadi akibat penumpukan cairan mata yang menyebabkan syaraf - syaraf mata rusak dan tidak bisa menghantarkan darah kebagian mata.
Pada mata yang sehat Cairan mata akan dikeringkan secara teratur.Namun pada mereka yang mengidap penyakit Glaukoma sistem Drainase di mata tidak bekerja dengan baik, sehingga cairan dimata menumpuk dan menyebabkan tekanan pada mata. Seiring waktu mata yang mengalami tekanan perlahan  menyababkan serabut saraf yang penting mati.

Jenis - jenis Glaukoma

Ada beberapa jenis penyakit glaukoma, diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Glaukoma Sudut Tertutup
Glaukoma ini termasuk kedalam Glaukoma akut. ia akan datang secara tiba- tiba. Pasien akan mengalami sakit yang luar biasa dan bahkan tidak bisa melihat sama sekali dalam seketika. Tetapi untungnya karena rasa sakit tersebut si pendertia akan segera bergegas mendatangi dokter sehingga cepat ditangani dan mencegah kerusakan pada mata semakin parah.
b. Glaukoma Sudut Terbuka
Proses Penyakit Glaukoma ini sangat lambat sehingga pasien sama sekali tidak merasakan gejala apapun dan tidak mengetahuinya. Sehingga banyak orang tidak segera mendapatkan perawatan medis sampai terjadi kerusakan yang permanen pada mata.
c. Ketegangan Glaukoma Rendah
Pada jenis ini tekanan pada mata normal, namun kerusakan saraf optik masih berjadi. Mungkin hal ini disebabkan karena saraf mata over sensitiv.
d. Pigmen Glaukoma
Jenis ini umumnya berkembang pada awal atau pertengahan dewasa. Butiran pigmen yang muncul dari belakang iris tersebar didalam mata. dan mengakibatkan meshwork trabecular. sehingga tekanan penglihatan mata menurun.

Gejala Penyakit Glaukoma

Untuk mengetahui apakah anda terkena penyakit glaukoma, setidaknya anda harus mengetahui seperti apa gejala glaukoma terlebih dahulu. Berikut ini adalah beberapa gejala yang biasanya terjadi ketika seseorang mengalami glaukoma.
  • Sakit Mata yang Parah
  • Penglihatan menjadi Kabur
  • Kemerahan Pada Mata
  • Sakit Mata yang disertai Mual dan Muntah
  • Ketika melihat lampu anda akan melihat pelangi dan mata terasa sakit karena pembengkakan mata
  • Terjadi masalah penglihatan yang tak terduga akibat kekurangan cahaya.

Bahkan terkadang pengidap Glaukoma sama sekali tidak merasakan gejala apa - apa namun pada tingkat akut mereka menjadi tidak bisa melihat. Maka dari itu Glaukoma juga sering disebut sebut sebagai "Pencuri Penglihatan".

Siapa yang Beresiko Tinggi Mengidap Penyakit Glaukoma?

Berikut ini adalah beberapa kategori orang yang memiliki resiko tinggi mengalami glaukoma :
  • Berumur Lebih dari 60 tahun, ketika berumur lebih dari 60 thn orang rentan sekali terhadap penyakit ini, karena kemampuan sistem syaraf dimata telah menurun.
  • Mengidap Penyakit Kronis, untuk anda yang memiliki penyakit kronis seperti Jantung, Diabetes, Tekanan Dara Tinggi, Hipotiroidisme beresiko tinggi terserang penyakit glaukoma.
  • Riwayat Keluarga, Jika ada salah seorang keluarga anda yang mengidap penyakit Glaukoma maka besar kemungkinan anda juga akan mengidap penyakit yang sama. sama seperti halnya faktor keturunan.
  • Cidera Mata dan Rabun, untuk anda yang pernah dioprasi Mata, atau pernah mengidap Tumor Mata, Radang Mata pokoonya semua hal yang menyebabkan mata anda cideramaka anda memiliki resiko untuk terjangkit penyakit glaukoma juga.
  • Penggunaan Kortikosteroid, penggunaan obat yang mengandung Kortikosteroid secara berlebihan dapat beresiko terkena Glaukoma, apalagi terlalu sering mrnggunakan obat tetes yang mengandung Kortikosteroid.

Cara Mendiagnosis Penyakit Glaukoma dengan Benar

Dokter Mata biasanya melakukan hal yang sederhana seperti " meniup mata" untuk melihat tekanan pada mata anda. Dokter juga menggunakan alat  yaitu Tonometer untuk melihat seberapa besar tekanan pada mata anda. selain itu juga dokter memeriksa ketebalan kornea mata anda karena ketebalan kornea dapat mempengaruhi tekanan mata.

Cara  Konvesional Menurunkan Tekanan Pada Mata

Biasanya solusi pengobatan mata pada penyakit Glakoma yaitu melalui Oprasi mata, menggunakan obat tetes mata, atau obat obat dari dokter yang berbahan kimia  Namu obat tetes mata dan obat lainnya malah memberikan segudang masalah yang timbul setelah digunakan terlalu sering contohnya :
  • Penglihatan Menjadi Kabur
  • Terjadi Masalah pada Pernafasan
  • Kelupaan
  • Menurunkan Denyut Jantung
  • Mata terasa terbakar dan tersengat
  • Bahkan yang lebih parah dari itu semua adalah hasil oprasi yang bisa mengakibatkan mata Katarak

Cara Alami Turunkan Tekanan Mata atau Glaukoma

Sangat mengejutkan sekali, ketika melakukan gaya hidup yang sehat akan menurunkan Tekanan darah. Dengan menurunnya tekanan dara pada tubuh maka Tekanan pada mata pun ikut menurun. sehingga Glaukomapun bisa di atasi dan dihindari tanpa menberikan resiko yang tinggi. Dibawah ini ada beberapa Tips sehat untuk menurunkan tekanan pada mata antara lain :
1. Memakan Suplemen Omega 3 Lemak Hewani
Omega 3 mengandung DHA yaang dapat menbantu dan melindungi fungsi Retina Mata. Selain itu juga mampu mencegah degenerasi makula yang dapat menyebabkan kebutaan. Omega 3 dapat ditemukan pada ikan segar baik ikan laut, danau maupun kolam.
2. Mendapat banyak Lutein dan Zeaxanthin
Pasti istilah ini sangat asing bukan?. Sebenarnya Lutein merupakan karotenoid yang dapat ditemukan pada sayuran hijjau. yang mampu menjadi zat antioksidan serta melindungi mata dari radikal bebas. Contoh makanan yang mengandung Lutein antara lain bayam, brokoli, dll.  Sama hal nya dengan Lutein, Zeaxanthin juga membantu melindungi mata.contoh makanan yang mengandung Zeaxathin adalah kuning telur. Namun usahakan memakan kuning telur yang setengah matang agar zar Karotenoidnya tidak rusak ketika digoreng.
3. Mengurangi Lemak
Diet tinggi lemak juga berkontribusi besar terhadap degenerasi makula. sehingga dapat menurunkan Tekanan pada mata.
4. Memakan Buah Berwarna Gelap
Makanlah buah blue berry atau chanbery. mungkin buah ini agak langka kalau diwilayah indonesia. namun buah yang berwarna gelap mampu membalikan degenerasi makula. mereka mampu memperkuat kapiler yang membawa nutrisi keoto mata dan ke saraf mata.
5. Menurunkan Kadar Insulin
Orang yang memiliki tingkat insulin yang tinggi dapat menyebabkan tekanan darah naik. studi menunjukan resistensi insulin sering terjadi pada orang yang diabetes, obesitas dan tekanan darah tinggi. Perbanyak lah memakan Roti, Beras, Kentang, Pasta untuk menurunkan kadar insulin pada tubuh anda.
6. Olah Raga
Nah kalau istilah yang satu ini sudah tidak diragukan lagi. dia mampu mejadi penawar alami bagi setiap penyakit. lakukanlah Aerobik dan olah raga lainnya secara teratur karena dapat meurunkan Kadar insulin. sehingga mata menjadi sehat dan mengurangi resiko tekanan mata atau Glaukoma.

Operasi Katarak Mata, Yang Harus Diketahui?

http://operasi-katarak.com/operasi-katarak-mata-apa-yang-harus-diketahui-2/

Operasi Katarak MataOperasi katarak mata merupakan sebuah solusi bagi pengobatan katarak mata. Katarak memang merupakan penyakit yang bisa disembuhkan dengan cepat dan total melalui operasi. Namun, seperti kebanyakan operasi lainnya, operasi katarak mata juga memungkinkan anda untuk mendapatkan risiko besar. Operasi katarak mata bisa menimbulkan risiko pendarahan dan infeksi. Kami memberikan daftar mengenai hal apa saja yang harus anda ketahui mengenai katarak termasuk risiko operasi katarak mata itu sendiri.
Operasi Katarak Mata, Apa Yang Harus Diketahui?
Operasi Katarak Mata, Apa Yang Harus Diketahui?
Apakah operasi katarak mata efektif diterapkan?
Dalam konteks ini, telah ada sebuah pembuktian meyakinkan mengenai keberhasilan operasi katarak mata. Di Amerika Serikat, penghapusan katarak yang paling umum dilakukan adalah melalui operasi. Operasi katarak mata dianggap sebagai hal yang snagat efektif dalam menyembuhkan katarak. Ini terbukti karena ada 90 persen kasus katarak yang berhasil disembuhkan melalui operasi katarak mata.
Apakah yang dokter lakukan sebelum operasi katarak mata?
Satu atau dua minggu sebelum operasi, dokter akan melakukan beberapa tes. Tes-tes ini mungkin termasuk mengukur kurva kornea dan ukuran dan bentuk mata Anda. tes tersebut juga dilakukan untuk mengetahui seberapa besar keberhasilan operasi katarak mata yang akan dilakukan. Anda juga diharuskan untuk merawat mata dengan sebaik-baiknya.
Apa yang terjadi selama operasi katarak mata?
Di rumah sakit atau klinik mata, tetes akan dimasukkan ke dalam mata Anda untuk melebarkan pupil. Daerah sekitar mata Anda akan dicuci dan dibersihkan. Operasi biasanya berlangsung kurang dari satu jam dan hampir tanpa rasa sakit. Banyak orang memilih untuk tetap terjaga selama operasi. Orang lain mungkin perlu ditidurkan untuk waktu yang singkat.
Jika Anda bangun, Anda akan memiliki anestesi untuk mematikan saraf-saraf di sekitar mata Anda. Setelah operasi, tim medis Anda akan memonitor untuk setiap masalah, seperti perdarahan. Kebanyakan orang yang memiliki operasi katarak bisa pulang hari yang sama setelah operasi tersebut berlangsung tanpa harus menginap di rumah sakit.
Apa yang terjadi setelah operasi katarak mata?
Setelah anda melakukan operasi katarak, maka terdapat rasa gatal dan ketidaknyamanan. Itu merupakan kondisi yang biasa, serta terdapat beberapa cairan yang mungkin akan keluar dari mata. Ketidaknyamanan pada mata biasanya berlangsung antara satu hingga dua hari saja. Apabila ketidaknyamanan tersebut tidak hilang pada waktu tersebut, maka anda harus menghubungi dokter untuk mendapatkan keterangan yang lebih lanjut.
Ketika Anda pulang ke rumah, cobalah untuk tidak membungkuk dari pinggang untuk mengambil benda di lantai. Jangan mengangkat benda berat. Namun, Anda dapat berjalan, memanjat tangga, dan melakukan pekerjaan rumah tangga yang ringan. Dalam kebanyakan kasus, penyembuhan akan selesai dalam waktu delapan minggu. Dokter Anda akan menjadwalkan ujian untuk memeriksa kondisi setelah operasi katarak mata.

Resiko Operasi Katarak

http://doktermu.com/Kesehatan-mata/resiko-operasi-katarak.html

Operasi katarak merupakan prosedur operasi umum yang dilakukan di Amerika. Karena teknik operasi dan teknologi terkini, operasi tersebut menjadi yang paling efektif (dengan lebih dari 90% tingkat keberhasilan). Tetapi, seperti operasi lainnya, operasi katarak juga mempunyai beberapa risiko dan risiko yang paling umum adalah infeksi dan pendarahan.

Pengkabutan dari bagian belakang kapsul adalah satu dari risiko operasi katarak dan pembengkakkan retina merupakan salah satu risiko potensialnya, walaupun risiko ini cenderung hilang setelah beberapa minggu. Di bawah ini merupakan beberapa risiko potensial operasi katarak dan komplikasinya:
  • Astigmatisme, Astigmatisme dapat terjadi setelah operasi katarak, tetapi ini dapat diobati dengan lensa koreksi dan tidak mempengaruhi pengelihatan.
  • Infeksi, Walaupun jenis risiko operasi katarak ini tidak umum, tetapi masih dapat terjadi karena kelalaian dalam teknik sterilisasi.
  • Pendarahan, Tidak umum namun dapat terjadi dan kadangkala ini disebabkan karena penempatan pengirisan pada area kornea mata.
  • Pembengkakkan Kornea, Disebabkan oleh respon dari mata ketika alat operasi dimasukkan kedalamnya. Biasanya tidak diketahui hingga beberapa jam setelah operasi dan dapat menyebabkan pengelihatan kabur.
  • Glaukoma, Pertumbuhan glaukoma merupakan satu dari risiko potensial operasi katarak. Ini disebabkan karena sebagian dari cairan yang digunakan selama operasi tidak melewati sistem pengeringan alami mata sehingga menyebabkan tekanan di dalam mata yang ditandai dengan sakit kepala atau rasa sakit tajam di area mata. Tekanan ini dapat diredakan melalui pengobatan.
  • Detasemen Retina (Retinal Detachment), Seseorang yang melakukan operasi katarak meningkatkan risikonya untuk menderita detasemen retina dan orang yang melakukan prosedur operasi laser setelah operasi katarak untuk mengobati jarak penglihatan lensanya akan mempunyai risiko yang lebih besar untuk menderita detasemen retina.
Beberapa dari risiko dan komplikasi operasi katarak dapat diobati melalui prosedur operasi lebih lanjut dan sebagian dari komplikasinya mungkin masih mempunyai beberapa efek terhadap penglihatan Anda bahkan setelah pengobatan.
Tetapi jika Anda memilih untuk tidak melakukan operasi katarak, maka katarak tersebut akan perlahan mengurangi pengelihatan Anda dan efeknya dapat menganggu kemampuan Anda dalam melakukan aktivitas pada siang dan malam hari (dimana masalah penglihatan akan menjadi lebih hebat ketika malam hari).

Ada banyak sekali keuntungan ketika Anda memilih untuk mengangkat katarak, antara lain meningkatkan penglihatan warna Anda, dimana warna akan menjadi lebih bergetar dan hidup, ketajaman penglihatan akan meningkat drastis, lensa intra-okular yang ditanam saat operasi katarak akan menurunkan drastis masalah fokus mata sehingga akan mengurangi ketergantungan pada penggunaan kacamata. Namun kacamata mungkin tetap akan diperlukan ketika membaca atau mengemudi.

Tidak ada komentar: