Rabu, 26 Agustus 2015

MENJAWAB - PENERANGAN KEBENARAN

JAWABAN SAYA BERWARNA BIRU

yangsetiadanbenar@gmail.com;

“Demi masa. (Demi, limit waktu hidup yang diberikan kepada manusia sebelum wafatnya)

 "Demi masa?" Tahukah anda bahwa masa itu waktu - benda mati? Umumnya orang berjuang itu demi yang hidup, seperti: demi keluarga, demi istri, demi anak, demi ALLAH, demi negara, demi bangsa, dan seterusnya. Untuk apa kita berjuang untuk meja, kursi, lemari, orang mati, jam dinding, kalender, dan lain-lainnya?!

ALLAH anda memang suka keliru, mari lihat bagaimana IA bersumpah;

QS. 81:15     Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang, 

QS. 84:16     Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di 
                     waktu senja,

QS. 69:38     Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat. 
 

ALLAH bersumpah dengan apa yang kita lihat. Lha kalau yang kita lihat cewek, apakah harus diterangkan ALLAH bersumpah dengan cewek yang kulihat?!

Menurut kamus:

http://www.artikata.com/arti-352402-sumpah.html

"pernyataan yg diucapkan secara resmi dng bersaksi kpd Tuhan atau kpd sesuatu yg dianggap suci."

Sekarang kita bandingkan dengan bagaimana YAHWEH bersumpah;

Kejadian 22:16      kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah 
                              firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan 
                              engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang 
                              tunggal kepada-Ku,

Mengapa ALLAH bersumpah demi DiriNYA sendiri? Kita lihat alasannya;

Ibrani 6:13      Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia  
                        bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang 
                        lebih tinggi dari pada-Nya,


Sesungguhnya manusia itu benar - benar dalam kerugian.Kecuali orang - orang yang beriman (percaya) dan mengerjakan perbuatan kebajikan serta nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasihat menasehati dalam kesabaran.” (Qs. Al -`Ashr 1- 3 )
Alfatihah:...,
*Tunjuki kami kejalan yang lurus?
*Jalan Yang Lurus yaitu Keimanan Yang Kokoh dan Lurus yang meyakini bahwa: " Kami Berasal dari Allah Pencipta kami dan dihadirkan kedunia untuk mengabdi "beribadah" dan berbakti"bertaqwa" kepadaNya dan mengasihi dan menolong sesama karena Allah, lalu kami akan kembali lagi kepada Allah."

Jawaban anda tentang jalan yang lurus itu tidak Al Qur'anul karim, tapi anda membuat keterangan sendiri. Berbeda dengan saya yang berdasarkan Al Qur'an;

Apakah jalan yang lurus? 

QS. 43:61      Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan 
                      tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang 
                      kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.


*Qs: Al Maun
Taukah kamu mereka-mereka yang PENDUSTA AGAMA ?
Itulah orang- orang yang menyakiti anak yatim dan tidak peduli kepada fakir miskin!
Maka, Celakalah mereka yang shalat/berdoa
Yang lalai dari tujuan shalatnya
Yang hanya pamer/ria
Tetapi enggan memberi bantuan/pertolongan.
* SEBALIKNYA:
Taukah kamu mereka-mereka yang benar/jujur Beragama?
Yaitu orang-orang yang mengasih sayangi anak yatim dan peduli kepada fakir miskin
Maka diberkatilah mereka -mereka yang Shalat
Yang ingat tujuan shalatnya (dirikan shalat untuk mengingat Allah, ingatlah Allah dengan mengingat kebaikan-kebaikan dan pemberian-pemberian Allah selama ini kepada kita agar kita bersyukur kepadaNya) serta
Yang  berbuat yang bermanfaat bagi sesama
Dengan gemar memberi bantuan/pertolongan.
Nb: Jika ada orang-orang yang selama ini tidak mau menyakiti anak yatim bahkan mengasihsayangi anak yatim maka sampai hatikah atau tegakah dia akibat perbuatannya justru membuat anak-anak orang menjadi yatim, dengan membunuh orang tuanya tanpa alasan yang sah?
Nb: Jika ada orang yang selama hidupnya kasihan dan peduli kepada fakir miskin bahkan gemar menolong fakir miskin maka sampai hatikah dan tegakah dia karena akibat perbuatannya justru membuat orang lain menjadi fakir miskin? Tidak,
Kecuali PARA PENDUSTA-PENDUSTA AGAMA, ITU!

 Kayaknya nggak ada hubungan sama sekali dengan topik-topik yang saya sampaikan, ya?! Yang saya bahas adalah ajaran, bukan perbuatan.

*Jalan orang yang telah Engkau anugerahi  nikmat kepada mereka!
(Kutipan)

Yang telah dianugerahi nikmat adalah bangsa Yahudi;

QS. 2:47     Hai Bani Israil, ingatlah akan ni'mat-Ku yang telah Aku anugerahkan 
                   kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan 
                   kamu atas segala umat 

Nikmat ALLAH masih belum sampai ke bangsa Arab, 'kan?!

"Contohnya dalam surat an-Nisa 69  Allah SWT berfirman: “Dan barangsiapa yang mentaati Allah SWT dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah SWT, yaitu: Para Nabi, Shiddiqin (orang-orang benar dan jujur) Syuhada (orang-orang yang wafat demi mempertahankan imannya) dan Shalihin (orang-orang yang berbuat kebajikan) Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya” (QS an-Nisa` :69).

Anda menyebut "para nabi" artinya adalah nabi-nabi yang berjumlah banyak, lebih dari satu. Jelas itu menunjuk ke bangsa Yahudi. Sebab bangsa Arab hanya mempunyai nabi yang mahaesa. Sedangkan yang disebut RasulNYA, jelas itu tentang YESUS;

Yohanes 17:3      Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal 
                            Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus 
                            Kristus yang telah Engkau utus.

Orang-orang benar dan jujur juga menunjuk ke orang-orang Kristen;

  
QS. 2:62      ”Sesungguhnya orang-orang Mukmin, orang-orang Yahudi, 
                     orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabi’in, siapa saja 
                     diantara mereka yang benar-benar beriman kepada ALLAH, 
                     hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala 
                     dari  TUHAN mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, 
                     dan tidak [pula] mereka bersedih hati.”  

Menurut anda Muhammad itu rasulnya YAHWEH atau rasulnya ALLAH? Kalau YESUS itu rasulnya YAHWEH, bukan rasulnya ALLAH.  



Para Nabi adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah SWT untuk menerima wahyu dan menyebarluaskannya kepada umat manusia. Karenanya para Nabi harus besikap benar, memiliki kesungguhan dalam perjuangan dan menegakkan nilai-nilai kebenaran itu dan siap menanggung resiko dalam perjuangan menegakkan nilai-nilai kebenaran.

Para nabi adalah orang-orang Yahudi. Islam hanya mempunyai seorang nabi saja. Dan antara nabi-nabi Yahudi dengan Muhammad sama sekali tak ada benang merahnya. Sama sekali tak ada kaitannya. Perbedaannya bagaikan langit dengan bumi.  Terus terang saja saya protes keras jika para nabi itu disejajarkan dengan Muhammad, kecuali anda bisa membuktikan benang merahnya, bahwa apa yang mereka lakukan yang tertulis dalam Alkitab, sama dengan apa yang tertulis dalam Al Qur'an. Contohnya: menurut Alkitab Abraham tak pernah ke Mekkah, sedangkan menurut Al Qur'an nabi Ibrahim pernah ke Mekkah bersama Ismael. Jelas itu tentang orang yang berbeda.

Oleh karena itu cukup bagi kita untuk meneladani para nabi, karena pada diri mereka terdapat suri teladan, sebagaimana firman Allah SWT: “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah SWT dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah SWT” (QS Al-Ahzab:21).

Saya menolak perkawinan poligami dan mengawini anak-anak dibawah umur dianggap sebagai kebenaran. Sebagai orang Indonesia saya harus menggunakan kacamata Indonesia juga, bahwa itu bertentangan dengan tradisi dan budaya bangsa Indonesia. 

Shiddiqin Secara harfiyah, shiddiq artinya benar, ini berarti shiddiqin adalah orang yang selalu bersikap, berbicara dan bertingkah laku yang benar atau jujur. Ibnu Katsir berkata: “Shidiqin adalah orang yang jujur dalam imannya”.
Para shiddiqin termasuk orang yang diberi nikmat oleh Allah SWT karena dengan sikap, pembicaraan dan tingkah lakunya yang benar akan membuatnya selalu mengarah atau berorientasi pada kebaikan, sedangkan kebaikan akan mengantarkannya kepada syurga, ini merupakan kenikmatan yang sangat berarti, dalam suatu hadits, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: Hendaklah kamu bersikap jujur, karena kejujuran itu membawa kamu kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa kamu kepada syurga(HR. Bukhari).

Apakah ada kejujuran dalam peristiwa Isra Mi'rat dan gua Hira? Mengapa banyak cerita dari hadist yang dihilangkan, tidak diceritakan sebagaimana yang terjadi?

Syuhada merupakan salah satu kelompok yang mendapat kenikmatan dari Allah SWT Swt. Secara harfiyah, syahid artinya orang yang menyaksikan. Syuhada adalah orang-orang yang mati syahid, mereka disebut syahid karena berjuang menegakkan agama Allah SWT hingga kematian mencapai mereka dalam perjuangan itu, mereka menjadi saksi atas kebenaran yang diperjuangkannya, karena itu mereka memperoleh kenikmatan tersendiri disebabkan kematian mereka yang begitu mulia.
Syuhada menjadi salah satu kelompok yang memperoleh kenikmatan dari Allah SWT karena mereka mencapai derajat yang mulia, kematiannya bukanlah sebagai kematian yang biasa, bahkan Allah SWT menyatakannya hidup di sisi-Nya meskipun kebanyakan orang menganggap dia telah mati, Allah SWT berfirman yang artinya: “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah SWT, (bahwa mereka itu) mati bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya” (QS al-Baqarah: 154).

Kalau kisah kebangkitan orang mati di Alkitab, kuburannya kosong. Mereka sudah meninggalkan alam kubur dan hidup kembali sebagaimana orang-orang hidup. Mereka bernapas, makan dan minum. Dan kalau orang diangkat ke sorga, itu disaksikan banyak orang. Orang melihat mereka naik ke langit. Tapi siapakah yang menyaksikan kebangkitan orang-orang Islam?

Kuburannya masih ada. Kalau dibongkar tulang-belulangnya masih ada. 

Setiap peristiwa ajaib di Alkitab itu nyata, bukan cerita/kisah doank. Sekalipun kita yang di zaman ini tak melihatnya namun orang-orang yang di zaman itu menyaksikannya. Begitulah Alkitab menceritakannya. 

Karena syahid itu merupakan kematian yang begitu mulia, maka para sahabat dan para pejuang Islam sangat mendambakannya yang membuat mereka menjadi begitu berani dalam perjuangan demi untuk mempertahankan iman dan agamanya. keberanian mereka itulah yang menyebabkan rasa takut bersemayam dalam hati orang-orang yang tidak suka kepada Islam, hal inilah menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam perjuangan Islam. 

 Bisa kasih petunjuk, perjuangan Islam yang manakah yang sudah berhasil? Mendirikan negara Islam di Indonesia? Menegakkan syariat Islam di Indonesia? Mengebom gereja? Semuanya sudah ditangkapi oleh Densus 88. Dan ketika ormas Islam menolak kepemimpinan Jokowi-Ahok menjadi gubernur DKI Jakarta, nyatanya mereka yang terpilih. Kini ketika semua orang berteriak menurunkan gubernur Ahok, Ahok malah semakin arogan. Soal kekayaan alam Indonesia yang dikuras bangsa asing[Freeport], apa hasil perjuangan Islam?

Islam tak mempunyai kuasa apapun di dunia. Sebab YAHWEH-lah yang mengendalikan seluruh alam semesta ini. 

Dalam peperangan, Israel, Amerika dan negara-negara Eropa kalau berperang selalu di atas pesawat atau di kantor. Tapi gerilyawan Muslim hanya bisa mempertahankan diri dan tinggal di hutan-hutan. 
Islam masih belum sanggup bermain di udara dan berlaku sebagai penyerang. 

Kata TUHAN YESUS setelah DiriNYA menyatakan sebagai TERANG DUNIA; "Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi." 

Di dunia ini apa yang belum digeledah dan belum diketahui oleh bangsa Israel? Ketika raja Saudi disibukkan menghitung kuota haji, bangsa Yahudi sudah bisa menghitung bintang-bintang di langit. 

Itu semua bukan karena mereka hebat, tapi karena TUHAN mereka Mahakuasa. 

Sorry, saya bicara kebenaran bukan berniat menghina. Saya ingin anda beruntung, bukan buntung. 


Shalihin adalah orang yang shaleh adalah orang yang selalu berusaha mewujudkan kebaikan, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga maupun masyarakatnya. Keshalehan dalam hidup ini merupakan tuntutan dari pengakuan orang-orang beriman.

Muhammad sendiri menyatakan bahwa perbuatan manusia tak bisa menyelamatkan;

Hadits Shakih Muslim, oleh Adib Basri Mustafa, hal. 819; no. 76, 77:
          “Bersumber dari Abu Hurairah, Beliau berkata: Rasulullah saw bersabda: Mendekatlah
          dan berusahalah BENAR! Ketahuilah, bahwa setiap orang di antara kalian tidak bakal se
          lamat KARENA AMALNYA. Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, tidak juga Engkau
          ? Rasulullah bersabda: Tidak juga aku, kecuali bila ALLAH melimpahiku dengan rah-
          mat dan karunia dariNYA.”

Manusia tidak bisa membuat atau merekayasa atau menciptakan jalan keselamatan. Yang berkuasa membuat jalan keselamatan itu ALLAH. ALLAH yang membuat jalan kita yang mengikuti, bukan kita yang membuat jalan lalu ALLAH yang menyelamatkan. Mana bisa begitu?! Karena itu sebaik-baiknya orang sama sekali tak ada gunanya bagi ALLAH. Kebenaran yang diperlukan untuk keselamatan kita, bukan kebaikan. 

Anda tidak bisa berkata: jalan jurusan ke Bandung akan menyampaikan anda ke Surabaya. Tak mungkin itu terjadi. Kalau anda mau ke Surabaya, turutilah jalan yang sudah disediakan.

Carilah Firman ALLAH dan kebenarannya, itulah yang akan menyelamatkan anda.

Karena itu, iman harus dibuktikan dengan amal yang shaleh dan amal shaleh harus dilandasi dengan keimanan. Ini berarti iman tidak ada artinya bila tidak dibuktikan dengan amal shaleh dan sebaik apapun amal seseorang tidak ada nilai di sisi Allah SWT apabila tidak dilandasi dengan keimananan yang benar. Allah SWT berfirman:“Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shaleh, bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia”.  (QS Al-Hajj:50)."

Yang penting kepada siapa iman itu ditujukan? Kepada YAHWEH atau kepada ALLAH? Di dunia ini ada banyak allah tapi hanya ada satu YAHWEH. Orang Hindu imannya kepada Brahman. Orang Buddha kepada dewa-dewa. Orang Jawa kepada Nyi Roro Kidul. Orang Jepang punya allah sendiri. Orang China punya allah sendiri.  

*Bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai:
Contohnya:
- Orang-orang yang memusuhi Allah dan rasul-rasulNya.
- Orang-orang yang jahat, biadab dan pendusta, penipu, pencuri, koruptor, dll
- Orang-orang yang memperolok-olokkan, bermain-main dan mencemarkan agamanya.
- Orang-orang yang sombong, iri, serakah dengki, kikir, dll.
*Dan bukan pula  jalan mereka yang sesat
Contohnya: yaitu orang-orang yang menyimpang atau berbelok dari Jalan Yang Lurus itu. Ialah Orang-orang tidak tau dan tidak mau tau dari mana mereka berasal sebelum dilahirkan kedunia dan apa tujuannya mereka dilahirkan kedunia ini  dan akan kemana ruh/jiwa mereka pulang setelah wafat nanti! 

Jalan yang lurus itu adalah ISA al MASIH, Seorang yang PALING terkemuka, paling hebat, tiada tandingannya di dunia maupun di akherat.  Kalau itu omongan saya lupakan dan abaikanlah. Tapi kalau itu kata Al Qur'an bagaimana?

Bagi mereka hidup adalah makan minum, senang-senang dan berbangga-banggaan atau bersusah payah, menderita dan akhirnya mati dan tidak dibangkitkan lagi. atau cerita siksa dan neraka, itu hanyalah dongeng untuk menakuti-nakuti saja.dll.
Sedangkan masalah ayat-ayat perintah hukum perang atau dijajah serta pidana dan lainnya didalam Al Qur'an itu diterapkan sesuai situasi dan kondisi yang dilakukan oleh profesional sesuai bidang masing-masing  seperti ketentaraan, kehakiman, kepolisian, perbankan, dll namun semua tetap berada dalam langkah-langkah dijalan lurus itu dan mengacu kepada harapan dan tujuan utama  kemanusiaan  yaitu keselamatan, kedamaian, kebahagiaan didunia dan keselamatan, kedamaian dan kebahagiaan kekal diakhirat kelak!

Di dunia tidak ada kebahagiaan, kecuali kebahagiaan semu. Sebab kalau di dunia ada kebahagiaan, kita tak perlu pindah ke sorga. Biar sorga saja yang di eksport ke dunia. 



Bagi orang-orang yang sengaja menyelewengkan, salah menafsirkan lalu mengamalkan dan mengajarkan, atau akibat dari sumber-sumber yang keliru, atau sepotong-sepotong, atau mencemarkan agamanya, atau mengabaikan ajaran agamanya, dll, itu adalah tanggung jawab pribadi masing-masing dan bukan kesalahan dari Allah dan Nabinya atau Islamnya Dan setiap orang akan mempertanggung jawabkan dirinya masing-masing dihadapan Pengadilan Agung dan Adil dari Pencipta alam semesta ini.

Pencipta alam semesta adalah YAHWEH. 

Siapa yang mengakui YAHWEH tak mungkin menghina YESUS dan memusuhi bangsa Yahudi. Menghina YESUS dan memusuhi bangsa Yahudi menyatakan ALLAH-nya tidak sama. Dari antara perbedaan ALLAH Islam dengan ALLAH Kristen, kita bisa melihat secara nyata mana ALLAH yang terhebat. BAPA-mu atau BAPA-ku yang hebat?!


Al Ahzaab ayat 45 – 47: “Hai Nabi! Sesungguhnya Kami utus engkau untuk menjadi saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan dan untuk menjadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi”.

Saksi bagi siapa? Nabi Muhammad saksi bagi siapa kalau di tanah Arab belum pernah ada ORANG sebelum-sebelumnya? Saksi bagi YESUS, baru masuk akal.

Muhammad sebagai pembawa peringatan. Apa yang diperingatkan jika di tanah Arab sebelum-sebelumnya belum pernah ada suatu ajaranpun? Ajaran Taurat dan Injil, baru masuk akal.


Jelas tegas visi misi diutusnya Nabi Muhammad Saw adalah membawa umat Islam menjadi bermanfaat dan rahmat bagi semesta alam" 

Jujur saja, apa manfaat umat Islam? Apa sumbangsih Islam terhadap peradaban dunia?

Dan bukan mengajak untuk menjadi laknat atau musibah bagi sesama.
Al Anbiya’ ayat 107 yang artinya: “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (hai Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam”.
Terima kasih, salam.
To: hakekat hidup, apa yang saya sampaikan adalah pemahaman dari keimanan saya terhadap agama Islam yang saya anut dan ikuti dan amalkan dan syiarkan selama ini,
Mudah-mudahan bisa menjawab tentang keingintauan anda, dan saya sama sekali tidak meminta tanggapan baik atau buruk, salah atau benar dari apa yang saya pahami dan yakini dari keimanan saya ini.
Sebab saya pasti  lebih mengerti dan paham dengan ajaran agama saya sendiri. dan anda tidak perlu membanding-bandingkan dengan faham atau keyakinan-keyakinan umat-umat Islam yang lainnya yang bertentangan dengan Islam Rahmatan lil alamin yang saya imani ini,  
Sebab apa yang saya imani ini sudah mutlak kebenaran dan kebaikannya bagi saya dan orang lainnya dan Insya Allah akan tetap begitu sampai ajal menjemput saya untuk menemui Allah Pemilik, Pencipta dan Pemelihara dan Penguasa saya selama ini ,dan mudah-mudahan bermanfaat juga bagi yang lainnya,  dan saya juga tidak meminta agar anda murtad atau berpindah dari agama anda. saya menghormati keyakinan orang lain, karena apa-apa yang diyakini orang lain itu  sama sekali tidak menyusahkan diri saya.
Lagi pula iman yang baik dan benar adalah karena pemahaman yang utuh dan benar dan keyakinan yang ikhlas dan menjadi rahmat bagi sesama.
Segala puji bagi Allah Pencipta, Pemilik, Pemelihara  dan Penguasa alam semesta dan segala isinya ini.
Amin.
Salam damai sejahtera!

Sobatku, kebenaran harus dinyatakan ke publik supaya memiliki manfaat yang luas, bukan untuk kepentingan diri kita sendiri. Kita berdiskusi supaya disaksikan banyak orang, supaya mereka menilai mana yang argumentasinya terbaik.

Ketika dua ekor anjing sedang berebut tulang, itulah kesempatan bagi kucing untuk melarikan diri. 


Tidak ada komentar: