Minggu, 23 Agustus 2015

MUSLIM INDONESIA GIGIT JARILAH

Mesranya Hubungan Arab Saudi – Israel

http://jakartagreater.com/mesranya-hubungan-arab-saudi-israel/

Pejabat Israel salaman dengan jenderal Saudi.

Arab Saudi dan Israel akhirnya buka kartu. Kedua negara yang selama ini santer disebut saling menjalin hubungan mesra secara diam-diam akhirnya mengakui sekongkol mereka.
Para pejabat kedua negara pernah dilaporkan media internasional bertemu di suatu tempat di luar negeri atau di Israel buat membahas kerjasama di kawasan Timur Tengah.
Sudah bukan rahasia lagi jika Arab Saudi yang mengaku beraliran Islam Sunni merasa pengaruhnya di Timur Tengah digerogoti oleh Iran yang beraliran Syiah.
Namun beberapa kali pertemuan antara pejabat Saudi dengan pejabat Negeri Zionis itu selalu disangkal oleh Saudi. Meski Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman pernah mengatakan sebaliknya. Dalam wawancara dengan koran Israel Yedioth Ahronoth April tahun lalu dia mengatakan Kuwait dan Arab Saudi merupakan dua dari sejumlah negara Arab yang menjalin hubungan rahasia dengan Israel meski tidak punya hubungan diplomatik.
Namun kedua pejabat pemerintah Saudi dan Kuwait membantah klaim Lieberman itu.Apa saja yang menjadi bukti kuat sekongkol Saudi dengan Israel ? :
1). Amankan haji, Saudi sewa keamanan swasta Israel
Tahun 2013 lalu menjadi haji paling menyengsarakan bagi calon jemaah asal Palestina. Bagaimana tidak? Pemerintah Arab Saudi menyewa perusahaan keamanan swasta G4S milik Israel.
Situs abna.ir melaporkan, Senin (14/10/2013), Saudi bukan pertama kali menyewa keamanan. Saban tahun diperlukan sekitar 700 ribu orang pasukan agar pelaksanaan haji berjalan lancar. Tentu saja ini mengejutkan bagi Peziarah Palestina.
G4S al-Majal, salah satu cabang dari perusahaan keamanan G4S dipercaya sudah mengawal pengamanan haji sejak 2010. Namun belum diketahui bagaimana jenis kerja sama dengan perusahaan induk.
Pegiat dari kelompok Boikot Sanksi dan Divestasi Israel pada Palestina (BDS) mengatakan pihaknya menyerukan agar Saudi membatalkan kerjasama dengan satuan keamanan yang juga melindungi pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat, sedikit-sedikit mencaplok tanah Palestina.
Tak hanya BDS yang bereaksi atas kerjasama ini imam Masjid Al-Aqsa Syekh Ekrima Sabri mengatakan bekerja sama dengan G4S juga merupakan kejahatan. “Mereka membantu penjajah adalah penjajah juga,” ujarnya.
2).Delegasi Saudi temui pejabat militer Israel.
Menurut radio Israel, Wakil Menteri Pertahanan Arab Saudi Amir Salman bin-Sultan dan dua pejabat lainnya diam-diam mengunjungi Israel.
Perjalanan ke Israel itu dilaporkan oleh surat kabar bermarkas di Yerusalem, al-Manar. Dalam berita itu dikatakan informasi soal itu berasal dari sumber-sumber rahasia, seperti dilansir situs middleeastmonitor.com, Rabu (11/12/2013).
“Delegasi Saudi,” kata sumber itu,”menemui pejabat militer Israel dan Bin-Sultan mengunjungi salah satu pangkalan militer Israel ditemani seorang pejabat militer senior.”
Radio Israel tidak mengonfirmasi berita dari sumber itu, namun dilaporkan sejumlah surat kabar baru-baru ini sudah banyak melaporkan pertemuan rahasia antara pejabat Saudi dengan pejabat militer Israel.
Awal pekan ini koran Iran melaporkan pihak Saudi dan Israel mengadakan pertemuan di sebuah negara di luar negeri.
Riyadh sebelumnya membantah laporan dari koran British Sunday Times yang melaporkan kerja sama Saudi-Israel dalam persiapan menyerang program pengembangan nuklir Iran.
3). Saudi izinkan jet tempur Israel melintas buat gempur Iran
Pejabat Uni Eropa di Brussels, Belgia, mengatakan kepada stasiun televisi Israel Channel 2, Arab Saudi sudah menawarkan wilayah udaranya untuk dilintasi pesawat-pesawat jet tempur Israel guna menyerang Iran jika diperlukan.
Langkah itu sebagai balas budi buat Israel yang meningkatkan pembicaraan damai dengan Palestina.
“Pihak berwenang Saudi sudah berkoordinasi penuh dengan pejabat Israel dalam soal Iran,” kata pejabat Eropa itu, seperti dilansir Sputnik News, Kamis (26/2).
Jika jet-jet tempur Israel bisa melintasi wilayah udara Arab Saudi maka Negeri Bintang Daud itu bisa menyerang Teheran kapan saja tanpa perlu mengitari Teluk Persia.
Channel 2 juga mengungkapkan pasukan intelijen Israel dan negara Arab juga sudah berbagi informasi soal program nuklir Iran.
Meski Israel dan Saudi tidak punya hubungan diplomatik, namun sejumlah laporan yang menyatakan kedua negara itu sudah banyak bekerja sama untuk menyerang Iran.
image
4).Jet tempur Israel dukung Saudi ikut gempur Yaman
Sumber di Ibu Kota Sanaa, Yaman, Jumat lalu mengatakan sejumlah jet tempur Israel ikut melancarkan serangan udara ke Yaman yang dipimpin oleh Arab Saudi pada Kamis pekan lalu.
“Ini pertama kalinya pasukan Zionis bergabung dengan koalisi negara Arab,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Politik Al-Haq, yaman, Hassa Zayd dalam akun jejaring sosial Facebook, seperti dilansir Global Search, Ahad (29/3).
Dia mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sudah memerintahkan langsung Angkatan Udara Israel mengerahkan jet-jet tempur mereka buat mendukung serangan Saudi ke Yaman.
Jumat lalu sedikitnya 15 orang tewas di Sanaa dalam serangan udara itu.
Stasiun televisi al-Massira melaporkan serangan udara Saudi itu menargetkan rakyat sipil Yaman yang sedang berbelanja di pasar.
Liga Arab kemarin menyatakan siap membentuk koalisi militer buat menyerang Yaman yang kini dikuasai pemberontak Houthi beraliran Syiah.
Negara-negara Arab itu juga menyerukan pemberontak Houthi untuk segera mundur dari Sanaa dan sejumlah institusi pemerintah serta menyerahkan senjata mereka kepada otoritas yang berwenang.
5).Pejabat Israel dan Saudi akui jalin kerjasama
Arab Saudi dan Israel akhirnya membenarkan rumor selama ini bahwa dua negara bermusuhan itu sebetulnya sudah menjalin hubungan diplomatik. Dalam forum Dewan Hubungan Luar Negeri Amerika Serikat pekan lalu, kedua negara membenarkan sudah digelar lima kali pertemuan rahasia di tempat netral sejak 2014.
Tujuan dialog itu adalah membahas strategi menangkal Iran yang terus berambisi memiliki nuklir. Dirjen Kementerian Luar Negeri Israel Dore Gold mengatakan pihaknya dan Saudi punya kepentingan beririsan.
Israel jengah dengan langkah Iran mendanai militan Hizbullah di selatan Libanon. Apalagi AS malah mengizinkan Iran memiliki fasilitas nuklir, yang dikhawatirkan bisa menjangkau wilayah Zionis.
Sedangkan Arab Saudi sejak lama tidak akur dengan negara mayoritas Syiah itu. Apalagi Iran secara terbuka mendukung militan Houthi yang menggulingkan Presiden Yaman selaku sekutu Saudi.
“Bukan berarti (Israel-Saudi) telah menyelesaikan semua masalah dan perbedaan selama ini, tapi harapan kami, isu-isu bersama dapat kami atasi di tahun-tahun mendatang,” kata Gold seperti dilansir the Atlantic, Senin (8/6).
Dalam forum yang sama, Saudi diwakili Anwar Majed Eshki, purnawirawan yang dulu menjabat sebagai penasehat Dubes Saudi untuk Amerika Serikat.
Eshki bersalaman dengan Gold di hadapan forum yang digelar Kementerian Luar Negeri AS itu. Saat berpidato, Eshki menjelaskan alasan negaranya bersedia duduk semeja dengan Israel, untuk menangani pengaruh Iran.
Bekas jenderal berpengaruh di Saudi ini percaya para mullah di Iran berambisi menguasai Timur Tengah. “Ada tujuh skenario yang dipersiapkan Saudi untuk menciptakan perdamaian di Timur Tengah,” kata Eshki.
Salah satu rencana itu adalah mendongkel rezim Mullah di Iran. Supaya Israel dan negara-negara Arab tak lagi ribut, Saudi pun mengusulkan terciptanya negara penyangga menampung warga Kurdi. Wilayah ‘kurdistan’ itu mencakup sebagian Iran, Irak, dan Turki.

Turki Akui Ada Pertemuan Rahasia dengan Israel

http://dunia.tempo.co/read/news/2015/06/28/115679138/turki-akui-ada-pertemuan-rahasia-dengan-israel

TEMPO.COAnkara - Pemerintah Turki mengakui telah mengadakan pembicaraan dengan Israel atas kesepakatan untuk memulihkan hubungan yang memburuk setelah serangan mematikan pasukan komando Israel terhadap kapal bantuan Turki yang menuju Gaza.
 
"Sudah lazim kedua negara melakukan pembicaraan untuk normalisasi hubungan. Bagaimana bisa rekonsiliasi dicapai tanpa mengadakan pertemuan apapun?" kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu kepada wartawan di Ankara, seperti dilansir Ynetnews.com, 24 Juni 2015.

Pernyataan Cavusoglu ini disampaikan sehari setelah laporan bahwa para pejabat Israel dan Turki telah mengadakan pembicaraan rahasia di Roma, Italia, Senin 22 JUni 2015, dalam upaya untuk memulihkan hubungan kedua negara.
 
Cavusoglu mengkonfirmasi ada kontak seperti itu dan mengatakan: " Pertemuan-pertemuan ini bukan hal baru dan pembicaraan tingkat tinggi telah diselenggarakan antara kedua negara saat ini."
 
Ketegangan hubungan dua negara bermula pada tahun 2010, saat pasukan komando Israel menyerbu kapal berbendera Turki, Mavi Marmara, armada yang mencoba untuk memotong blokade laut Israel atas Jalur Gaza.
 
Sembilan warga Turki tewas dalam serangan Israel itu dan satu lagi meninggal di rumah sakit pada tahun 2014 setelah empat tahun dalam keadaan koma. Serangan itu memicu kecaman luas dan memicu krisis diplomatik besar antara kedua negara.

Ankara mengusir duta besar Israel, menuntut permintaan maaf secara resmi, meminta kompensasi kepada keluarga korban dan mengajukan tuntutan diakhirinya blokade di Jalur Gaza, daerah yang diperintah oleh Hamas, kelompok militan Palestina.
 
Pembicaraan tentang kompensasi dimulai tahun 2013 setelah Israel menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada Turki. Terobosan ini terjadi karena ada mediasi oleh Presiden AS Barack Obama.
 
Pemerintah Israel dilaporkan menyajikan kesepakatan untuk membayar kompensasi kepada keluarga korban, tapi kesepakatan itu belum terjadi. "Bola ada di tangan pengadilan di pihak sana soal dua tuntutan kami (pencabutan blokade di Gaza dan pembayaran kompensasi kepada para keluarga)," kata Cavusoglu.
 
"Kami sedang menunggu jawaban dari mereka. Sebuah perjanjian bisa mungkin telah mencapai lebih awal tetapi proses telah tertunda karena keseimbangan di dalam negeri Israel," katanya.
 
Pembicaraan terbaru antara Turki dan Israel ini terjadi dua minggu setelah Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), yang ikut didirikan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang dikenal sering mengungkapkan kemarahannya atas Israel, kehilangan mayoritas kursinya di Parlemen.

China dan Israel Berjanji Tingkatkan Hubungan Militer

http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/08/15/lpygum-china-dan-israel-berjanji-tingkatkan-hubungan-militer

REPUBLIKA.CO.ID,TEL AVIS - Chen Bingde, Kepala Staf Umum Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), Ahad (14/8) lalu menggelar pertemuan dengan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak. Keduanya berikrar untuk meningkatkan hubungan persahabatan antara militer China dan Israel ke tingkat yang baru.
''Satu kerja sama China-Israel memperdalam kontribusi untuk perdamaian dan stabilitas regional,'' kata Chen.
Dia menekankan bahwa hubungan antara tentara kedua negara berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Barak, yang mengunjungi China dua bulan lalu, berharap kedua negara akan bekerja sama untuk mengatasi segala macam ancaman dan tantangan.
Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel (IDF), Benny Gantz, menyatakan kunjungan Chen adalah yang pertama dari kalangannya. Dia mengatakan kunjungan itu penting dalam mempromosikan hubungan antara militer kedua negara. Atas undangan Gantz, Chen tiba di Tel Aviv pada Minggu untuk kunjungan tiga hari.
Tidak disebutkan secara rinci agenda kunjungan selain kedua pihak menyatakan berniat untuk meningkatkan hubungan militer.

AS Cemburui Kedekatan Yahudi Rusia dan Israel

http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/14/11/20/nfcbo7-as-cemburui-kedekatan-yahudi-rusia-dan-israel

Orang-orang Yahudi berbondong-bondong mendatangi tanah Palestina setelah Israel keluarkan UU Kepulangan
Orang-orang Yahudi berbondong-bondong mendatangi tanah Palestina setelah Israel keluarkan UU Kepulangan


REPUBLIKA.CO.ID,  TEL AVIV — Bukan rahasia umum kemesraan antara Amerika Serikat dan Israel. Namun, hubungan Israel-Rusia yang senyap justru membuat AS cemburu.
Geliat Rusia melawan hegemoni AS dan Barat belakangan dicermati Israel. Sejauh ini, Tel Aviv tidak pernah komentar soal aksi Rusia di Crimea. Negara zionis ini pun enggan latah memblokade ekonomi Rusia yang dikompori Barat.
Coba tengok fakta berikut, ada satu juta warga Rusia menetap di Israel. Perwakilan mereka bahkan kini menjabat Menteri Luar Negeri, Avigdor Liebermen. Komunitas internasional sudah paham bagaimana kedekatan Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Lieberman.
Saat ini, Yahudi Rusia sebagian besar terpisah dengan saudara mereka di Israel. Mereka berbicara bahasa Rusia, penguasa media, doyan konsumsi babi dan vodka tapi tetap menjaga tradisi Yahudi. Mereka dibesarkan komunisme, anti-Palestina, dan membenci Muslim.
Entah Dunia Barat apakah lupa, Uni Soviet merupakan negara pertama yang mengakui berdirinya Israel di wilayah Palestina. Melalui Cekoslowakia (sebelum terpecah menjadi dua negara Ceko dan Slowakia), Rusia mengirimkan alutsista terhadap Israel sehingga mampu mengalahkan duet Mesir dan Suriah yang kala itu negara terkuat di jazirah Arab.
Yang menarik, Uni Soviet saat itu belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Ini karena Kremlin mendukung PLO. Anehnya, Yahudi Rusia dan Israel justru berhubungan baik. Soal keunikan hubungan Rusia dan Israel ini, Profesor Sejarah Kanada, Yakov M. Rabkin,mengatakan ada ‘cinta’ antara Rusia dan Israel.
“Yahudi Rusia merupakan pendiri negara zionis Israel. Mereka memiliki pengaruh di militer. Mereka pula merupakan otak dibalik tekanan kepada Palestina,” tulis Rabkin dalam bukunya, ‘Seabad Oposisi Zionis Yahudi’seperti dilansir Muslimvillage, Kamis (20/11). Rabkin mengungkap sejumlah tokoh zionis, seperti Moshe Dayan, Ezer Weizmann, Yitzhak Rabin, Rehavam Zeevi, Raphael Eitan, dan Ariel Sharon merupakan keturunan Yahudi Rusia.
Mengungtip Martil Gilbert, Rabkin menulis 12 tahun setelah berdirinya zionis Israel, dari 70 persen elit politiknya kelahiran Rusia. Hanya 13 persen lahir di Palestina dan tetap berorangtuakan Rusia.
Selama ini, Rusia dikenal berhubungan erat dengan Suriah dan Iran musuh utama Israel. Tapi jangan salah, kerjasama militer keduanya sangat intens. Hubungan ini bahkan mengalahkan kemesraan dengan Washington. Buktinya, Putin yang anti-zionis dan anti-imperialis mengunjungi Monumen Kemenangan Nasional di Netanya guna menghormati tentara Soviet yang gugur melawan Nazi. Pada bulan Juni-Juli 2014, Putin menyatakan dukungan terhadap upaya Israel melindugi warganya.
Selanjutnya, Putin dan Netanyahu (PM Israel) membuat saluran khusus yang menghubungkan Moskow-Tel Aviv. Washington sebenarnya melihat gelagat ini. Karena itu, AS berusaha menggagalkan kemesraan ini.

Terungkapnya Hubungan 'Spesial' Malaysia - Yahudi

http://www.kompasiana.com/mata/terungkapnya-hubungan-spesial-malaysia-yahudi_550dbdaaa333119c1e2e4125

Sungguh sangat mengejutkan! Ternyata Malaysia memiliki hubungan erat dengan Yahudi dalam berbagai hal! Hal ini tergambar dalam buku “Perjanjian Rahasia Malaysia Yahudi” karya Mircea Windham.
Gambar: Portal Malaysia Jews:http://www.kosherdelight.com/Malaysia.htm
Begitu membaca Bab Pendahuluan, kita langsung dihentak dengan kalimat “Jika mengikut kajian DNA secara acak, ternyata bangsa Melayu mempunyai kesamaan sebanyak 25% dengan bangsa Yahudi”. Selain itu, banyak lagi kalimat lain yang dapat semakin membuat pembaca buku tsb menjadi terhenyak. Berikut saya ambil intisarinya:
- Para pemimpin UMNO (partai paling berpengaruh di Malaysia), khususnya PM Tun Razak, menggunakan konsultan APCO Worldwide yang mempunyai kaitan dengan Zionis dan Neo Konservatif AS. Kerjasama ini menjadikan Malaysia adalah satu-satunya klien APCO yang berbentuk lembaga negara.
- Dibalik kepentingan Inggris di Malaya terselip kepentingan Yahudi melalui Lord Hastings. Kepentingan itu nyata saat Israel terlibat pada pemerintahan Singapura 147 tahun setelahnya, saat Singapura yang menjadi bagian dari Federasi Malaysia diberi kemerdekaannya.
- Gerald Templer (seorang keturunan Yahudi) yang banyak berjasa dalam mengatasi pemberontak komunis di Malaysia terlibat aktif dalam pembentukan federasi Malaya.
- Dengan berakhirnya konfrontasi antara Indonesia-Malaysia di era Soekarno, maka kepentingan-kepentingan ekonomi bangsa barat yang dikendalikan Yahudi di Selat Malaka semakin diuntungkan.
- Pada 1963, ada 20 keluarga Yahudi yang tinggal di Malaya. Saat ini, ada sekitar 100 orang Yahudi yang berada di Malaysia, yang sebagian besar adalah pengungsi dari Rusia. Salah satu peninggalan mereka adanya Sinagog dan kuburan Yahudi yang terletak di Penang.
- Malaysia-Israel menjalin kontak ekonomi. Kedua negara terlibat dalam kegiatan ekspor-impor yang menyentuh angka jutaan dollar AS.
- UMNO pernah membayar jutaan ringgit ke sebuah perusahaan Yahudi,Satchi & Satchi untuk membantu Mahathir memenangkan strategi pemilu 1986.
- Reaksi keras dari umat Islam Malaysia sewaktu pesawat Israel melintasi ruang udara Malaysia tidak dihiraukan oleh Mahathir.
- Para petinggi Malaysia beberapa kali terlibat pembicaraan dengan para petinggi Israel. Salah satunya antara Mahathir dengan Yithzak Rabin di Prancis. Berita yang dilansir oleh TV Israel dan AFP ini dibantah Mahathir dengan alasan yang mengada-ada.
- Di bulan Desember 1986, Mahathir menyerukan negara-negara Arab untuk tidak berperang dengan Israel, dengan alasan perang bukanlah jalan terbaik menyelesaikan masalah.
- Atas prakarsa Mahathir, perkampungan ‘Hollywood’ dibuat di Cyberjaya dengan bantuan orang-orang Yahudi.
- Pada 16-8-1999, Mahathir mengucapkan selamat kepada Ehud Barak yang baru dilantik menjadi PM Israel.
- Pada 16-6-2009, Menhan Malaysia (Zahid Hamidi) bertemu dengan Menhan Israel (Ehud Barak), dimana pada waktu itu Zahidi meminta agar tidak ada tukang foto.
- Pada 1986 Mahathir mengadakan pertemuan rahasia dengan Henry Kissinger, seorang Yahudi Amerika yang merupakan pengusaha AS serta penasihat strategi Israel. Berkat nasihatnya, Mahathir Muhammad berhasil menjabat sebagai PM Malaysia selama 22 tahun sejak 1981 hingga 2003.
- Pengangkatan Mahathir menjadi PM tidak terlepas dari lobi-lobi Yahudi. Beberapa ahli Freemason telah menjadi pekerja partai UMNO sejak 1974.
- Pemerintah Malaysia tidak melarang berdirinya perkumpulan Freemason di Malaysia, walau mendapat kecaman dari umat Islam disana, sehingga gerakan ini semakin berkembang. Sejak 1977, gerakan Freemason Malaysia telah memiliki 55 perkumpulan (lodges) dan 2.984 anggota.
- Pada tahun 1800-an James Brooke yang merupakan anggota Freemason diangkat menjadi Raja Sarawak oleh Sultan Brunei, dan berhak memerintah dan mengendalikan negeri Sarawak.
- Secara global, para pemimpin teras Malaysia baik Pemerintah maupun oposisi tidak bisa lepas dari kisah bersama agen Israel. Mahatir Muhammad sebagai petinggi partai UMNO dan mantan pejabat tinggi Malaysia memiliki koneksi dekat dengan Henry Kissinger, seorang yahudi pro Israel dan Anwar Ibrahim juga punya koneksi dengan Paul Wolfowitz, seorang agen Mossad.

Muhammadiyah Menilai Hubungan Indonesia-Israel Tidak Mungkin

http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-955-detail-muhammadiyah-menilai-hubungan-indonesiaisrael-tidak-mungkin-.html

Bandung – Muhammadiyah mengaggap usulan pengasuh Pondok Pesantren al-Zaitun, Panji Gumilang, agar Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel merupakan sesuatu yang tidak mungkin. Sebagaimana diberitakan Republika.co.id, Panji Gumilang menyarakankan agar Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad melalui pesan singkatnya ke muhammadiyah.or.id mengatakan bahwa jika Indonesia membuka hubungan dengan Israel  akan bertentangan dengan UUD 1945. “Itu sesuatu yang tidak mungkin, sebab pembukaan UUD 1945 jelas penjajahan di muka bumi harus dihapuskan,” katanya. Dadang menilai, selama ini Israel selalu melakukan penjajahan terhadap Negara lain sehingga tidak layak untuk menjalin hubungan dengannya.

Jadi menurut Dadang, membuka hubungan diplomatik dengan Israel merupakan pelanggaran terhadap konstitusi. Bahkan menurutnya, selain melanggar UUD 1945, Dadang juga menilai yang dilanggar adalah Pancasila. Dalam Pancasila sila ke dua dijelaskan tentang perikemanusiaan yang adil dan beradab. “Dan saya menilai bahwa Israel itu tidak berperikemanusiaan,” jelasnya.

Selain itu, Dadang juga menilai, dari aspek ekonomis, membuka hubungan diplomatik dengan Israel sangat tidak menguntungkan. Mengapa tidak, Indonesia sebagai bangsa yang besar dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta jiwa merupakan Negara yang potensial, namun Israel penduduknya hanya sedikit. “Israel kan negara kecil, jadi pasti secara ekonomi tidak menguntungkan,” ungkapnya.

Sedangkan jika ditinjau dari sisi agama, Dadang menilai bahwa Israel merupakan Negara yang dholim. Sedangkan perilaku dhalim itu dilarang oleh Allah. “Jadi kalau Indonesia membuka diplomasi dengan Israel maka kita berkawan dengan dholimin yang dilarang Allah,” jelasnya.

Menanggapi motif Panji Gumilang mengusulkan hal ini, Dadang mengungkapkan kepada berbagai pihak untuk menyelidikinya lebih lanjut. Sebab dalam pandangannya, tidak dalam kapasitasnya seorang pimpinan Pondok Pesantren berbicara hal ini. “Apakah di belakangnya ada motif lain atau tidak saya tidak tahu, yang jelas ini perlu diselidiki lagi,” pungkasnya.

Reporter : Roni Tabroni

Tidak ada komentar: