Selasa, 25 Agustus 2015

ORANG DINILAI DARI TABIATNYA

Orang itu dinilai bukan dari kedudukannya, tapi dari tabiatnya. Sebab kalau soal kedudukan, ada menteri, ada gubernur, ada bupati, ada anggota DPR, ada polisi dan ada tentara. Namun KPK tak peduli dengan kedudukan mereka. Asal ada bukti melakukan korupsi, akan ditangkap oleh KPK.

Jadi, sekalipun nabi kalau tabiatnya tidak benar, masakan dibebaskan, jika konsep hukum itu tidak memandang bulu?!

Bagaimana pula dengan TUHAN? Di Alkitab banyak contoh orang-orang kesayangan ALLAH yang dibuang begitu saja oleh sebab perbuatannya yang tidak benar.

>> Malaikat suci akhirnya menjadi setan.

>> Adam dan Hawa akhirnya diusir dari Taman Eden.

>> Raja Saul akhirnya dimusuhi ALLAH sendiri.

>> Nabi yang tidak benar akhirnya dibunuh oleh ALLAH sendiri.

>> Bangsa Israel dibuang ke Babilon.

>> Yudas Iskariot dikeluarkan dari 12 murid YESUS.

Dan sekalipun bukan penjara yang harus dinikmatinya, para pendeta dan para kiai akan dijadikan omongan umatnya: "Teori doank", "Kalau khotbah sih bagus, tapi perbuatannya nggak sesuai dengan yang diomongkan", dan lain-lain.

Bagaimana dengan Muhammad yang mengajarkan keadilan dalam berpoligami namun kenyataannya mempunyai istri yang paling disayang dan diistimewakannya, yaitu: Aisyah?! Adil mananya?

Tidak ada komentar: