Kamis, 27 Agustus 2015

PBB SAJA GAGAL MENDAMAIKAN DUNIA

Kata Jokowi tentang sekolahan di Medan;

Sebuah sekolah di kota Medan mengingatkan kita kembali tentang keragaman.
Di tempat yg dikenal sebagai sekolah pembauran ini anak-anak dari latar belakang berbeda baik suku, agama, ataupun ras menyatu dan belajar bersama.
Perbedaan fisik dan keyakinan tidak lagi menjadi masalah.
Mereka tersenyum dan saling berpegangan tangan.
Tersenyum dan bangga di bawah kibaran bendera Merah Putih.

Anak-anak dan sekolah ini adalah inspirasi bagi kita bahwa sebagai bangsa kita tidaklah berbeda!


Orang pacaran saja tak pernah sepi dari keributan. Suami dengan istri saja berantem terus. Orangtua dengan anak saja tak pernah damai. Kakak dengan adik saja tak pernah rukun. Itu adalah tentang orang-orang yang diikat oleh perasaan cinta, oleh perkawinan dan oleh kekeluargaan. Apa pula jadinya dengan orang-orang yang di luar itu, seperti antar tetangga, antar teman, antar kampung, antar suku, antar bangsa, dan lain-lainnya.

Jika saya dengan anda saat ini baik-baik saja adalah karena tak ada masalah. Coba seandainya saya buka toko, lalu anda juga buka toko di sebelah saya, apakah tidak akan terjadi persaingan? Atau seandainya anda berutang pada saya dan tak bisa membayarnya, apakah kita tidak berantem?

PBB saja tak pernah berhasil mendamaikan dunia. Dan setiap bangsa yang dipikirkan pertama adalah soal pedangnya. Indonesia yang tak pernah perang dengan bangsa lain saja TNI-nya minta pembaruan persenjataannya dengan anggaran 120 trilyun. Padahal jika pemerintah bagi-bagi uang ke fakir miskin perkeluarga Rp. 5 juta saja, anggarannya cuma Rp. 85 trilyun, namun itu tak dilakukan oleh pemerintah.

Bahkan yang patut disayangkan seringkali pemerintahlah yang menjadi penyulut kemarahan rakyatnya. Anda sendiri baru menjadi presiden sudah berani menaikkan harga BBM, listrik, gas LPG, dan lain-lainnya. Dan berita terakhir, si Ahok main gusur penduduk Kampung Pulo yang sudah hidup di sana puluhan tahun dengan damai, mendadak diusir-usir oleh Ahok. Bagaimana negeri ini bisa damai selama anda dan Ahok masih menyandang kekuasaan?

Karena itu jika anda mau Indonesia damai, mulailah dari anda. Mundurlah anda dari jabatan anda sekarang ini juga, supaya orang yang lebih baik dari anda yang memimpin bangsa ini. Itu baru Indonesia bisa damai.

Tidak ada komentar: