Senin, 24 Agustus 2015

PENYAKSI JIBRILPUN TAK ADA

Dari sejak zaman Adam hingga detik ini tak pernah ada kesaksian orang yang pernah dijumpai Jibril. Yang mengaku sering dijumpai Jibril hanya Muhammad dan istri pertamanya: Khadijjah, sementara Waraqah hanya mendengar cerita-cerita mereka saja.

Berpikir sedikit saja kita akan sampai pada pertanyaan: "Jangan-jangan agama Islam ini made in keluarga Muhammad?!" Hasil persekongkolan Muhammad dengan Khadijjah. Atau, bagaimana anda menerangkan bahwa itu bukan hasil karangan Muhammad dengan Khadijjah?!

Kisah malaikat di Alkitab;

>> Menjumpai Abraham dan keluarga Lot.
>> Memusnahkan kota Sodom dan Gomora.
>> Membantu peperangan bangsa Israel.
>> Menjumpai nabi Daniel.
>> Menjumpai Maria.
>> Menjumpai Elisabet, ibunda Yohanes Pembaptis.
>> Menjumpai para rasul beberapa kali.
>> Membebaskan para rasul dari penjara.

Cerita-cerita tentang Jibril di gua Hira; ada yang berkata Jibril mencekik Muhammad, ada yang berkata Jibril memeluk Muhammad. Mana yang benar?

MALAIKAT JIBRIL AS MENCEKIK LEHER NABI MUHAMMAD SAW!
https://ajaranislamyanghaq.wordpress.com/category/malaikat-jibril-as-mencekik-leher-nabi-muhammad-saw/

Yaa akhi / yaa ukhti, berdasarkan Kitab Sirah Nabawiyah Ibnu Hiysam, sesungguhnya ketika Nabiyullah, Nabi Muhammad Rasulullah –Ashollatu ‘alayhi wa alihi wasalam- menerima wahyu dari Malaikat Jibril -‘Alayhissalam-di dalam Goa Hira’, Beliau dicekik lehernya oleh Malaikat Jibril.
Silahkan perhatikanlah dalilnya, dan antum jangan fasiq!
Ibnu Ishaq berkata, bahwasanya Wahab bin Kaisan berkata kepadaku, bahwa Ubaid berkata: “Pada bulan itu, Rasulullah -Shalallahu ‘alayhi wassalam- menetap di dalam Goa Hira’. Beliau memberi makan orang-orang miskin yang datang kepada Beliau. Usai melakukan hal itu, aktifitas pertama Beliau adalah pergi ke Ka’bah sebelum pulang ke rumahnya. Beliau SAW thawaf di Ka’bah sebanyak tujuh kali atau lebih. Usai thawaf, Beliau pulang ke rumah. Itulah yang terjadi hingga pada bulan dimana Allah hendak memuliakan Beliau dengan mengutus sebagai nabi Allah pada Bulan Ramadhan. Pada bulan tersebut Beliau pergi ke Goa Hira’ seperti biasanya dengan diikuti keluarganya. Pada suatu malam, Allah memuliakan Beliau SAW dengan memberi risalah (kerasulan) dan merahmati hamba-hamba-Nya dengan Beliau, datanglah Malaikat Jibril dengan membawa perintah Allah -Ta’ala-. Rasulullah -Shalallahu ‘alayhi wasalam- bersabda: “Jibril datang kepadaku pada saat aku tidur dengan membawa secarik kain Dibaj dan di dalamnya terdapat tulisan. Malaikat Jibril berkata: ‘Bacalah’, aku menjawab: ‘Aku tidak bisa membaca’. Malaikat Jibril mencekik leherku dengan kain Dibaj tersebut hingga aku (Nabi Muhammad) merasa seolah-olah sudah mati, kemudian dia melepaskan cekikannya dan berkata: ‘Bacalah!’, aku menjawab: ‘Apa yang harus aku baca?’.Malaikat Jibril kembali mencekik leherku dengan kain Dibaj tersebut hingga aku merasa seolah-olah sudah mati, kemudian dia melepaskan cekikannya tersebut dan berkata: ‘Bacalah!’, aku menjawab: ‘Apa yang harus aku baca?’. Aku berkata seperti itu dengan harapan dia mengulangi apa yang sebelumnya dia lakukan terhadap diriku. Kemudian dia berkata: ‘Bacalah dengan menyebut nama tuhan mu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan tuhanmu yang maha Pemurah. Yang mengajar dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS Al-‘Alaq: 1-5)’. Akupun membacanya sedangkan Jibril pergi dari hadapanku. Setelah itu aku bangun dari tidurku dan aku merasakan ada sesuatu yang tertulis dalam hatiku. Kemudian aku keluar dari Goa Hira’. Ketika aku berada di tengah-tengah gunung, aku mendengar suara dari langit: ‘Hai Muhammad, engkau adalah utusan Allah dan aku adalah Jibril’. Aku hadapkan kepalaku ke langit, saat itu kulihat Jibril menjelma seperti seorang laki-laki yang membentangkan kedua lututnya ke ufuk langit. Jibril berkata lagi: ‘Hai Muhammad, engkau adalah utusan Allah dan aku adalah Jibril’. Aku berdiri untuk melihatnya tanpa maju dan mundur. Aku arahkan padanganku kepadanya di ufuk langit, dan aku tidak melihat arah manapun melainkan aku lihat dia berada di sana. Aku berdiri diam terpaku, tidak maju dan tidak mundur, hingga akhirnya Khadijah mengutus orang-orangnya untuk mencariku. Mereka tiba di Makkah Atas dan kembali menemui Khadijah, sedangkan aku tetap berada di tempatku semula’!”.
Nabi Muhammad Rasulullah -Shalallahu ‘alayhi wassallam- bersabda: “Kemudian Jibril pergi dari hadapanku, dan aku pulang menemui keluargaku. Ketika bertemu Khadijah, aku duduk di pahanya (dipangku), dan bersandar kepadanya. Khadijah berkata: ‘Hai Abul Qasim (Hai Muhammad), di mana engkau berada? Sungguh aku telah mengutus orang-orang ku untuk mencarimu hingga mereka tiba di Mekkah Atas, kemudian mereka pulang lagi tanpa membawa hasil’. Kemudian aku ceritakan kepada Khadijah kejadian yang baru aku alami. Khadijah berkata: ‘Hai saudara misanku, bergembiralah, dan tegarlah. Demi Dzat yang jiwa Khadijah berada di tangan-Nya, sungguh aku berharap kiranya engkau menjadi nabi untuk ummat ini’!”. (Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam).
Silahkan antum baca sendiri teks aslinya pada gambar di bawah ini dengan seksama (cermat)!:
KITAB SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM!
KITAB SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM! 
KITAB SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM!
KITAB SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM! 
SESUNGGUHNYA MALAIKAT JIBRIL AS MENCEKIK LEHER NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW SAAT MENGIRIMKAN WAHYU DI DALAM GOA HIRA'!
SESUNGGUHNYA MALAIKAT JIBRIL AS MENCEKIK LEHER NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW SAAT MENGIRIMKAN WAHYU DI DALAM GOA HIRA’! 
Yaa akhi / yaa ukhti, jadi menurut sejarah dalam kitab Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, sudah jelas sejelas-jelasnya, bahwa leher Nabi Muhammad -Shalallahu ‘alayhi wa alihi wasalam- memang dicekik oleh Malaikat Jibril-‘Alayhis salam- di dalam Goa Hira’ ketika Beliau SAW menerima wahyu Allah untuk yang pertama kalinya!
Wallahu a’lam bi shawwab. 


MALAM ITU, MALAIKAT JIBRIL MEMELUK RASULULLAH TIGA KALI

http://kisahikmah.com/malam-itu-malaikat-jibril-memeluk-rasulullah-tiga-kali/

ilustrasi @flickr


Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Muhammad. Semoga Allah Ta’ala kurniakan shalawat kepada Nabi Muhammad yang telah mengantarkan Islam kepada kita. Assalamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warahmatullahi wabarokatuh. Salam untukmu, wahai Nabi, dan rahmat juga berkah dari Allah Ta’ala untukmu.
Betapa mulianya Rasulullah, sepanjang hidup dan matinya adalah keberkahan. Sosoknya memesona, akhlaknya mulia. Dialah manusia yang dipuji oleh sesama makhluk dan Khaliqnya. Dialah pribadi yang disanjung di bumi dan langit. Namanya akan harum dalam kebaikan, senantiasa disebut berkali-kali dalam sehari, di sepanjang waktu, oleh milyaran manusia dan malaikat yang jumlahnya tak terkira.
Kemuliaan dan keberkahannya dimulai sejak kecil. Ketika anak-anak seusianya melihat permainan dan pertunjukan musik yang melenakkan di kalangan kaum Quraisy, Muhammad bin Abdullah kecil tertidur. Lantas, saat terbangun, acara musik dan kesia-siaan itu telah usai. Saat ada temannya yang mengajak pada kesempatan lain, dengan polos ia berucap, “Aku tidak diciptakan untuk itu.”
Memasuki dewasa, kebijaksanaan dan kebersihan hatinya makin bertambah. Ia galau dengan kekafiran, kebodohan dan kemaksiatan kaumnya. Maka, ia sering merenung, menyendiri bersama Tuhannya. Ia memilih Gua sebagai tempat yang tinggi nan hening, untuk berdua bersama Rabbnya.
Tepat di malam itu, saat ia telah menikah dengan Khadijah yang mulia, ia didatangi Duta Langit. Jibril namanya. Duhai mulianya, seorang manusia didatangi oleh malaikat. Makhluk yang terbuat dari tanah itu, disambangi makhluk Allah Ta’ala yang terbuat dari cahaya.
Duta langit yang merupakan imam para malaikat tidaklah datang dengan percuma. Ada misi agung yang dibawanya. Apalagi, dia tidaklah turun kecuali karena menerima perintah Zat yang telah menciptanya. Malam itu, tercatatlah sebuah peristiwa agung yang akan senantiasa memesona dalam perbincangan sejarah dan peradaban. Malam itu, Nabi Muhammad yang manusia biasa itu, dipeluk oleh Malaikat Jibril sebanyak tiga kali.
“Bacalah,” kata Jibril.
Nabi menjawab, “Sungguh,” ucapnya terbata, “aku tidak bisa membaca.”
Kemudian, lanjutnya, Jibril mengambil dan memelukku hingga aku kelelahan. Tak lama, Jibril melepaskan pelukkannya.
“Bacalah,” Jibril masih memberikan instruksi yang sama.
Maka Rasul yang buta huruf itu menjawab serupa, “Sungguh,” ujarnya gugup, “aku tak kuasa membaca.”
Lalu, sabda Rasul meneruskan, Jibril mengambil dan memelukku untuk yang kedua kali. Lalu melepaskanku.
Terakhir, Jibril masih mengatakan kalimat serupa, “Bacalah,” pungkasnya tegas.
Dan, sosok mulia yang memang tak pandai baca tulis itu menjawab serupa, “Sungguh,” hentinya sejenak, “aku tak mampu membaca.”
Karenanya, katanya menerangkan, Jibril mengambil dan memelukku untuk ketiga kalinya.
Kemudian Jibril membacakan surah al-‘Alaq ayat 1-5 sebagai wahyu pertama yang diturunkan di Gua Hira’.
Itulah pelukan Jibril kepada Muhmmad Saw. Pelukan imam malaikat kepada imam manusia. Pelukan berjuta makna dan mustahil ditafsirkan dengan kata oleh sastrawan mana pun. Lepas diberi wahyu seraya dipeluk tiga kali malam itu, perjuangan Nabi Muhammad Saw sebagai nabi terakhir akan segera dimulai. [Pirman]

Tidak ada komentar: