Sabtu, 15 Agustus 2015

Pertama dalam Sejarah, Anggaran Kesehatan Lima Persen

Pak Sonny:

http://m.wartaekonomi.co.id/berita68520/pertama-dalam-sejarah-anggaran-kesehatan-lima-persen.html

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Bagaimana mungkin ada anggaran kesehatan 5% dari APBN, jika pemerintah sudah menyerahkan urusannya pada BPJS - dari masyarakat untuk masyarakat. Yang ada adalah pemerintah membayar iuran BPJS fakir miskin yang 67 juta orang itu.

Hati-hati dengan ilmu sihir. Kita sedang berhadapan dengan orang-orang lulusan Havard yang bermental Indonesia. Ilmunya tinggi mentalnya bejat. Cara-cara kerjanya licin sehingga nyaris tak terlacak jejak kejahatannya. Tapi kali ini ada saya yang akan mengupas liku-liku isi otak mereka. 

Kita harus berhati-hati dengan segala istilah. Kalau disebut membiayai kesehatan fakir miskin, maka prosedurnya: dari APBN ke rumahsakit, bukan ke perusahaan asuransi. Tapi kali ini pemerintah membayar kesehatan fakir miskinnya bukan ke rumahsakit, melainkan ke asuransi BPJS, lalu BPJS yang membayar ke rumahsakit.

>> APBN - Rumahsakit.

Bandingkan:

>> APBN - Asuransi - Rumahsakit.

Di asuransi ada aroma bisnis. Ada keuntungan! Kalau langsung rumahsakit tak ada ruang keuntungan. Kalau langsung rumahsakit pejabat-pejabat korupsi itu tak mendapatkan apa-apa. Tapi kalau melalui asuransi, di sinilah tempat mereka mengadakan bancakan - pesta bagi-bagi keuntungan.

Nah, gimana pak Sonny? Sudah tercerahkan sekarang?!

Tidak ada komentar: