Jumat, 28 Agustus 2015

PERTANYAAN UNTUK PAK SONNY - 2

Pak Sonny;

Soal Tarakan sdh sy respon pak. Kota tsb dijadikan role model buat daerah2 laen yg kaya sumber daya. Tirulah Tarakan....!

Kampanye revolusi mental lebih mengajak kita semua utk berubah. Tentu perubahan itu sulit. Tp harus!

Sama seperti sy menyerukan STOP MEROKOK pada pak rudy. Terus saya gaungkan walau masuk telingga kirri keluar telinga kanan...hahahahaha

Begitu juga soal pertanian di tepi pantai. Itu sindiran buat kita semua. Referensinya jelas Israel. Mereka hidup ditanah berpasir tapi penghasil pertanian bagus. Kualitet. Kenapa petani kita di pedalaman nan subur tdk bisa? 

Begitu juga soal koperasi dsbnya...

Ayo...berubalah...!

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

1. Soal Tarakan; selain faktor mental positif mereka, juga ada faktor finansialnya. Jadi, ada 2 faktornya, sama seperti kalau pak Sonny dimintai sumbangan orang. Sekalipun pak Sonny orang yang baik hati tapi tak punya duit, ya mana bisa menyumbang?!

Jokowi hendak merevolusi mental, jika tidak disertai dengan merevolusi ekonomi, tidakkah itu sama saja dengan gombal?! Bagaimana Jokowi disebut merevolusi ekonomi jika rupiah terus-menerus anjlok, harga barang-barang naik terus? Dan kita melihat Jokowi itu presiden lintah darat yang tegaan terhadap rakyatnya?! Rakyat bukan hanya diambil telornya tapi juga disembelihnya.

2. Tentang kesulitan;

Kesulitan itu ada 2; ada yang masih bisa ditembus dan ada yang mustahil. Nah, saya mendapati keseluruhan program revolusi mental Jokowi itu mustahil bisa berhasil. Tentu saja saya sayang dengan anggaran yang sebesar itu.

3. Tentang menggaungkan;

Tentu saja harus dipertimbangkan 2 hal; apa yang digaungkan dan kepada siapa?
Kalau menggaungkan rencana yang imposible dan kepada orang yang bebal, apakah itu tidak sia-sia?

4. Tentang perkembangan pertanian;

Itu sangat bergantung dari regulasi pemerintah. Seperti apa pemerintah menghargai hasil pertanian dan seperti apa pemerintah mengatasi mafia. Pemerintah harus sadar bahwa dia itu bapak bangsa, pengatur bangsa. Jadi, jangan melemparkan tugas ini ke masyarakat. Pemerintah harus menjadi inisiator, bukan menjadi dewan juri doank.

5. Yang harus berubah;

Yang harus berubah adalah lokomotipnya: Jokowi.
Tak ada orang yang bertanya: siapa rakyatnya, tapi siapa presidennya.

Tidak ada komentar: