Kamis, 20 Agustus 2015

Perundingan Nuklir, Akhirnya Iran Sepakat

Negara Islam yang menggelisahkan dunia; Iran, pada akhirnya harus menyerah menjadi negara yang terkontrol. Mau gimana lagi, hayo?!

Perundingan Nuklir, Akhirnya Iran Sepakat

http://www.harianjogja.com/read/20150717/7/1876/perundingan-nuklir-akhirnya-iran-sepakat

Bisnis.com, WINA—Iran dan enam negara besar di dunia akhirnya mengesahkan kesepakatan mengenai masalah nuklir Iran yang beberapa kali molor lantaran proses tawar menawar yang alot.

"Apa yang kami umumkan ini bukan cuma kesepakatan, hari ini adalah hari yang bersejarah," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini dalam satu taklimat bersama Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, Selasa (14/7/2015).

Kesepakatan nuklir dicapai dengan enam negara besar di dunia dan akan membangun kepercayaan dunia. Ia menambahkan kesepkatan itu bukan puncak, melainkan landasan yang kokoh.

"Kita sekarang harus mulai membangun di atasnya," katanya.

Kesepakatan menyeluruh tersebut dicapai antara Iran dan kelompok P5+1, yakni Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Tiongkok, Rusia ditambah Jerman, setelah lebih dari dua pekan tawar-menawar alot di Ibukota Austria, Wina.
Perjanjian mencakup aturan mengenai pengawasan lokasi fasilitas nuklir di Iran sehingga pengawas PBB dapat meninjau lokasi militer, meski Iran bisa saja menentang pemberian akses.

Kesepakatan dimaksudkan untuk memastikan Iran tidak mengembangkan bom nuklir. Pemerintah Iran selama ini membantah tuduhan Barat program nuklir sipilnya hanya dalih untuk memproduksi senjata nuklir. Berdasarkan kesepakatan itu pula, Iran akan mengirim sebagian besar simpanan nuklirnya ke Rusia, sehingga menghalangi jalur teknisnya membuat bom nuklir.

Kesepakatan itu disambut hangat sejumlah pemimpin negara dan badan dunia. Presiden Rusia Vladimir Putin misalnya, menilai dengan kesepakatan itu, dunia jadi bisa bernafas lega. Ia menghargai semua negara yang merundingkan kesepakatan itu karena telah membuat keputusan berat bagi kestabilan dan kerja sama.
Adapun Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon memuji tekad dan komitmen para perunding serta keberanian para pemimpin yang menyetujui kesepakatan tersebut.

Masyarakat Iran di ibukota Iran, Teheran pun menyambut kesepakatan ini dengan bersuka cita. Mereka berkumpul di pusat kota, Rabu (15/7/2015) merayakannya. Bahkan jalan raya utama ibukota, Vale-Asr, disesaki warga.
Namun di AS, kesepakatan itu banyak dikecam. Sebagian politisi AS menuduh Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan timnya mundur dari kepentingan AS saat berada di meja perundingan. Mereka mengatakan kesepakatan itu tidak selamanya menghalangi jalur Iran ke pembuatan bom nuklir.

Ketua Parlemen AS John Boehner pada Selasa mengatakan kesepakatan nuklir tersebut akan "membuat Iran jadi berani" dan memicu "persaingan senjata atom".

Presiden AS Barack Obama pada Selasa langsung mendesak Kongres AS yang dikuasai Partai Republik, untuk mensahkan kesepakatan tersebut. Kongres AS memiliki waktu 60 hari untuk mengkaji dan melakukan pemungutan suara mengenai kesepakatan nuklir Iran.

Tak tunduk
Kendati para pemimpin dunia menyambut tercapainya kesepakatan nuklir itu, tidak demikian halnya Israel. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bahkan mencetuskan tak akan tunduk pada kesepakatan nuklir antara Iran dan enam negara kekuatan dunia.

Ditegaskan Netanyahu, Israel tidak terikat pada kesepakatan itu dan akan membela diri dengan aksi militer jika diganggu Iran. "Israel tidak terikat pada kesepakatan dengan Iran ini karena Iran terus mengupayakan kehancuran kami," kata pemimpin negeri Yahudi itu, Rabu.

Tidak ada komentar: