Minggu, 23 Agustus 2015

Senjata Milter Buatan Israel yang Pernah Dibeli Indonesia

http://indonesiabim.blogspot.com/2013/06/senjata-milter-israel-yang-pernah.html

Indonesia yang kita tahu mendukung perjuangan bangsa Palestina dan belum mengakui Israel, ternyata sudah menggunakan senjata buatan Israel, dan telah digunakan oleh (TNI / POLRI) Meski tak mengakui Israel sebagai sebuah negara, Indonesia secara diam-diam selalu menjalin hubungan gelap dengan Israel. Tak kurang dari pesawat tempur pernah dibeli Indonesia dari negara Yahudi tersebut.

Kisah pembelian pesawat jenis A-4 Skyhawk ini diutarakan secara rinci oleh Marsekal Muda (purnawirawan) Djoko Poerwoko. Dalam otobiografinya berjudul Fit Via Vi, mantan Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional yang juga rekan seangkatan Panglima TNI, Marsekal Djoko Suyanto, ini menguraikan secara rinci bagaimana putra-putri Indonesia berhasil membawa pulang 32 pesawat A-4 Skyhawk dari Israel. "Operasi pengadaan itu merupakan operasi clandestein terbesar yang pernah dilakukan TNI-AU."

Sebenarnya Indonesia akan membeli dari produsennya, Amerika. namun Amerika menawarkan pesawat tempur bekas pakai dari Israel, yang pernah digunakan untuk membunuh penduduk Palestina. ( Jadi Pesawat Tempur milik Indonesia berlumur darah bangsa Palestina ).

http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/05/51.jpg
Pesawat Tempur A4 skyhawk TNI AU


http://1.bp.blogspot.com/-R9ajjSfq_-s/TiAeWWWYAhI/AAAAAAAAC-A/p4Nof6IQtDg/s400/1_uzi-7-mini.jpg
Senapan IMI UZI

Indonesia pertama kali mendatangkan UZI sekitar dekade 1980an. Unit elit komando yang pertama kali menggunakan ketika itu adalah Den-81 Kopassandha (Kopassus TNI-AD). Selanjutnya, unit elit lain yang menggunakan adalah Tontaipur Kostrad (TNI-AD), diikuti pula dengan unit-unit elit lain seperti Denjaka (TNI-AL). Jenis (varian) UZI yang dipakai adalah jenis yang sudah dimodifikasi menjadi senapan serbu serbaguna

http://indonesiaindonesia.com/imagehosting/images/2821/1_gunporn-galil.jpg 
Senapan Serbu IMI Galil


http://www.imfdb.org/images/5/58/Galil_m.jpghttp://1.bp.blogspot.com/-qE72CSq6x48/TjOfIUBreyI/AAAAAAAABqg/aDS2rSlKGzM/s1600/1.jpg
KA Galil MAR

Satu lagi senjata yang dibeli TNI adalah sejenis Senapan Sniper bernama Galil-Galatz/99R hasil modifikasi dari senapan serbu Galil dengan tambahan teropong dan dudukan di depan magasinnya. Senjata dengan kaliber 7, 62 mm ini oleh IMI dipromosikan sebagai senjata andalan IDF dan termasuk senjata sniper multi target, bisa menembak personel maupun anti-material.

http://indonesiaindonesia.com/imagehosting/images/2821/1_TaipurSniper.jpghttp://www.israeli-weapons.com/weapons/small_arms/galatz/galilsniper_10.jpg
Senapan Sniper IMI Galil Galatz/99R

Benarkah Galil-Galatz/99R ini hebat? Ternyata tidak sepenuhnya benar. Menurut review dari Jane's Defense International yang melakukan perbandingan terhadap sejumlah senjata sejenis, disimpulkan bahwa Galil-Galatz/99R jempolan hanya di harga jual alias mahal harganya, sedangkan tingkat akurasi payah.senjata Sniper IMI Galil Galatz digunakan pasukan TNI AD.

.
Meprolight MOR

Pada tanggal 27 Mei sampai 1 Juni 2013 Tantowi Yahya yang merupakan salah satu anggota DPR Komisi I yang mengurusi Persenjataan Alutsista, pergi ke Israel dengan maksut dan tujuan yang masih simpang siur. namun beberapa kalangan menduga kepergian Tantowi Yahya ke Israel terkat rencana pembelian UAV buatan Israel

http://cmsimg.defensenews.com/apps/pbcsi.dll/bilde?Site=M5&Date=20130617&Category=DEFREG&ArtNo=306170011&Ref=AR&Border=0
UAV Aerospace Industries Buatan Israel

Dugaan tersebut beralasan, karena sebelum keberangkatan Tantowi Yahya ke Israel. Menhan  Purnomo Yusgiantoro berencana akan membeli satu skuadron pesawat UAV Aerospace Industries (IAI) buatan Israel.

Senjata Israel Banyak Kelebihannya

https://id-id.facebook.com/IsraelinIndonesia/posts/298328413544085

Danjen Kopassus: Senjata Israel Banyak Kelebihannya
M. Rizal Maslan - detikNews
Jakarta - Danjen Kopassus Mayjen TNI Syamsu Rizal mengaku tidak keberatan pemerintah mencari alternatif pengadaan senjata dari negara lain di luar Israel. Namun diakuinya, senjata jenis AR Galiear yang diproduksi Israel banyak kelebihannya. "Kalau dibilang canggih tidak juga. Kenapa Kopassus tertarik? Karena senjata itu kecil. Kita kan ada Parako (Para Komando) yang membutuhkan senjata jenis AR Galiear," ungkap Syamsu Rizal di sela kunjungan Menhan Juwono Sudarsono ke Markas Divisi Infanteri I Kostrad Cilodong, Bogor, Rabu (29/6/2005). Senjata jenis ini memiliki keunggulan yang cukup menonjol dibanding senjata jenis lainnya. Kopassus, katanya, sudah pernah mencoba penggunaan senjata ini kepada anggotanya. Di lingkungan tentara elit ini, ada sekitar 10-20 pucuk AR Galiear. Syamsu sendiri mengaku cukup berpengalaman dengan senjata jenis ini. Diungkapkan Syamsu, saat masih berpangkat letnan, dia sering membawa senjatanya itu ke luar masuk lumpur dan air selama 40 hari dalam suatu operasi khusus. Namun senjata AR Galiear ini tidak mengalami kerusakan dan macet sedikit pun. Senjata itu masih bisa dioperasikan. Senjata ini juga masih utuh dan tidak patah saat dijatuhkan dari ketinggian 25 meter. "Ini yang dibutuhkan dalam operasi-operasi yang dilakukan Kopassus. AR Galiear juga pernah dipakai di Aceh oleh anggota kita. Mestinya kalau pernah dipakai tidak ada masalah, tapi semuanya saya serahkan kepada KSAD untuk mengambil keputusan," ungkap Syamsu. Namun, jika KSAD menilai ada alternatif lain yang lebih baik, lanjut Syamsu, pihaknya akan memikirkan hal itu. "Tapi sangat kita sayangkan karena yang dimasalahkan soal negaranya. Kan Taiwan juga tidak punya wakil diplomatik di RI, tapi barang-barang Taiwan banyak di sini. Ini kita harap juga jadi pertimbangan. Dulu kita beli juga tidak langsung dari Israel," tutur Syamsu. Di Divisi Anti Teror Kopassus, lanjut Syamsu, senjata yang digunakan saat ini adalah jenis AK, MP5 dan HK-33 yang berasal dari pabrik yang sama. Namun, kebutuhan Kopassus sangat tinggi mengingat jumlah personelnya yang mencapai 3.000 orang dengan senjata perorangan. Mengenai rencana pembelian senjata jenis ini, Menhan Juwono Sudarsono mengatakan, akan dikaji ulang. "Apakah mungkin karena di masa lampau itu tidak masalah. Sekarang kita kaji ulang, mungkin ada sumber lain seperti dari Asia Timur. Contohnya, RRC dan Taiwan," kata Juwono. Sekadar diketahui, pada saat Raker dengan DPR, KSAD Jenderal Joko Santoso menjelaskan rencana pembelian senjata buatan Israel yang diusulkan Kopassus. Markas Besar TNI saat ini sedang memproses teknis pembeliannya. Namun rencana ini ditentang DPR. Mereka meminta TNI mengkaji ulang lagi rencana itu.

Tidak ada komentar: