Selasa, 25 Agustus 2015

SEPANJANG AL QUR'AN MASIH ADA

Sepanjang Al Qur'an masih ada, maka ISA tetaplah yang terkemuka di dunia dan di akherat. Dan sepanjang Al Qur'an masih murni, maka ISA tetaplah Seorang Juruselamat - al MASIH. Demikian halnya Muhammad, selama tidak ada kenaikan pangkat Anumerta, maka Muhammad tetaplah dalam posisinya sebagai Shalallaahu 'Alayhi Wasallam - SAW, yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya:  "semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya."

Melihat benda di siang hari masakan masih kurang jelas? Melihat warna hitam dengan putih masakan belum bisa membedakan?

Kalaupun anda pergi ke Afrika dan bertanya kepada Muslim di sana: Siapakah ISA menurut Muslim Afrika, tidakkah mereka tetap saja akan menjawab bahwa ISA adalah al MASIH, Seorang yang terkemuka di dunia dan di akherat?! Dan kalaupun anda pergi ke negeri China, lalu bertanya kepada Muslim di sana: siapakah Muhammad menurut anda? Tidakkah mereka juga akan memberikan jawaban yang sama, bahwa Muhammad itu bergelar Shalallaahu 'Alayhi Wasallam - SAW, yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya:  "semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya."

Hanya mimpi yang konyol saja yang bisa membalikkan gelar kedua nabi itu, bukan?!

Tidak ada komentar: