Rabu, 26 Agustus 2015

SEPERTI DI ZAMAN RAJA AHAB

Di zaman raja Ahab berkuasa atas Israel Utara, bangsa Israel dibawa dalam kesesatan penyembahan dewa Baal. Hanya nabi Elia seorang diri yang pada waktu itu menyembah kepada ALLAH Abraham, ALLAH Ishak, ALLAH Yakub dan ALLAH Israel. Sebuah zaman yang sama dengan zaman ini, yang selama 70 tahun bangsa ini dibawah kuasa kaum Muslim. Kini bangsa ini mengalami kemerosotan di segala bidang. Korupsi merajalela, kejahatan terus-menerus meningkat, kekayaan alam dikuasai bangsa asing, keagamaan hambar, saling mengasihi tak ada, rebutan kekuasaan, rakyat semakin miskin dan semakin susah hidupnya, perekonomian kacau, mental materialistis, dan lain-lainnya. Bangsa yang besar ini telah menjadi bangsa yang lemah tak berdaya. Sebuah kegagalan kaum Muslim.

Hanya saya yang saat ini berani melawan arus. Dan sebagaimana nabi Elia di zaman itu yang ingin membawa perubahan bangsanya dengan kuasa ALLAH yang benar, demikianlah saya pada zaman ini memiliki tanggungjawab untuk membawa bangsa besar ini pada kebesaran yang semestinya. Tentu saja oleh kuasa ALLAH yang benar. Sebab hanya ALLAH yang benar-benar ALLAH saja yang sanggup membawa bangsa Israel keluar meninggalkan negeri Mesir.

Jika nabi Elia berdiri di gunung Karmel untuk menantang nabi-nabi Baal, saya melalui internet ini berdiri menantang tokoh-tokoh agama untuk berdiskusi. Ada 450 nabi Baal dan 400 nabi Asyera, artinya ada 2 golongan agama besar yang saya hadapi, yakni: Islam dan Kristen.

1Raja-raja 18:17     Segera sesudah Ahab melihat Elia, ia berkata kepadanya: 
                         "Engkaukah itu, yang mencelakakan Israel?"
                  18:18    Jawab Elia kepadanya: "Bukan aku yang mencelakakan Israel, 
                         melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah 
                         meninggalkan perintah-perintah TUHAN dan engkau ini telah 
                         mengikuti para Baal.

Islam selalu menuduh golongan Kristen yang bikin onar dan mengadu domba di negeri ini. Tapi saya katakan; "Bukan Kristen, tapi Islamlah yang mayoritas dan memimpin bangsa ini selama 70 tahun sejak tahun 1945. Oleh sebab Islam selalu mengutuk Israel dan menganiaya orang-orang Kristen, sehingga negara ini semakin hari semakin terpuruk. Karena ALLAH sesembahannya tak benar, maka bangsa ini menjadi tak benar pula."

1Raja-raja 18:21     Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: "Berapa lama 
                         lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu 
                         Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia." Tetapi rakyat itu 
                         tidak menjawabnya sepatah katapun.

Berkali-kali saya melemparkan taruhan; kalau saya kalah berdiskusi dengan anda, saya akan ikut anda, saya akan berguru pada anda. Kalau saya kalah itu tandanya saya tak bersama ALLAH, saya bekerja sendiri, maka saya adalah nabi palsu.

Nabi Elia menyuruh mereka menyiapkan seekor lembu, memotong-motongnya dan meletakkan di atas kayu bakar, tapi tidak boleh dinyalakan api. Mereka harus berdoa meminta api pada dewa mereka. Sama seperti ketika saya melemparkan pertanyaan kepada lawan diskusi saya dan mereka tak bisa menjawab, demikianlah pengikut Baal itu berseru-seru seharian meminta api, namun tak ada suara, tak ada api, tak ada jawaban.

Kini giliran nabi Elia yang menyiapkan seekor lembu dan melakukan hal yang sama. Bahkan nabi Elia menyuruh orang menyirami daging lembu itu dengan air banyak-banyak, yang secara logika semakin tidak mungkin dilalap api. Tapi kenyataannya dengan sekali seruan saja ALLAH mengirimkan api dan api itu membakar habis korban nabi Elia. Sama seperti saya yang justru menantang kaum Muslim supaya menyerang kelemahan Alkitab, yang konon menurut Ahmed Deedat ada 44.000 kesalahan Alkitab. Tapi semua itu bisa saya atasi dengan baik. Saya menang ketika menyerang dan menang pula ketika diserang.

1Raja-raja 18:

18:22Lalu Elia berkata kepada rakyat itu: "Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi TUHAN, padahal nabi-nabi Baal itu ada empat ratus lima puluh orang banyaknya.
18:23Namun, baiklah diberikan kepada kami dua ekor lembu jantan; biarlah mereka memilih seekor lembu, memotong-motongnya, menaruhnya ke atas kayu api, tetapi mereka tidak boleh menaruh api. Akupun akan mengolah lembu yang seekor lagi, meletakkannya ke atas kayu api dan juga tidak akan menaruh api.
18:24Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan akupun akan memanggil nama TUHAN. Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah!" Seluruh rakyat menyahut, katanya: "Baiklah demikian!"
18:25Kemudian Elia berkata kepada nabi-nabi Baal itu: "Pilihlah seekor lembu dan olahlah itu dahulu, karena kamu ini banyak. Sesudah itu panggillah nama allahmu, tetapi kamu tidak boleh menaruh api."
18:26Mereka mengambil lembu yang diberikan kepada mereka, mengolahnya dan memanggil nama Baal dari pagi sampai tengah hari, katanya: "Ya Baal, jawablah kami!" Tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab. Sementara itu mereka berjingkat-jingkat di sekeliling mezbah yang dibuat mereka itu.
18:27Pada waktu tengah hari Elia mulai mengejek mereka, katanya: "Panggillah lebih keras, bukankah dia allah? Mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, dan belum terjaga."
18:28Maka mereka memanggil lebih keras serta menoreh-noreh dirinya dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka.
18:29Sesudah lewat tengah hari, mereka kerasukan sampai waktu mempersembahkan korban petang, tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tidak ada tanda perhatian.
18:30Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: "Datanglah dekat kepadaku!" Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu.
18:31Kemudian Elia mengambil dua belas batu, menurut jumlah suku keturunan Yakub. --Kepada Yakub ini telah datang firman TUHAN: "Engkau akan bernama Israel." --
18:32Ia mendirikan batu-batu itu menjadi mezbah demi nama TUHAN dan membuat suatu parit sekeliling mezbah itu yang dapat memuat dua sukat benih.
18:33Ia menyusun kayu api, memotong lembu itu dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api itu.
18:34Sesudah itu ia berkata: "Penuhilah empat buyung dengan air, dan tuangkan ke atas korban bakaran dan ke atas kayu api itu!" Kemudian katanya: "Buatlah begitu untuk kedua kalinya!" Dan mereka berbuat begitu untuk kedua kalinya. Kemudian katanya: "Buatlah begitu untuk ketiga kalinya!" Dan mereka berbuat begitu untuk ketiga kalinya,
18:35sehingga air mengalir sekeliling mezbah itu; bahkan parit itupun penuh dengan air.
18:36Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini.
18:37Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali."
18:38Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.
18:39Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: "TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!"

Nabi Elia mengembalikan nama YAHWEH -
18:31Kemudian Elia mengambil dua belas batu, menurut jumlah suku keturunan Yakub. --Kepada Yakub ini telah datang firman TUHAN: "Engkau akan bernama Israel." --
Sama seperti saya yang mengembalikan nama YAHWEH.

Sarapanpagi.com, yang mengaku ahli bahasa Ibrani, menyatakan kalau "ALLAH" Alkitab itu bukan dari bahasa Arab, tapi dari bahasa Ibrani juga memakai "ALLAH." Tapi saya bisa membuktikan bahwa "ALLAH" Alkitab adalah dari bahasa Arab. Sebab Alkitab mempunyai 3 macam ALLAH;

"TUHAN" - huruf besar semuanya merupakan pengganti: YAHWEH.

"Allah" - huruf besar di awal merupakan pengganti gelar: Tuhan. Menunjuk pada ALLAH yang
              di sorga - YAHWEH.

"allah" - huruf kecil semuanya mengartikan sesuatu yang kita sembah - berhala.

Jadi, "TUHAN" untuk mengganti YAHWEH, "Allah" untuk mengganti TUHAN, sedangkan "allah" untuk berhala.

Jika "allah" untuk berhala sedangkan "Allah" untuk TUHAN, bukankah sama dengan allah Islam yang berarti sesuatu yang kita sembah - Al Ilah. Karena itu "ALLAH" Alkitab berasal dari bahasa Arab, kecuali pengertian Ibrani sama dengan pengertian Arab, maka "ALLAH" Alkitab memang asli dari bahasa Ibrani sendiri. Namun demikian "ALLAH" Alkitab bukanlah nama, melainkan gelar. Berbeda dengan "ALLAH" Islam yang merupakan nama.

Jika "ALLAH" adalah gelar ALLAH Kristen, maka ALLAH Kristen tidak mempunyai nama. Karena itu Kristen harus menuntut supaya "TUHAN" dikembalikan pada: "YAHWEH" lagi supaya ALLAH kita mempunyai nama, sebagaimana yang telah dilakukan oleh ILT - Indonesia Literatur Terjemahan.

Jadi, polemik perlukah pemakaian nama YAHWEH; jelas perlu sekali, kecuali anda tidak merasa perlu menghormati YAHWEH.

Apa yang bukan sebagaimana aslinya harus dikembalikan menurut aslinya. "TUHAN" harus diganti menjadi "YAHWEH."

Bagaimana dengan YESUS KRISTUS? Jika kita tahu nama aslinya: JESHUA ha MASHIA, masakan kita merubah-rubah nama orang? Jika nama orang Jawa: Selamet, masakan kita bahasa Inggriskan: Congratulations? Presiden Joko Widodo apakah kita panggil: Bachelor  Widodo - Bachelorwi? Lihat saja Islam menyebutnya ISA al MASIH. Orang China menyebutnya: Yasu, orang Italia: Gesu, orang Filipina: Hesus. Bandingkan dengan nama: Muhammad. Seluruh dunia seragam, bukan?! Jadi, Kristen ini kacau dan sembrono sekali terhadap TUHAN yang harus dihormatinya.

Tidak ada komentar: