Selasa, 25 Agustus 2015

SURAH AL FATIHAH

Ada yang berkata surah Al Fatihah adalah surah yang pertama-tama, tapi ada pula yang berkata surah Al Alaq-lah yang pertama-tama.

Berdasarkan sejarahnya jelas surah Al Alaq-lah yang pertama-tama diterima Muhammad ketika di gua Hira. Tapi berdasarkan arti katanya, Al Fatihah adalah sebuah pembukaan. Jadi, jika kini Al Qur'an didahului dengan surah Al Fatihah, berarti tidak konsisten dengan sejarah atau kronologisnya.

QS. 96:1      Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang 
              menciptakan,
     96:2  Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
     96:3  Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
     96:4  Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam

Tapi apakah benar seperti itu dialog Jibril dengan Muhammad ketika di gua Hira? 

“Jibril datang kepadaku pada saat aku tidur dengan membawa secarik kain Dibaj dan di dalamnya terdapat tulisan. Malaikat Jibril berkata: ‘Bacalah’, aku menjawab: ‘Aku tidak bisa membaca’. Malaikat Jibril mencekik leherku dengan kain Dibaj tersebut hingga aku (Nabi Muhammad) merasa seolah-olah sudah mati, kemudian dia melepaskan cekikannya dan berkata: ‘Bacalah!’, aku menjawab: ‘Apa yang harus aku baca?’.Malaikat Jibril kembali mencekik leherku dengan kain Dibaj tersebut hingga aku merasa seolah-olah sudah mati, kemudian dia melepaskan cekikannya tersebut dan berkata: ‘Bacalah!’, aku menjawab: ‘Apa yang harus aku baca?’. 

Ternyata di Al Qur'an tidak ada jawaban Muhammad: "Aku tidak bisa membaca."

Dan jika dibilang Muhammad tidak bisa membaca tapi ketika Jibril sudah pergi, Muhammad membacanya;

Akupun membacanya sedangkan Jibril pergi dari hadapanku. Setelah itu aku bangun dari tidurku dan aku merasakan ada sesuatu yang tertulis dalam hatiku. 

Adakah Muhammad telah membohongi Jibril, atau Muhammad membacanya secara awur-awuran karena memang benar-benar tak bisa membaca? 

https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Fatihah

Surah Al-Fatihah (Arabالفاتح , al-Fātihah, "Pembukaan") adalah surah pertama dalam al-Qur'an. Surah ini diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat. Al-Fatihah merupakan surah yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap di antara surah-surah yang ada dalam Al-Qur'an.
Surah ini disebut Al-Fatihah (Pembukaan), karena dengan surah inilah dibuka dan dimulainya Al-Quran. Dinamakan Ummul Qur'an (أمّ القرءان; induk al-Quran) atau Ummul Kitab (أمّ الكتاب; induk Al-Kitab) karena dia merupakan induk dari semua isi Al-Quran. Dinamakan pula As Sab'ul matsaany (السبع المثاني; tujuh yang berulang-ulang) karena jumlah ayatnya yang tujuh dan dibaca berulang-ulang dalamsalat.

Bandingkan:

http://www.kumpulanmisteri.com/2015/05/ini-alasan-kenapa-al-quran-dimulai.html

Nah, karena kebingungan itu lah kita kali ini berkumpul untuk membicarakannya, untuk mengetahui alasan mengapa Al-Fatihah yang dipilih menjadi pembuka untuk al-Qur’an, dan bukan surat Al-Alaq yang pertama turun ayatnya.


Anggap saja itu kasus kebingungan yang pertama. Sekarang saya akan tunjukkan kasus kebingungan yang kedua;

QS. 1:6        Tunjukilah kami jalan yang lurus,
      1:7        (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri 
                   ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang 
                   dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Al-Fatihah merupakan satu-satunya surah yang dipandang penting dalam salat. Salat dianggap tidak sah apabila pembacanya tidak membaca surah ini.[4] Dalam hadits dinyatakan bahwa salat yang tidak disertai al-Fatihah adalah salat yang "buntung" dan "tidak sempurna".[5] Walau begitu, hal tersebut tidak berlaku bagi orang yang tidak hafal Al-Fatihah. Dalam hadits lain disebutkan bahwa orang yang tidak hafal Al-Fatihah diperintahkan membaca:
"Maha Suci Allah, segala puji milik Allah, tidak ada tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah."[6]

Kaum Muslim setiap hari sedikitnya 5 kali bertanya: "Tunjukilah kami jalan yang lurus." Masalahnya: 

1. Apakah kaum Muslim memang benar-benar tidak tahu jalan 
    yang lurus? Atau berpura-pura tidak tahu?

2. Dari sejak tahun 611 Tarikh Masehi, sudah 1500 tahunan, 
    masakan masih belum ada yang memberitahu atau memberi
    jawaban?

3. Siapakah yang ditunggu untuk memberikan petunjuk jalan 
    yang lurus itu?

4. Bukankah Al Qur'an itu disebut juga kitab Al Furqan, yang artinya
    kitab pembeda antara yang haq dengan yang bathil?

5. Jika kaum Muslim belum tahu jalannya, lalu bagaimana nasib 
    orang Muslim yang sudah mati? Pasti kesasar/tersesat jalan?

6. Tidakkah itu berarti Islam agama yang belum sempurna, karena 
    masih belum memberikan petunjuk atau jawaban?
    
Apakah kaum Muslim sedang menunggu saya yang memberikan petunjuk jalan yang lurus? Baiklah, akan saya tunjukkan;

Bukalah QS. 43:61    Dan sesungguhnya ISA itu BENAR-BENAR memberikan 
                                            pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu 
                                           JANGANLAH KAMU RAGU-RAGU tentang kiamat itu 
                                          dan IKUTLAH AKU. INILAH JALAN YANG LURUS.

Jadi, kalau soal hari kiamat bertanyalah pada ISA. Ikutilah langkah Muhammad yang bersama dengan ISA, maka itulah jalan yang lurus;

QS. 4:159     “Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab kecuali akan  BERIMAN
                             kepadanya [ISA] sebelum kematiannya.”

QS. 3:50        “Karena itu bertakwalah kepada ALLAH dan TAATLAH kepada
                                KU.” - ISA.

HSB 1501:            “Saya yang LEBIH DEKAT dengan ISA anak Maryam di dunia 
                             dan di akhirat. Semua nabi-nabi itu BERSAUDARA karena 
                             seketurunan, ibunya berlainan sedangkan AGAMANYA SATU.” 

Pergilah kepada ISA, sebab ISA itu al MASIH, Seorang Juruselamat dunia.


Dan soal speaker TOA, BJ. Habibie dan wapres Jusuf Kalla berkata begini:

https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Fatihah

Sementara dalam Salat Lail, bacaan Al-Fatihah diperbolehkan membaca keras dan diperbolehkan lirih, hal ini seperti yang tertera dalam hadits:
"Rasulullah bersabda, "Wahai Abu Bakar, saya telah lewat di depan rumahmu ketika engkau salat Lail dengan bacaan lirih." Abu Bakar menjawab, "Wahai Rasulullah, Dzat yang aku bisiki sudah mendengar." Dia bersabda kepada Umar, "Aku telah lewat di depan rumahmu ketika kamu salat Lail dengan bacaan yang keras." Jawabnya, "Wahai Rasulullah, aku membangunkan orang yang terlelap dan mengusir setan." Nabi Muhammad bersabda, "Wahai Abu Bakar, keraskan sedikit suaramu." Kepada Umar dia bersabda, "Lirihkan sedikit suaramu."[12]

Maksudnya, kalau kira-kira ALLAH agak-agak tuli silahkan dikeraskan suaranya. Tapi kalau sekiranya ALLAH cukup tajam pendengarannya, mengapa harus keras-keras? 



Kontroversi

Beberapa mazhab memiliki pandangan yang berbeda mengenai basmalah dalam surat Al Faatihah. Hal ini berkaitan pula dengan sah atau batalnya salat fardu jika keliru membaca surat Al-Faatihah.
  1. Mazhab Syafi'i berpendapat bahwa salat tidak sah bila tidak membaca bismillah karena bismillah adalah kalimat suci yang diucapkan oleh Allah sendiri dalam surat Al-Faatihah. Pandangan ini banyak dianut oleh Nahdlatul Ulama dan kaum muslim di Indonesia.
  2. Mazhab Maliki berpendapat bahwa basmalah tidak pernah diucapkan oleh Allah dalam surat Al-Faatihah sehingga kaum muslim yang menyebut basmalah dalam salat fardu pasti dibenci oleh Allah. Hal ini dianggap bersifat makruh; tidak kena azab tetapi juga tidak dapat pahala. Pandangan ini banyak dianut oleh imam besar di masjid Nabawi (Medinah) dan masjidil Haram (Mekah).
  3. Mazhab Hanafi menyetujui mazhab Maliki bahwa '"Bismillah"' tidak pernah diucapkan Allah setitikpun dalam surat Al Faatihah, namun mereka mengambil posisi tengah (tepatnya ambigu) dengan cara mengucapkan Bismillah secara pelan saja[13]. Pandangan ini banyak dianut di India, Pakistan dan Asia Tengah.



Ini Alasan Kenapa Al-Qur’an Dimulai Dengan Surat Al-Fatihah


http://www.kumpulanmisteri.com/2015/05/ini-alasan-kenapa-al-quran-dimulai.html

Kenapa surat al-Qur’an dimulai dengan surat al-Fatihah? Pasti banyak orang yang akan mempertanyakan hal tersebut, padahal Al-Fatihah bukanlah surat yang pertama diturunkan oleh Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW. Tentu saja hal ini membuat bingung orang-orang, kenapa Al-Qur’an tidak disusun berdasarkan urutan ia diturunkan? Nah, karena kebingungan itu lah kita kali ini berkumpul untuk membicarakannya, untuk mengetahui alasan mengapa Al-Fatihah yang dipilih menjadi pembuka untuk al-Qur’an, dan bukan surat Al-Alaq yang pertama turun ayatnya.

Jika kita bertanya mengenai “kenapa surat al-Qur’an dimulai dengan surat al-Fatihah?” mungkin kita harus melihat kepada cara pengurutan suratnya, ada dua yaitu:

• Ijtihadi
Penyusunan Al-Qur’an secara ijtihadi yaitu berarti penyusunan Al-Qur’an yang didasari usaha berpikir para sahabat, dimana hal itu termasuk Utsman dan yang lain-lain. Bukti dari ini adalah karena pada jaman dahulu beberapa mushaf memiliki urutan yang jauh berbeda dengan Al-Qur’an yang kita kenal saat ini. Sebagai contohnya adalah susunan Al-Qur’an milik sahabat nabi, Ali, dimana susunannya diurut berdasarkan penurunan ayat dari surat tersebut, atau disebut asbabun Nuzul. Dengan susunan tersebut, maka jelas yang menjadi surat pertama adalah surat al-Alaq mengingat itu juga surat yang memulai perjuangan Nabi besar Muhammad SAW untuk menyebarkan Islam di tanah Arab dan untuk ke seluruh dunia nantinya.

• Tauqifi
Penyusunan al-Qur’an secara Tauqifi adalah yang kedua, dimana penyusunan ini menurut petunjuk langsung dari Rasulullah SAW, dan tidak ada sangkut pautnya dengan pemikiran dari pada sahabat. Nah, dari sinilah kemungkinan alasan mengapa surat al-Fatihah menjadi surat pertama yaitu karena sesuai dengan petunjuk langsung dari Nabi Muhammad SAW. Ini juga sesuai dengan arti dari nama surat Al-Fatihah sendiri, yaitu pembuka.

Keuntungan Sering Membaca Surat Al-Fatihah
Ternyata, ada keuntungan yang bisa diperoleh dari membaca surat al-Fatihah, seperti apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW pada Abu Sa’id ketika beliau sedang melakukan shalat di masjid. Nabi Muhammad SAW kemudian meminta persetujuan kepada Abu Sa’id untuk mengajarkan surat yang teragung dari semua surat-surat lain yang ada di dalam al-Qur’an, dan Abu Sa’id setuju. Keuntungan-keuntungan yang diperoleh adalah sebagai berikut:
  1. Dosa-dosa orang tersebut di dunia akan diampuni seluruhnya oleh Allah SWT
  2. Kebaikan yang telah dilakukan akan langsung diterima di sisi-Nya.
  3. Memiliki kesempatan untuk bertemu dengan pemilik alam semesta, yaitu Allah SWT.
  4. Bisa terhindar dari murka Allah SWT yang amat sangat dahsyat
  5. Jika sering membaca Al-Fatihah, maka niscaya lidah mereka akan terbebas dari panasnya api neraka nanti.
  6. Ketika ada di dalam kubur, mereka akan terbebas dari azab Allah
  7. Derajat para pembaca surat Al-Fatihah di surga nanti jadi lebih tinggi dibandingkan yang tidak membaca.
  8. Rumah dari mereka yang sering membaca Al-Fatihah biasanya aman dari hal-hal buruk kecuali kematian
  9. Membacanya sebelum tidur bisa melindungi kecuali dari kematian
  10. Membaca surat Al-Fatihah dianggap juga sama dengan bersedekah emas
  11. Dengan membaca satu ayat surat Al-Fatihah, satu pintu neraka tertutup untuk orang tersebut
  12. Membaca Al-Fatihah dan dikombinasikan ayat kursi serta dua ayat dari surat Ali Imran setelah selesai melakukan shalat akan dihadiahi surga oleh Allah
  13. Kita dianggap sudah membaca Injil, Taurat, dan Zabur.
Dengan begini, diharapkan sudah jelas mengenai pertanyaan “kenapa surat al-Qur’an dimulai dengan surat al-Fatihah?”

Tidak ada komentar: