Jumat, 28 Agustus 2015

TENTANG KOPERASI

Jokowi berkata tentang koperasi:

Kita kadang lupa bahwa pendiri bangsa kita yaitu Bung Hatta telah meninggalkan model ekonomi yg pro rakyat bernama Koperasi.
Daripada meributkan tentang ekonomi rakyat dan ekonomi liberal sebenarnya kita sudah punya blue print ekonomi yang jelas-jelas berpihak kepada rakyat.

Sebuah koperasi di daerah Pangalengan Bandung berhasil membuktikan bahwa kekuatan ekonomi koperasi mampu menyejahterakan lebih banyak orang.
Bahkan sampai puluhan ribu anggota masyarakat.


Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPDS) ini mampu bersaing, bahkan mampu membuat industri-industri besar tergantung pada mereka.

Tidak dapat dielakkan lagi bahwa ini adalah bukti kekuatan rakyat bisa menandingi kepemilikan modal yang besar yang dimiliki para petinggi industri bahkan tingkat multi nasional.

Meeka adalah inspirasi bagi ekonomi yang kuat dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat!



Konsep kerja koperasi itu berbeda dengan konsep kerja ekonomi liberal. Bagi orang yang tidak mempunyai insting dagang memang lebih pas membentuk koperasi. Sebab untuk kemajuannya dipikirkan oleh banyak orang. Tapi jangan lupa sering kali gagasan yang benar dikalahkan oleh gagasan yang keliru karena didasarkan pada suara terbanyak[musyawarah]. Kenapa bisa begitu? Sebab orang-orang yang masuk koperasi itu adalah orang-orang yang awam dan tidak berbakat, bukan profesional. Tindakan mereka lebih berhati-hati dan tidak mau memasuki wilayah spekulasi atau gambling. Sementara para profesional yang bekerja berdasarkan insting dagangnya sering kali bekerja tanpa menggunakan pikiran, melainkan lebih menggunakan naluri. Jadi, kalau koperasi menggunakan pikiran atau perhitungan, sedangkan profesional menggunakan naluri.

Koperasi mencari-cari gagasan, profesional muncul sendiri gagasan.

Kenyataan membuktikan orang-orang yang berbakat lebih cepat sukses dan lebih banyak yang sukses. Dan APBN disokong oleh mereka itu, bukan oleh koperasi.

Saya yakin biar seribu tahun lagi, koperasi masih tetap ketinggalan kereta.


Tidak ada komentar: