Selasa, 22 September 2015

AL QUR'AN ITU ANAKNYA ALKITAB

Inilah urutan keagamaan:

1. Agama Yahudi - nabi Musa: Mulai tahun 1.500 Sebelum Masehi.

2. Agama Kristen - nabi ISA: Mulai tahun 0 Tarikh Masehi.

3. Agama Islam - nabi Muhammad: Mulai tahun 611 Tarikh Masehi.


Kata Al Qur'an tentang kitab Musa;

QS. 11:17      “Dan sebelum AL QUR’AN itu telah ada Kitab Musa yang  menjadi
                 PEDOMAN dan RAHMAT.”

Kristen setuju bahwa kitab Musa merupakan pedoman dan rahmat bagi Injil. Artinya, seluruh isi Injil harus berdasarkan pada hukum Taurat. Jika ada ajaran Injil yang tidak klop dengan ajaran Taurat, maka itu harus dibuang dari Injil.

Al Qur'an seharusnya juga dikontrol oleh kitab Taurat, bukan Al Qur'an yang mengontrol Taurat. Bukan isi Al Qur'an dipaksakan ke Taurat, tapi isi Taurat yang wajib masuk ke dalam Al Qur'an, atau Al Qur'an jangan mengaku-aku sebagai bagian dari Alkitab.

QS. 30:47     “Dan sesungguhnya KAMI telah mengutus  sebelum  kamu beberapa
                       orang rasul kepada kaumnya, mereka  datang kepadanya dengan 
                       membawa keterangan-keterangan [YANG CUKUP].”

Ayat ini menunjukkan bahwa Alkitab itu ada pada orang-orang Yahudi dan Kristen, tidak bersama dengan Al Qur'an. Bahwa antara Alkitab dengan Al Qur'an itu terpisah. Karena itu jangan sekali-sekali kaum Muslim berkata: "Alkitabmu tidak asli!" selama anda tidak bisa menunjukkan Alkitab tandingannya. Sebab sering kali anda berkata: "Alkitabmu tidak asli" tapi anda tak pernah bisa menunjukkan aslinya itu yang seperti apa? Tapi ayat itu melalui kalimat: "...... kaumnya.......... kepadanya........" menyatakan bahwa Alkitab yang dimaksud adalah Alkitab yang ada sekarang ini. 

Ayat tersebut menyatakan bahwa isi Alkitab sudah cukup untuk dipakai sebagai standart pengontrol Al Qur'an. Bahkan nabi Muhammad jika meragukan Al Qur'an disuruh bertanya kepada Alkitab;

QS. 10:94     “Maka jika kamu [MUHAMMAD] berada dalam keragu-raguan
                tentang apa yang KAMI turunkan kepadamu, maka  TANYAKANLAH  
                KEPADA ORANG-ORANG YANG MEMBACA KITAB SEBELUM 
                KAMU. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari TUHANmu, 
                sebab itu  janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.”

QS. 43:4      “Dan sesungguhnya Al Qur’an itu DALAM INDUK ALKITAB [lauh
                     mahfuzh] di sisi KAMI, adalah BENAR-BENAR TINGGI [NILAINYA]
                     dan AMAT BANYAK MENGANDUNG   HIKMAT.”

Jelas sekali bahwa Al Qur'an tak berhak mengontrol Alkitab, tapi sebaliknya Alkitab yang berhak mengontrol isi Al Qur'an;

1. Jika Al Qur'an bisa mempertahankan nama-nama Nuh, Ayub, Yakub, Ishak, Musa, Harun
    sebagaimana di Alkitab, mengapa untuk Henokh menjadi Idris, Abraham - Ibrahim, Yehezkiel
    - Zulkarnain, Elia - Ilyas, YESUS - ISA, dan lain-lainnya?

    Dari sini saja Islam sudah melakukan kesalahan yang sangat besar, mengingat jika nama
    Muhammad diubah-ubah saja kaum Muslim marahnya bukan kepalang. Dan bukan hanya
    nama satu orang saja yang dirubah, melainkan ada banyak sekali.

2. Atas dasar apa anda menyatakan bahwa nabi Musa itu mempunyai seorang guru bernama:
    Qidir?

3. Atas dasar apa Al Qur'an mendirikan agama Islam? Apakah ada rekomendasinya dari Alkitab?

4. Siapakah yang telah mengangkat Muhammad menjadi nabi?

5. Siapakah yang menyuruh memindahkan kota suci dari Yerusalem ke Mekkah?

6. Siapakah yang memilih bangsa Arab?

7. Siapakah yang mengajarkan cara-cara sholat seperti itu?

8. Siapakah yang mengatur sholat 5 waktu?

Kalau di jalan raya, kewajiban polisi lalulintas untuk menghentikan kendaraan yang dicurigai ada suatu kesalahan; "Selamat siang, pak, bisa melihat surat-suratnya?!" Kini, saya juga menghentikan kendaraan Islam: "Selamat siang, pak, bisa melihat surat-surat lengkapnya?"


Tidak ada komentar: