Minggu, 13 September 2015

ANAK ITU HAMBA

Ayan Zuhro Hedew muncul lagi ni orang dongo, kamu mengutip surah az zukhruf 61, coba kamu baca dua ayat sebelumnya yaitu ayat 59, "Isa tidak lain hanya seorang hamba yg Kami beri nikmat (kenabian). Dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti bagi bani Israil". Dari sini saja ada yg bisa kamu pahami gak?
Kalo kamu org yg ngerti Islam sih aku mau menjelaskan panjang lebar, lha kamu ini gak ngerti apa2, ngasih tau kamu ibarat ngajari kerbau berhitung, buang2 waktu.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

JAWABAN SAYA:

Pak, anak itu sama dengan hamba, tapi hamba tidak sama dengan anak. Anak akan tinggal terus di rumah bapaknya dan mendapatkan warisan, sedangkan hamba akan pulang kampung dan tidak mendapatkan warisan. Anak memiliki kemerdekaan sedangkan hamba diikat oleh seperangkat peraturan, harus 5 kali sehari sholatnya, harus menghadap ke Mekkah, harus ibadah haji, harus disuntik vaksin yang mengandung enzim babi, harus puasa 30 hari dan berlomba kecelakaan ketika Lebaran, harus menyembelih kambing sekalipun bukan Ismael yang disembelih, dan lain-lainnya.

Nah, setelah itu semua dilakukan, jawabannya: Insyaallah masuk surga. Sama seperti pembantu rumahtangga setelah menyelesaikan segala kewajibannya, berdoa: mudah-mudahan majikan saya senang. Nggak jelas apakah majikan senang atau malah marah. Sebab kalau majikan sedang kalut pikirannya, bisa-bisa tetap saja kena marah sekalipun benar. Seperti kata Al Qur'an: beriman atau tidak beriman sama saja.


QS. 17:107     “Katakanlah: Berimanlah kamu kepadaNYA atau kamu tidak usah
                         beriman [sama saja bagi ALLAH].”
Dalam bahasa Jawa, anak laki-laki itu suka dipanggil: "Kacung" sama seperti pembantu laki-laki, sedangkan anak perempuan dipanggil: "Genduk" sama seperti pembantu perempuan.

Tidak ada komentar: