Sabtu, 12 September 2015

ANTARA SASTRA YAHUDI DENGAN SASTRA ALLAH

Muslim berkata bahwa Alkitab adalah hasil karya tulisan manusia, sedangkan Al Qur'an dari ALLAH. Tapi mari kita lihat bagaimana tulisan manusia Yahudi itu mengangkasa, jauh mengungguli tulisan ALLAH. Betapa hebatnya bangsa Yahudi dalam berbahasa, dalam menyusun sebuah cerita, sehingga cerita itu utuh dan lengkap.

Contoh saja: kisah nabi besar Musa. Kalau anda membaca kitab Keluaran dan Ulangan, maka anda bisa menjawab atau menceritakan kapan Musa dilahirkan, bagaimana kisah bayinya, bagaimana kisah dewasanya, umur berapa dia ke Median, umur berapa menerima panggilan TUHAN dan umur berapa dia meninggalnya, plus seperti apa kisah perjalanannya di padang gurun. Tapi anda jika ingin mendapatkan kisah selengkapnya tentang nabi Musa dari Al Qur'an, bukan dari para ulama yang suka menyontek Alkitab, maka biarpun anda pening kepala bahkan sampai vertigo-pun, anda takkan bisa menggambarkan seperti apa sosok nabi besar tersebut. Bahkan ALLAH itu seringkali keliru;

Contoh: Yusuf ketemu dengan ibu bapaknya, kata ALLAH, sedangkan kata penerjemahnya ketemu bibi, bukan ibunya. Sebab sesuai Alkitab ibu kandung Yusuf sudah meninggal ketika melahirkan adiknya: Benyamin. Yang dimaksud bibi adalah istri tua ayahnya, sedangkan Yusuf anak dari istri mudanya.

Contoh lain: Maria, ibu YESUS disebut sebagai saudara perempuan Harun, kata ALLAH. Sementara para penerjemahnya memberikan pembelaan bahwa yang dimaksud adalah sifat-sifatnya yang mirip dengan saudara perempuan Harun.

Nah, inilah nabi Musa menurut ALLAH - Al Qur'an;

QS. 28:3    Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir'aun 
                        dengan benar untuk orang-orang yang beriman.

"Kami" - ALLAH, membacakan kisah Musa? Kitab apa yang dibaca ALLAH? ALLAH membaca?

QS. 28:4   Sesungguhnya Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi 
                      dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas 
                      segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan 
                      membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka 1112). Sesungguhnya 
                      Fir'aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. 1112). Golongan 
                      yang ditindas itu ialah Bani Israil, yang anak-anak laki-laki mereka 
                      dibunuh dan anak-anak perempuan mereka dibiarkan hidup.

QS. 28:5   Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas 
                      di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan 
                      menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi) 1113), 1113). 

Samakah bumi dengan Mesir?

QS. 28:6   dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan 
                      Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman beserta tentaranya apa 
                      yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu 1114). 1114). Fir'aun 
                     selalu khawatir bahwa kerajaannya akan dihancurkan oleh Bani Israil 
                     karena itu dia membunuh anak-anak laki-laki yang lahir dalam kalangan 
                     Bani Israil. Ayat ini menyatakan bahwa akan terjadi apa yang 
                     dikhawatirkannya itu.               

ALLAH menggunakan kata-kata: "ayat ini menyatakan .........."

QS. 28:7   dan kami ilhamkan kepada ibu Musa; "Susuilah dia, dan apabila kamu
                 khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah
                 kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya
                 Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya
                 (salah seorang) dari para rasul.

ALLAH menyuruh menjatuhkan nabi Musa? Apa bukan pembunuhan? Bandingkan dengan kata-kata Alkitab;

Keluaran 2:3    Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, 
                   sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan 
                   gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan 
                   ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil;

Alkitab memakai kata-kata: meletakkan atau menaruh, bukan menjatuhkan.


QS. 28:8     Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir'aun yang akibatnya dia menjadi 
                         musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir'aun dan Haman 
                         beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.

Musa dipungut Firaun akibatnya menjadi musuh? Apa benar permusuhan Musa dengan Firaun akibat dari Firaun memungut Musa sebagai anaknya? Firaun dan Haman dinyatakan bersalah; apa salahnya? Ceritanya bagaimana?

QS. 28:9    Dan berkatalah isteri Fir'aun: "(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku 
                       dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia 
                       bermanfa'at kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak", sedang mereka 
                       tiada menyadari.

"Sedang mereka tiada menyadari?" Apa yang tidak mereka sadari? Ceritanya bagaimana itu?

QS. 28:10   Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa 1115). Sesungguhnya hampir 
                          saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami 
                          teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya 
                          (kepada janji Allah). 1115). Setelah ibu Musa menghanyutkan Musa 
                          di sungai Nil, maka timbullah penyesalan dan kesangsian hatinya 
                          lantaran kekhawatiran atas keselamatan Musa bahkan hampir-hampir 
                          ia berteriak meminta tolong kepada orang untuk mengambil anaknya 
                          itu kembali, yang akan mengakibatkan terbukanya rahasia bahwa Musa 
                          adalah anaknya sendiri.

Menurut saya tata bahasanya itu lugu banget, kayak orang gagap yang tak pandai bicara atau bercerita. Kalah pinter dengan orang-orang Yahudi, bukan?!

Nah, silahkan anda baca yang berikutnya kemudian simpulkan dan perbandingkan bagaimana Alkitab menceritakannya.

Tidak ada komentar: