Minggu, 27 September 2015

ARAB ITU NAMA TEMPAT

Arab itu pada mulanya adalah nama tempat, bukan nama bangsa. Adapun bangsanya adalah keturunan Ismael, anak Abraham dari ibu Hagar. Adapun Hagar adalah bangsa Mesir;

Kejadian 16:1     Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang
                           hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.

 Seperti kita tahu bahwa Al Qur'an tidak mempunyai kejelasan tentang siapa anak yang disembelih, sementara Al Qur'an mengakui Alkitab sebagai induknya, sebagai pedoman syariat Muhammad, maka Alkitab yang memiliki kisah "penyembelihan" selengkapnya berhak berbicara dan patut diperhatikan.

Mari kita berpikir; jika kita mempunyai pembantu rumah tangga yang asal kota Lamongan, jika dia pulang kampung, ke manakah dia perginya? Pasti ke Lamongan, tidak mungkin ke Solo, bukan?! Seperti itulah nalar Alkitab ketika menceritakan perjalanan hidup Hagar, ibunda Ismael.

Sara, istri Abraham mengusir Hagar dan anaknya; Ismael, dan pengusiran itu dibenarkan oleh ALLAH, sebab yang disebut keturunan Abraham adalah yang berasal dari jalur Ishak;

Kejadian 21:10    Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta
                           anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama
                           dengan anakku Ishak."
               21:12    Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena
                            hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu,
                            haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu
                            ialah yang berasal dari Ishak.

Saat ini kita bisa membuktikan bahwa baik Muhammad maupun kaum Muslim masih tetap bersikukuh tidak mau disebut sebagai anak ALLAH, melainkan hanya sebagai hamba ALLAH, sebagaimana Hagar adalah hamba Sara. Karena itu sangat tidak mungkin Ismael, bangsa Arab, Muhammad maupun Islam mempunyai keistimewaan yang melebihi bangsa Israel selaku anak ALLAH. 

Pengakuan mereka sebagai hamba telah memberikan ruang bagi bangsa Yahudi untuk menempati posisi keluarga majikan - keluarga ALLAH. Sebuah status yang bisa kita peroleh secara gratis tanpa melalui jalan kekerasan atau peperangan. Puji TUHAN YESUS!

Nah, ketika Hagar dan Ismael diusir, kemanakah mereka perginya?

Kejadian 21:14    Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air
                           dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya
                           di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka
                           pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.

Mereka tinggal di Bersyeba, pertengahan perjalanan menuju Mesir, kota asal Hagar. Tidak mungkin mereka ke jazirah Arab yang berjarak 1.400 kilometer. Tanah Arab masih asing bagi mereka saat itu. Karena itu tidak mungkin ada kisah Hagar, Abraham dan Ismael ke Mekkah lalu membuat sumur Zam-zam.

Kejadian 21:20     Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di
                            padang gurun dan menjadi seorang pemanah.
               21:21    Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil
                            seorang isteri baginya dari tanah Mesir.

Ismael tinggal di padang gurun Paran, persimpangan dan perbatasan antara Mesir, Palestina dan Jazirah Arab. Jalurnya masih tetap ke arah Mesir, masih sangat jauh untuk ke Mekkah. 

Jadi, bangsa Arab yang kita kenal sekarang ini adalah bangsa Ismael yang tinggal di padang gurun Paran. Itulah negeri aslinya bangsa Arab sekarang ini. Karena itu tidak mungkin Kaabah dan kota Mekkah istimewa dan penting di zaman Abraham.

Kejadian 25:17     Umur Ismael ialah seratus tiga puluh tujuh tahun. Sesudah itu ia meninggal.
                            Ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.
               25:18     Mereka itu mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya
                             di sebelah timur Mesir ke arah Asyur. Mereka menetap berhadapan
                             dengan semua saudara mereka.

Ingat, Alkitab itu indukmu!

Tidak ada komentar: