Selasa, 01 September 2015

BERBICARA SECARA UMUM DAN SECARA KHUSUS

Kalau saya berbicara kepada orang-orang Kristen yang tertekan dan tertindas oleh kehidupan duniawi ini, saya bisa berkata kepada mereka: "Tenang. Kamu itu mempunyai TUHAN PENOLONG. Karena itu kamu tak perlu ikut-ikutan resah dan gelisah seperti saudara-saudaramu yang di luar sana. Sebab walaupun dunia ini bergoyang dan bukit-bukit bergeser, TUHAN-mu itu sanggup untuk menolong melepaskanmu dari semuanya itu. Karena itu datanglah kepadaNYA, mintalah perlindunganNYA."

Tapi ketika saya harus berbicara pada orang kebanyakan, orang umum yang tidak mengenal TUHAN YESUS, maka saya akan berbicara menurut hukum yang berlaku di antara mereka. Mereka tidak mempunyai Alkitab, tapi mereka itu mempunyai UUD 1945, Pancasila, KUHP, hati nurani, budaya bangsa, adat-istiadat, etika, moral dan mental. Mereka mengerti mana yang baik dengan mana yang jahat. Mereka mengerti mana yang jujur dengan mana yang tidak jujur. Mereka mengerti mana yang benar dengan mana yang salah. Karena itu dengan berdasarkan itu pula saya menggembalakan mereka, supaya mereka jangan melakukan yang salah, yang jahat, yang tidak jujur, dan lain-lainnya.

Mereka tidak mungkin bisa diajar untuk memberikan pipi kiri ketika pipi kanan ditampar. Yang bisa mereka lakukan adalah membalas. Ya, sudah, tapi jangan membalasnya ngawur ke orang lain, sebagaimana demo-demo mereka yang biasanya dirambatkan ke orang China, ke orang kaya, dan seterusnya, yang salah sasaran.

Mereka tak mungkin bisa diajar untuk pasrah berserah diri kepada TUHAN. Yang bisa mereka lakukan adalah mencari jalan keluar. Ya, sudah, tapi jangan sampai jalan keluarnya itu menjadi perampok atau maling. Karena itu saya anjurkan berperang saja dari pada menjadi maling.

Tidak ada komentar: