Jumat, 11 September 2015

DANIEL-WAHYU 1

KETERANGAN:
1. Untuk melihat nubuatan/ramalan yang telah terjadi, yang sedang terjadi dan yang akan terja-
    di. Anda akan melihat KEBESARAN dan KEMULIAAN ALLAH.
2. Untuk mengenali dan mencermati pergerakan IBLIS di akhir zaman.
3. Untuk mengenali KEBENARAN YANG SEJATI.
4. Bagi umat MUSLIM, untuk mengetahui bagaimana Nabi Muhammad dinubuatkan di dalam Ki
    tab Wahyu.

AGAR ANDA TIDAK TERKECOH OLEH TIPU DAYA AJARAN YANG BERDIMENSI LOGIKA
DAN AGAR ANDA TIDAK TERPEDAYAI OLEH PENAMPILAN SESEORANG ! JIKA ANDA
DOMBA ALLAH BIARLAH SEGALA KEMULIAAN HANYA BAGI ALLAH !

                                        <<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>

I. NUBUAT:
   1. Apakah Nubuat ?
       Ada 3 pengertian nubuat:
       a. Sebagai nasihat, petuah, saran-saran dan pandangan-pandangan ke depan.
           Ezra 6:14; “Para tua-tua orang Yahudi melanjutkan pembangunan itu dengan lancer dige
           rakkan oleh ‘nubuat’ nabi Hagai dan nabi Zakharia bin Ido.”
       b. Sebagai kata-kata yang memberikan semangat, nasihat dan penghiburan.
           1Korintus 14:3; “Tetapi siapa yang ber’nubuat’, ia berkata-kata kepada manusia, ia mem
           bangun, menasihati dan menghibur.”
       c. Sebagai ramalan tentang masa depan.
           Yesaya 42:9; “Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal
           yang baru hendak KUberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, AKU mengabarkannya ke
           padamu.”
      
       Keterangan: Yang akan kita pelajari adalah nubuat yang mempunyai pengertian ramalan!

2. Untuk apa kita mempelajari nubuat ?
    a. Untuk mengetahui KEBENARAN FIRMAN ALLAH.
        Kisah Para Rasul 17:11; “dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui,
        apakah semuanya itu benar demikian.”
    b. Untuk mengetahui RENCANA ALLAH.
        Wahyu 1:1; “Inilah wahyu YESUS KRISTUS, yang dikaruniakan ALLAH kepadaNYA, supa
        ya ditunjukkanNYA kepada hamba-hambaNYA apa yang harus segera terjadi.”
    c. Untuk MEMPERSIAPKAN DIRI kita di hadapan ALLAH.
        Lukas 21:28; “Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, se-
        bab penyelamatanmu sudah dekat.”
3. Ada berapa macam nubuatan ?
    a. Nubuatan Bersyarat;
        Nubuatan yang bisa terjadi atau tidak terjadi berdasarkan syarat-syarat tertentu.
        Misalkan: - Ketika ALLAH hendak menghukum kota Sodom dan Gomora, ALLAH mengada
                            kan negoisasi dengan Abraham yang mengusulkan jika di kota itu terdapat 10
                            orang yang benar, maka ALLAH akan mengurungkan niatNYA menghukum ko-
                            ta itu. Ternyata di kota itu hanya ada 4 orang yang benar, yaitu keluarga Lot,
                            maka ALLAH melaksanakan rencanaNYA.
                         - Ketika ALLAH merencanakan untuk menghukum kota Niniwe, rencana itu diu-
                            rungkan karena penduduk kota itu bertobat. [Kitab Yunus].
                         - Di zaman nabi Amos ALLAH juga membatalkan rencanaNYA menghukum Isra-
                            el dengan belalang dan api, oleh sebab doa syafaat Amos. [Amos 7].
     b. Nubuatan Tanpa Syarat;
         Nubuatan yang pasti terjadi tanpa didasarkan pada syarat-syarat apapun.
         Misalkan: - Rencana kedatangan KRISTUS yang pertama, yang sudah digenapi.
                          - Rencana kedatangan KRISTUS yang kedua, yang belum tergenapi.
                          - Rencana untuk penghakiman, penghukuman dan pemulihan dunia, yang pasti
                            akan digenapi di hari kiamat.
4. Apakah ada NUBUAT YANG PALSU ?
    - Yeremia 2:8; “Para nabi bernubuat demi Baal.”
    - Yeremia 23:16; “Janganlah dengarkan perkataan para nabi yang bernubuat kepada kamu!
      Mereka hanya memberikan harapan yang sia-sia kepadamu, dan hanya mengungkapkan
      penglihatan rekaan hatinya sendiri, bukan apa yang datang dari mulut TUHAN.”
5. Bagaimana kita MENGENALI nubuat yang asli dan yang palsu ?
    a. Yesaya 8:20; “Carilah pengajaran dan kesaksian! Siapa yang tidak berbicara sesuai deng-
        an perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.”
    b. 2Petrus 1:20; “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Ki
        tab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri.”
    c. Ulangan 18:21; “Apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu
        tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; de-
        ngan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.”
    d. 1Yohanes 4:2, 3; “Demikianlah kita mengenal ROH ALLAH: setiap roh yang mengaku, bah
        wa YESUS KRISTUS telah datang sebagai manusia, berasal dari ALLAH, dan setiap roh
        yang tidak mengaku YESUS, tidak berasal dari ALLAH.”
    e. Matius 7:18, 20; “Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik,
        ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik…..Jadi dari buahnyalah ka
        mu akan mengenali mereka.”
    f. Nubuatan itu mempunyai sifat yang membangun, meneguhkan dan mengikat persatuan jema
       at. [Efesus 2:20, 21; 4:14; 1Korintus 14:3].

6. Bagaimana ALLAH menggenapi nubuatan yang dahulu ?
    a. Babel purba yang tandus.
        Lebih dari 100 keterangan yang rinci terdapat di dalam Alkitab yang meramalkan hukuman
        atas Babel yang kemegahan kerajaannya meningkat pada tahun 600 SM. Salah satu kota me
        gah dan cantik, kota Babel kelihatannya ‘memiliki segala-galanya.’ Kota itu didirikan di an
        tara kedua sisi sungai Efrat dan terbentang di Dataran Mesopotamia yang amat subur itu.
        Kota itu bangga dengan penduduknya yang lebih dari satu juta jiwa. Kota itu dikelilingi o-
        leh sistem kanal irigasi yang amat baik, sehingga menghasilkan bahan pangan yang mele-
        bihi kebutuhan penduduknya. ‘Taman Gantung ‘ yang amat indah dan legendaris merupa
        kan satu dari tujuh keajaiban dunia pada zaman itu. Kereta yang ditarik empat kuda dapat
        lewat di atas tembok yang mengelilingi kota itu. Gerbangnya yang indah menjadi kebangga
        an penduduknya, dan mengagumkan musuhnya.
        Jika ada suatu kota yang tampaknya tidak dapat ditembus dan tidak dapat dimusnahkan, itu
        lah kota Babel. Walaupun demikian, nabi ALLAH yang bernama Yesaya, yang hidup 200 ta
        hun sebelum kehancuran kota itu, telah menubuatkan hukuman kehancurannya dengan na
        sib akhir tidak dapat dipulihkan. “Babel akan sama seperti Sodom dan Gomora pada waktu
        ALLAH menunggangbalikkannya.” Yesaya 13:19.
        - “Tidak ada penduduk untuk seterusnya.” – Yesaya 13:20; 50:13, 39.
        - “Turunlah dan duduklah di atas abu, hai anak dara, putri Babel.” – Yesaya 47:1, 5, 7.
        - “Sehingga kota ini akan menjadi tempat tandus untuk selama-lamanya.” – Yeremia 51:15,
          16.
        - “Beginilah Babel akan tenggelam, dan tidak akan timbul-timbul lagi.” Yeremia 51: 63, 64.
        - “Sama sekali akan menjadi tempat tandus.” – Yeremia 50:13.
   
    b. Mesir Kuno yang Hina dan Hancur.
        Salah satu nama yang romantik dan mempesona dalam seluruh sejarah adalah Mesir. Tidak
        ada kawasan perumahan di bumi ini yang begitu menggairahkan, penuh pesona, dan mena
        rik seperti Mesir. Negeri Piramid, Sphinks, dan sungai Nil; tempat kesenian yang antik, yg
        tiada taranya dalam kemewahan dan kemegahan – Mesir sudah berabad-abad lamanya men
        jadi keajaiban yang tidak habis-habisnya. Tetapi yang menjadi dasar kemegahannya bukan
        lah kekuatan militernya, melainkan kekayaan sumber daya alamnya, ‘karunia Sungai Nil’  
        dan ‘lumbung Gandum dunia ini.’ Mesir menjadi lambang kemakmuran dan kekayaan yang
        tak terpermanai yang didambakan. Kapal-kapal yang sarat muatan gandum dari Mesir ber
        layar ke seluruh negeri di Pantai Laut Mediterania. Bulu Papirus, bahan baku untuk pembu
        atan kertas, tumbuh dengan subur di daerah sepanjang sungai Nil; dan gulungan Papirus se
        bagai hasil penemuan Mesir menjadi bahan ekspor utama ke negara-negara sekitarnya.
        Juga, dalam hal pertahanan yang alamiah, Mesir menjadi suatu negara yang unik dan me-
        ngesankan. Di bagian selatan negeri itu dilindungi oleh air terjun dari sungai Nil; di sebe-
        lah timur dan barat dilindungi oleh padang pasir, sedangkan di sebelah utara oleh lautan.
        Secara militer dan ekonomi, negeri itu tampaknya tidak dapat ditaklukkan. Namun demikian
        negeri ini mengalami kemerosotan dari sebuah bangsa yang angkuh menjadi bangsa yang
        luluh menjadi debu, sehingga Mesir yang ada sekarang ini hanyalah sebuah bayang-bayang
        yang pucat tak berdarah dari kemegahan masa silam itu.
       Dengan ramalan yang tegas, nabi Alkitab meramalkan kemunduran Mesir dari kebesaran ke
       pada kesederhanaan. Dua sifat yang menonjol telah menandai nubuatan ini: [1] Kemerosot
       an, sampai ketidakberadaannya, tetapi [2] bertahan – suatu tekad membaja untuk bertahan
       pada sisa-sisa walau pada titik terendah. Sementara Babel dan Siria akan dimusnahkan dan
       akan menghilang, tetapi Mesir akan bertahan sebagai suatu bangsa sekalipun dalam kehina
       an dan kelemahan yang berkepanjangan. Dari nubuat-nubuatan ini kita dapat mengambil
       makna yang rinci;
       - Dua dari kotanya yang bisa dibanggakan yaitu Thenes, Ibukota Mesir kuno, dan Memphis
          akan mengalami kemusnahan. – Yehezkiel 30:14-16.
       - “Kecongkakan Mesir yang ditimbulkan kekuatannya akan patah…….Kekuatannya akan
          berakhir.” – Yehezkiel 30: 6, 18.
       - “Rumput di tepi Sungai Nil dan seluruh tanah persemaian pada Sungai Nil akan menjadi
          kering ditiup angin dan tidak ada lagi……..Orang-orang yang mengolah lenan akan men
          dapat malu.” – Yesaya 19: 7, 9.
          Dua tempat industri – yang telah dibangun dalam kurun waktu 200 tahun – akan runtuh.
          Buluh Papirus di sana sudah tidak ada lagi. Kecuali dibudidayakan di Taman Botani untuk
          keperluan cendera mata para turis.
       - “Tidak akan ada lagi pemimpin di tanah Mesir.” – Yesaya 30:13.
         Bukan saja hanya Kerajaan Mesir yang menghilang tanpa jejak, tetapi semenjak kekalahan
         nya dari Persia pada tahun 341 SM tidak ada lagi putra pribumi  atau penguasa yang mun
         cul memiliki kekuasaan yang bisa mendekati kekuasaan Firaun dulu kala.
      - “AKU akan mengeringkan anak-anak Sungai Nil dan akan menyerahkan tanah itu dalam ta
         ngan orang-orang asing.” – Yehezkiel 30:12.
         Orang-orang Persia, Yunani, Roma, Yunani Byzantin, Saracu, Turki, Perancis dan Inggris
         adalah deretan ‘orang-orang asing’ yang telah menjajah atau memerintah Mesir selama se
         kitar 2500 tahun. Sekalipun pada dewasa ini [1986] Mesir sudah menjadi negara yang ber
         daulat dan merdeka, namun negara itu bukanlah suatu Monarki yang diperintah rajanya ka
         rena keturunan raja, melainkan sebagai suatu negara Republik.
      - “Menjadi kerajaan yang lemah………Di antara kerajaan-kerajaan ia akan paling lemah….
         sehingga mereka tidak akan memerintah bangsa-bangsa lagi.” – Yehezkiel 29:14, 15.
         Yang dulunya menjadi istana kediaman Raja-raja Firaun, Mesir modern telah menjadi mu
         seum besar yang terbuka [negara museum], penuh debu serta panas dan lembab, serta men
          jadi ruang pamer bagi seluruh dunia; suatu pemandangan bagi orang yang ingin tahu dari
         seluruh bangsa. Bukan lagi menjadi suatu bangsa dunia yang berkuasa atau dengan kekua
         saan yang besar; industri yang terkenal dari negara itu hanyalah tinggal industri pariwisa-
         ta dan pernyataan utama yang diakui dunia internasional hanyalah sebagai kuburan yang
         sudah dimakan karat usia dan monumen yang indah yang menggambarkan kemuliaan ma
         sa lalu.
     c. Pehukuman yang tertunda mengenai Tirus kuno.
         Pada abad ke-6 SM, Tirus, kota dagang Fenesia yang bisa dibanggakan itu adalah sebuah
         kota yang terkaya dan kota pelabuhan yang sangat berkuasa di dunia ini, [baca Yehezkiel
         27:1-25 dan Yesaya 25:3, 8, 11].
         Kota yang terletak pada posisi yang strategis dengan benteng yang sangat kuat beberapa
         mil di sebelah utara Palestina, tepi Pantai Siria, Tirus itu disebut juga ‘London dari Timur’
         dan ‘Puam dari Lautan’, serta pusat perdagangan dari dunia zaman dulu. Hutan Libanon
         yang amat dekat melengkapinya dengan kayu bangunan untuk digunakan pada pembangun
         an kapal-kapal dagang mereka. Kapal-kapal dari segala bangsa berlabuh di pelabuhannya,
         dan ia memberikan pengaruh besarkepada Palestina, Asia Kecil, dan seluruh negeri di Ke
         pulauan Mediterania. Kota pelabuhan ini menguntungkan bagi pulau-pulau dan Pantai Me
         diterania sebagai pusat perdagangannya. ‘Jingga Tirus’ yaitu bahan celup yang digunakan
         untuk mencelup jubah kebesaran raja-raja dan pangeran adalah produk industri rumah
         tangga pada masa itu.
         Mengenai alphabet modern yang kita gunakan sekarang ini, kita berutang pada pedagang
         Tunisia. Menurut orang banyak, alphabet itu adalah ekspor mereka yang terutama. Bangsa
         Tunisia itu adalah jurubicara kebudayaan. Tugas mereka bukan untuk memuat peradaban
        melainkan untuk menyiarkannya.
        Kota Tirus berjaya selama 300 tahun. Pada zaman Yosua, kota itu adalah kota yang kuat.
        Pada zaman raja Salomo kota itu adalah salah satu kota ajaib dari dunia ini. Tetapi oleh ka
        rena kesombongannya, ketamakannya dan kejahatannya, TUHAN ALLAH mengamarkan ke
        hancuran yang pasti dari kota Tirus itu. Yehezkiel 26:1-21 menggambarkan nubuatan seca-
        ra rinci tentang kejatuhan kota Tirus:
        - Ayat 3      : Banyak bangsa akan turut serta dalam menjatuhkan kota Tirus.
        - Ayat 7      : Raja Nebukadnezar dari Babel dengan jelas disinggung.
        - Ayat 9      : Mesin-mesin perang akan mendobrak tembok-temboknya.
        - Ayat 12    : Batu-batu dan kayu-kayunya akan ditenggelamkan ke dalam laut.
        - Ayat 4, 14: Abunya sekalipun akan dihapuskan. Tempatnya akan dibuat tandus seperti pun
                             cak gunung batu.
        - Ayat 5, 14  : Ia akan menjadi suatu tempat para nelayan untuk menaburkan jalanya.
        - Ayat 19-20: Tidak akan ada penghuninya lagi.
        - Ayat 21     : Akan dimusnahkan seluruhnya sehingga tidak bisa diketemukan lagi.
        - Ayat 14     : Tidak akan dibangun lagi.
       
        Serangan terhadap Tirus digenapi oleh serangan dari Nebukadnezar [Babel] dan 250 tahun
        kemudian oleh Aleksander Agung dari Yunani.
        Setelah pengepungan yang melelahkan selama 13 tahun, Nebukadnezar menaklukkan dan
        membinasakan kota itu. Namun ia tidak mendapat apa-apa sebagai jarahan, karena pengua
        sa Tirus telah mengungsikan kekayaan mereka ke suatu pulau yang berjarak ½ mil ke arah
        laut terbuka.
        Setelah mengalami frustrasi dan kekecewaan, Nebukadnezar tidak berusaha lagi untuk mem
        buang reruntuhan kota Tirus itu ke laut atau membersihkan debunya. [Yehezkiel 28:18-20].
        Lalu untuk 250 tahun berikutnya, reruntuhan dari daratan Tirus itu dibiarkan begitu saja –
        suatu tantangan pada ketepatan nubuatan Firman TUHAN. Pada waktu yang bersamaan su
        atu kota baru yang berjaya sedang bertumbuh di pulau itu, yang jaraknya ½ mil dari darat
        an. Kemudian Aleksander Agung dengan tentaranya yang tak terkalahkan itu menyapu ber-
        sih ke arah selatan dalam perjalanan penyerangannya ke Mesir pada tahun 322 SM. Ia me-
        minta supaya kota kepulauan itu menyerah. Kota itu menolak, lalu Aleksander memerintah-
        kan tentaranya untuk mengambil puing-puing dari reruntuhan kota Tirus daratan lalu mem
        buat jalan dengan puing-puing itu, 200 kaki lebarnya mulai dari Tirus daratan sampai ke
        kota pulau itu. Begitu banyaknya kebutuhan bahan puing-puing sehingga debu kota itupun
        semuanya disapu dan dibuang ke laut untuk membuat jalan.
        Aleksander kemudian memimpin bala tentaranya untuk melintasi jalan buatannya itu dan
        menaklukkan kota pulau itu. Separuh kota itu terbakar, hancur dan hampir kosong penghuni
        nya. Sekarang kota pulau itu telah menjadi suatu semenanjung yang terjadi karena pasir yg
        dibawa arus dan menambah lebarnya jalan buatan itu. Tetapi sekarang ini semua jejak dan
        bekas kota daratan yang dikalahkan oleh Nebukadnezar dan yang dibuang ke laut oleh Alek
        sander itu sudah tidak berbekas lagi.
        “Engkau tidak akan dibangun lagi”, demikian Firman TUHAN; dan kata-kata berani, benar
        dan perintah terakhir ini berdiri teguh bagaikan tantangan bagi musuh-musuh Alkitab. Wa-
        laupun persediaan air yang cukup [mata air Ras el Ain menghasilkan 10 juta galon air per
        hari] dan hamparan tanah yang subur sampai ke pegunungan, kota Tirus tidak pernah diba
        ngun lagi!

    d. Penyaliban Bangsa Yahudi yang berabad-abad lamanya.
        Bangsa Yahudi pernah menjadi suatu bangsa yang istimewa namun ada tragedinya. Suatu
        bangsa istimewa karena ia bisa bertahan dari goncangan selama ribuan tahun, sementara
        bangsa yang memeranginya telah punah. Suatu tragedi karena jejaknya dalam sejarah telah
        dinodai oleh darahnya sendiri.
        Piramid Mesir yang walaupun sudah dijarah oleh bangsa lain, masih berdiri tegak, serta Su
        ngai Nil yang membisikkan berhala yang dilupakan orang – namun bangsa Yahudi masih te
        tap bertahan. Taman Gantung di Babel sekarang sudah menjadi puing – tetapi bangsa Yahu
        di masih bertahan. Istana-istana Kaisar Romawi sekarang sudah banyak menjadi reruntuh
        an – tetapi bangsa Yahudi amat ditakuti dan dibenci, ditolak dan dianiaya.
        Dalam tulisan Musa, ALLAH dengan jelas mengungkapkan pergolakan politik dan sejarah
        keagamaan bangsa Yahudi itu untuk periode lebih dari 3000 tahun ke depan, mulai tahun
        1400 SM hingga sekarang ini. Tetapi nubuatan ini mengandung suatu ‘elemen yang tidak di
        sangka-sangka dan yang masih agak tertutup.’ Nasib orang Yahudi tidak sama dengan ke
        tandusan Babel. Ia tidak sama dengan penghinaan dan kebinasaan Tirus. Dan tidak sama ju
        ga dengan perpecahan kerajaan Romawi menjadi beberapa negara yang lebih kecil [Daniel
        2:40-43]. Masa depan bangsa Yahudi adalah bagaikan keluhan kematian selagi masih hi-
        dup – suatu penyaliban dalam kurun waktu yang panjang.
        Imamat 26 dan Ulangan 28 memuat ramalan mengenai akibat menjauhi ALLAH. Dengan pe
        nyakit, kekeringan, kelaparan, bala sampar, dan alam yang ganas akan menimpa bangsa Ya
        hudi yang tidak menurut. Dengan serangan, kelaparan, kekalahan, penawanan, manusia mu
        suh dari orang Yahudi itu akan bergabung dalam penghinaan dan memalukan bangsa Yahu
        di itu. Pada waktu kepungan terjadi, umat yang terpilih itu akan menjadi bangsa kanibal
        dan memakan daging anak mereka sendiri. Pada masa tawanan, putra-putri mereka akan
         mereka jual menjadi budak. Mereka akan tercerai-berai di antara bangsa-bangsa. Mereka
         akan menjadi orang yang aneh, menjadi buah bibir orang, menjadi cercaan orang, dan
         menjadi  pembicaraan orang. Mereka tidak akan bisa tenang, tidak ada istirahat, tidak ada
         perlindungan. Mereka akan menjadi musafir di antara bangsa-bangsa [Hosea 9:17]. YE
         SUS, pada zamanNYA meramalkan suatu dimensi baru dalam hal kehinaan dan keluhan ba
         gi bangsa Yahudi [Lukas 21:22-24].
         Namun dengan sangat mengherankan mereka masih sanggup bertahan hidup dan masih bi
         sa mempertahankan ‘kekhususan’ mereka, dan identitas mereka sepanjang masa, yaitu se
         bagai bangsa yang lain dari yang lain.
         Sama seperti arus teluk di Atlantik Utara yang tetap menjadi ‘sungai biru di lautan’ dan
         mempertahankan sifat-sifatnya dan sukunya sendiri dan yang tidak mau membaur dengan
         air laut, demikianlah juga bangsa Yahudi itu akan tetap menjaga dan mempertahankan soli
         daritasnya. Mereka akan melestarikan sifat-sifat nasional yang sudah mereka miliki selama
         berabad-abad yang lalu. Mereka akan selalu dikenal sebagai orang Yahudi!
         Sejarah tidak bisa memperlihatkan identitas selain dari contoh sifat bertahan mereka seba
         gai satu bangsa. Tetapi keajaiban yang terpenting ialah: semuanya sudah diramalkan de-
         ngan ketepatan yang tidak salah lagi pada ribuan tahun sebelumnya.

7. Ada Apa Dengan Kitab Daniel dan Wahyu ?
    a. Ada pengetahuan tentang akhir zaman.
        “Pahamilah, anak manusia, bahwa penglihatan itu mengenai akhir masa.” Daniel 8:17.
        “Inilah wahyu YESUS KRISTUS, yang dikaruniakan ALLAH kepadaNYA, supaya ditunjuk-
         kanNYA kepada hamba-hambaNYA apa yang harus segera terjadi.” – Wahyu 1:1.
        “Hal-hal yang baru hendak KUberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul AKU mengabarkan
        nya kepadamu.” – Yesaya 42:9.
    b. Merupakan Kitab yang dimeteraikan.
        “Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu
        sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan ber-
        tambah…..Pergilah Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sam
        pai akhir zaman.” – Daniel 12: 4, 9.
       “Maka aku melihat di tangan kanan DIA yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan ki-
        tab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan 7 meterai.” –
        Wahyu 5:1.
        Apa yang diwahyukan kepada nabi Daniel [600 Sebelum Masehi], terlihat oleh Yohanes, mu
        rid terkasih YESUS, di tahun 90 Tarikh Masehi. Menandakan suatu nubuatan yang berkelan
        jutan !

8. Mengapa ALLAH berbicara secara rahasia ?
    a. “Kemuliaan ALLAH ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyeli-
        diki sesuatu.” – Amsal 25:2.
        > “Dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu
            benar demikian.” – Kisah Para Rasul 17:11.
    b. “Ucapkanlah suatu perumpamaan kepada kaum pemberontak.” – Yehezkiel 24:3.
         Adalah semacam kode rahasia di ketentaraan ketika di medan peperangan.Di mana kode-
         kode itu hanya diketahui oleh kalangan sendiri.
        “Semuanya itu disampaikan YESUS kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa
        perumpamaan suatupun tidak disampaikanNYA kepada mereka.” – Matius 13:34.
        “Itulah sebabnya AKU berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka, KARENA sekali
        pun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.” – Ma
        tius 13:13.
        “Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya mele
        kat tertutup.” – Matius 13:15.
    c. “Ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara.” – Pengkhotbah 3:7.

9. Kepada siapa rahasia itu akan diungkapkan ?
    a. “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui RAHASIA Kerajaan Sorga, tetapi kepada me-
         reka tidak.” – Matius 13:11.
    b. “Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat
        dan setiap orang yang mengetuk, BAGINYA pintu akan dibukakan.” – Matius 7:8.
    c. “Supaya ditunjukkanNYA kepada hamba-hambaNYA apa yang harus segera terjadi.” –
        Wahyu 1:1.
    d. “Banyak orang akan MENYELIDIKINYA, dan pengetahuan akan bertambah.” Daniel 12:4.
    e. “Tidak seorangpun dari ORANG FASIK itu akan memahaminya, TETAPI orang-orang bi-
        jaksana akan memahaminya.” – Daniel 12:10.
    f. “Yang penting di sini ialah HIKMAT.” – Wahyu 13:18.
       Tidak bisa dengan akal pikiran/logika.

10. Siapakah yang akan menyingkapkan rahasia itu ?
      a. “Tetapi pikiran mereka telah menjadi TUMPUL, sebab sampai pada hari ini selubung itu
          masih tetap menyelubungi mereka, JIKA mereka membaca Perjanjian Lama itu tanpa di
          singkapkan, karena hanya KRISTUS saja yang dapat menyingkapkannya.” – 2Korintus
          3:14.
      b. “Lalu IA membuka pikiran mereka, SEHINGGA mereka mengerti Kitab Suci.” – Lukas 24:
          45.
      c. “Tetapi di Sorga ada ALLAH yang menyingkapkan rahasia-rahasia.” – Daniel 2:28.
      d. “AKUlah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukan allah asing
          yang ada di antaramu.” – Yesaya 43:12.
      e. “Sesungguhnya, SINGA dari suku YEHUDA, yaitu TUNAS DAUD, telah menang, sehingga
          IA dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya.” – Wahyu 5:5.

11. Bolehkah menafsirkan nubuatan menurut kehendak sendiri ?
      a. “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak
          boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri.” – 2Petrus 1:20.
      b. “Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia
          selain roh manusia yang ada di dalam dia ? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu,
          apa yang terdapat di dalam diri ALLAH selain ROH ALLAH.” – 1Korintus 2:11.
      c. “Tetapi apabila IA datang, yaitu ROH KEBENARAN, IA akan memimpin kamu ke dalam
          seluruh kebenaran.” – Yohanes 16:13.
      d. “Carilah pengajaran dan kesaksian! Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan
          itu, maka baginya tidak terbit fajar.” – Yesaya 8:20.
          Tidak terbit fajar artinya adalah api neraka bagi penyesat!
      Alkitab bisa menjelaskan dirinya sendiri! Jangan sekali-sekali kita mendahuluinya.

12. Siapakah yang menyuruh kita memperhatikan kitab Daniel ?
      “Jadi apabila kamu melihat PEMBINASA KEJI BERDIRI DI TEMPAT KUDUS, menurut
      Firman yang disampaikan oleh nabi Daniel – para pembaca hendaklah memperhatikannya.”
      - Matius 24:15.
      YESUS-lah yang menyuruh kita memperhatikan kitab Daniel. Itu diucapkanNYA ketika murid
      -muridNYA menanyakan tentang tanda-tanda akhir zaman.

13. Apa yang harus menjadi perhatian kita ?
      a. “PEMBINASA KEJI YANG BERDIRI DI TEMPAT KUDUS.” – Matius 24:15.
      b. “Haruslah dinyatakan dahulu MANUSIA DURHAKA, yang harus binasa, yaitu LAWAN
          YANG MENINGGIKAN DIRINYA DI ATAS SEGALA YANG DISEBUT atau disembah se
          bagai ALLAH. Bahkan ia duduk di Bait Suci ALLAH dan mau menyatakan diri sebagai
          ALLAH.” – 2Tesalonika 2:3-4.
      c. “BESI yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu.” – Daniel 2:40.
      d. “BINATANG yang menakutkan dan mendahsyatkan.” – Daniel 7:7.
      e. “KAMBING JANTAN yang membesarkan diri.” – Daniel 8:8.
      f. “TANDUK KECIL yang mempunyai mata dan mulut yang menyombong.” – Daniel 7:8.
     g. “BINATANG YANG LUKA PARAH” – Wahyu 13:3.
     h. “666.” – Wahyu 13:18.
     Siapakah yang dimaksud dengan: Pembinasa Keji, Manusia Durhaka, Besi, Binatang, Kam-
     bing Jantan, Tanduk Kecil, Binatang yang luka parah, dan tanda ‘666’ ini ? Tidak lain ada
     lah mengenai sesosok manusia yang telah berperanan di dalam menyesatkan seluruh dunia.
     Melalui nubuatan Daniel-Wahyu inilah ALLAH bekerja untuk penyelamatan umat-umatNYA
     agar mengenalinya.

14. Mengapa kita HARUS memperhatikannya ?
a.“Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang YANG MAHATINGGI.” – Daniel 7:25a
    Bahwa ‘kuasa’ ini gerakannya adalah melawan hukum ALLAH.
b. “Menganiaya orang-orang kudus MILIK YANG MAHATINGGI.” – Daniel 7:25b.
    Bersifat memusuhi orang-orang kebenaran.
c. “Ia berusaha MENGUBAH WAKTU dan HUKUM.” – Daniel 7:25c.
    Yaitu Waktu milik ALLAH dan Hukum milik ALLAH.
d. “Ia menyebabkan SELURUH BUMI dan semua penghuninya menyembah binatang perta-
    ma, yang luka parahnya telah sembuh.” – Wahyu 13:12.
    Kita jangan terkesima oleh ajaran yang dianut oleh KEBANYAKAN ORANG. Sebab arus
    kebanyakan orang bukanlah suatu standart kebenaran. Kebenaran tidak dinyatakan oleh
    kwantitas, melainkan oleh kwalitas!
e. “Ia menyebabkan, sehingga kepada SEMUA ORANG, kecil atau besar, kaya atau miskin,
    merdeka atau hamba, DIBERI TANDA pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan ti-
    dak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai
    tanda itu.” – Wahyu 13:16.
    Tanda adalah sesuatu yang bisa kita lihat secara nyata. Tanda di tangan artinya adalah
    perbuatan atau segala sesuatu yang kita kerjakan, sedangkan tanda di dahi adalah konsep
    berpikir atau paham yang kita ikuti.
f. “Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yg
    besar.” – Wahyu 13:2.
    Naga tidak lain adalah kiasan dari Iblis. Bahwa Iblis-lah yang berada dibalik kuasa orang
    itu.
g. “Dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu
    keluar tiga ROH NAJIS yang menyerupai katak. Itulah roh-roh Setan yang mengadakan
    perbuatan-perbuatan ajaib.” – Wahyu 16:13-14.
    Naga = Iblis, Binatang = Orang yang diberi kuasa Iblis, Nabi palsu = Kaki tangan orang
    Itu. Dan kita perlu perhatikan bahwa mereka itu menggunakan tanda-tanda ajaib sebagai
    sarana untuk meyakinkan kita.
h. “Sebab mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengada
    kan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka
    akan menyesatkan orang-orang pilihan juga.” – Matius 24:24.
    Bahwa yang menjadi target mereka adalah orang-orang Kristen! Ya, jangan kaget jika
    mendapati kenyataan bahwa tidak setiap orang Kristen itu Kristen.

15. Apa HUBUNGAN antara kitab Daniel dengan kitab Wahyu ?
      Kitab Daniel merentangkan tentang sejarah panjang umat manusia secara garis besarnya, se
      dangkan kitab Wahyu mempertajam dan menguraikan detail berita-berita yang akan terjadi
      pada akhir zaman, khususnya menjelang kedatangan KRISTUS yang kedua. Sehingga kedua
      kitab ini merupakan pasangan yang saling melengkapi.
      “Dan aku akan memberi tugas kepada DUA SAKSIKU, supaya MEREKA bernubuat sambil
       berkabung, seribu duaratus enampuluh hari lamanya.” – Wahyu 11:3.
       Kedua kitab inilah yang memegang kunci misteri penyesatan dunia. “KEDUA NABI itu telah
       merupakan SIKSAAN bagi semua orang yang diam di atas bumi.” – Wahyu 11:10.

Ø  Membuat marah orang yang mendengar kritisannya.

Tidak ada komentar: