Sabtu, 12 September 2015

DUA SAKSI ALLAH. [Wahyu 11]


“Dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci 42 bulan lamanya. Dan AKU akan memberi tugas kepada dua saksiKU, supaya mereka bernubuat sambil berkabung 1260 hari lamanya….Dan apa
bila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurangmaut akan memerangi mereka, dan mengalahkan mereka serta membunuh mereka. Dan mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir dimana TUHAN kita disalibkan……….Dan mereka yang diam di atas bumi bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua NABI itu telah merupa kan siksaan bagi semua orang yang diam  di atas bumi. Tiga setengah hari kemudian, masuklah ROH KEHIDUPAN dari ALLAH ke dalam mereka, sehingga mereka bangkit dan semua orang melihat mereka menjadi sangat takut.” – Wahyu 11:2-11.
Jangka waktu 42 bulan adalah sama dengan 1260 hari/tahun nubuatan, yaitu menunjuk ke masa penganiayaan, antara tahun 538 – 1798 TM.
Adapun mengenai kedua saksi ALLAH, yang diterangkan juga sebagai NABI, Wahyu 11:4, mene rangkan: “Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan TU
HAN semesta alam.” Dan Mazmur 119:105; “FirmanMU itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Ini menyatakan bahwa yang dimaksud dengan kedua pohon zaitun atau kaki dian itu ti
dak lain adalah Firman TUHAN, atau Alkitab. Tentang Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjan
jian Baru. Di mana di dalam Kitab Perjanjian Lama terdapat nubuatan Daniel, sedangkan di da lam  Kitab Perjanjian Baru terdapat nubuatan Wahyu.
Pada masa penganiayaan 1260 tahun itu, Alkitab telah dipasung oleh Kepausan Roma Katolik.
Orang dilarang membaca atau mempelajari Alkitab. Karena itu nubuatan mengatakan bahwa ke dua saksi ALLAH itu bernubuat sambil berkabung.
Kota besar yang di jalan-jalannya saksi-saksi itu dibunuh, dan di mana tubuh mereka tergeletak, adalah Mesir secara rohani. Dari semua bangsa yang dinyatakan dalam Alkitab, Mesirlah yang paling berani menyangkal adanya ALLAH, dan menentang Firman-firmanNYA. Kata Firaun ke pada Musa: “Siapakah TUHAN itu yang harus aku dengarkan firmanNYA untuk membiarkan o rang Israel pergi ? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Isra el pergi.” – Keluaran 5:2.
Itulah Atheisme. Selanjutnya kota itu juga disebut sebagai Sodom, sebagai lambang dari kebejat an moral. Roma 1:28; “Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui ALLAH, maka
ALLAH menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran TERKUTUK, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas.” Itulah arah perbuatan orang yang tidak percaya TUHAN.
Tidak bisa salah lagi bahwa nubuatan itu berbicara mengenai Perancis, sebagai kota besar yang memantulkan sifat-sifat Mesir dan Sodom. Sejarah mencatat bahwa negara Perancislah yang pa ling berani dalam menyangkal ALLAH; melalui Mahkamah Legislatifnya, menyatakan bahwa ti dak ada ALLAH. Dan seluruh penduduk kota itu dengan penuh sukacita menyambut keputusan
DPR-nya. Mereka menari dan menyanyi penuh sukacita selama Revolusi Perancis tahun 1793 TM.
Selanjutnya, sejarah juga mencatat sebuah peristiwa yang paling kejam dan mengerikan, yaitu pembantaian masal di St. Bartolomeus. Ribuan orang-orang Protestan yang sedang nyenyak ti dur di rumah masing-masing, kerena mempercayai jaminan raja terhadap keselamatan mereka, telah diseret keluar tanpa peringatan dan dibunuh secara keji. Pembantaian itu berlangsung sela
ma 2 bulan di seluruh Perancis, dengan korban 70.000 jiwa mati syahid.
Pada waktu berita pembantaian itu sampai ke Roma, kegembiraan para rohaniawan meluap-lu ap tanpa batas. Uskup Lorraine memberikan penghargaan kepada pembawa berita itu dengan se ribu kron. Tembakan penghargaan meriam St. Angelo bergemuruh tanda kegembiraan. Lonceng-lonceng berdentang dari menara-menara. Api-api unggun dinyalakan sehingga malam terangben derang seperti siang.
Salah seorang imam Ordo Baru berkata: “ALLAH, jika ENGKAU memang ada, tuntutlah pemba lasan atas namaMU yang sudah rusak itu. Saya menantangMU ! ENGKAU tetap diam.ENGKAU tidak berani mendatangkan gunturMU. Siapakah sesudah ini yang percaya kepada keberadaan MU ?”
Selanjutnya bangsa itu menyembah kepada berhala Dewi Pertimbangan; atas persetujuan Kon vensi Nasional Perancis. “Setelah presiden memeluk dewi itu, ia dinaikkan ke kereta kencana, dan dituntun melalui kerumunan massa ke Katedral Notre Dame, untuk menggantikan tempat ALLAH. Di sana ia dinaikkan ke atas mezbah yang tinggi, dan menerima penghormatan dari se mua yang hadir.” – Allison, Jilid 1, pasal 10.
Selanjutnya upacara itu dilanjutkan dengan pembakaran Alkitab. Dekrit penumpasan agama Kristen dan pemusnahan Alkitab dikeluarkan tahun 1793, melalui persetujuan Majelis Permusya
waratan Perancis. Namun 3,5 tahun kemudian, sesuai dengan yang dinubuatkan di atas, ada sua tu resolusi yang membatalkan dekrit itu. Dengan demikian diberikan toleransi kepada Alkitab pa da hari itu juga.
Yesaya 37:23; “Siapakah yang engkau cela dan engkau hujat ? Terhadap siapakah engkau me nyaringkan suaramu dan memandang dengan sombong ? Terhadap Yang Mahakudus, ALLAH Is rael.” Dan Yeremia 16:21; “Sebab itu ketahuilah, AKU mau memberitahukan kepada mereka, sekali ini AKU akan memberitahukan kepada mereka kekuasaanKU dan keperkasaanKU, supaya mereka tahu, bahwa namaKU TUHAN.”

“Dan orang-orang itu mendengar suatu suara yang nyaring dari sorga berkata kepada merka: Naiklah ke mari! Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka.” – Wahyu 11:12.
Alkitab yang semula diinjak-injak dan berusaha dimusnahkan, kini menyatakan dirinya. Tahun 1804 TM Lembaga Alkitab Inggris dan Luar Negeri diorganisasikan. Tahun 1816 didirikan Lem baga Alkitab Amerika. Tahun 1984 Alkitab telah diterjemahkan ke dalam 1808 bahasa. Sedang kan jumlah Alkitab yang dicetak setiap tahunnya sudah mencapai 50 juta pertahun, atau sebuah Alkitab setiap detiknya. > Fantastik !
 - Raja Roma kafir bernama Diokletian mengerahkan semua kekayaan dan kuasanya untuk me
    nentang Alkitab. Bahkan ia mendirikan sebuah tugu Kemenangan yang bertuliskan: EXTINCO
    NOMINE CHRISTIANORUM, yang artinya: Nama Kristen sudah dilenyapkan, tahun 303 TM.
 - Tahun 1750, Voltaire, seorang sastrawan Perancis berkata dengan sombongnya: “Aku sudah
     jemu mendengarkan orang-orang mengatakan berulang-ulang bahwa 12 nelayan telah mendi
    rikan agama Kristen. Aku akan memperlihatkan kepada dunia ini bahwa seorang saja orang
    Perancis sudah cukup untuk menaklukkan agama Kristen itu."
 - Tahun 1795, Thomas Paine; seorang pemikir bebas yang terkenal berkebangsaan Inggris me
    ngolok-olok dan mengejek Alkitab dengan kasar dan sikap bermusuhan.
 - Tahun 1925, di New York terbentuk “American Association for the Advancement of Atheism”
     atau: Persatuan Pengembangan Ateisme di Amerika Serikat.
 - Tahun 1935, Nazi Jerman memusuhi dunia Kristen.
 - Tahun 1950, Vladimir Lenin, imam agung Komunisme, mempopulerkan slogan: “Agama ada
    lah candu masyarakat. Ganyanglah kasih kepada sesama. Apa yang kita inginkan ialah keben
    cian. Kita harus belajar bagaimana membenci karena inilah yang memungkinkan kita menak

    lukkan alam semesta ini.”

Tidak ada komentar: