Senin, 21 September 2015

EIT, ITU MASIH BELUM CUKUP

Sinok Isti hahhahahaha... sudahlah, cukup bagimu agamamu bagiku agamaku. jangan sembarangan mengubah yang sudah tersurat dan tersirat didalam kitab suci kami.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Hua..ha..ha....... enak aja, jangan kayak cecak setelah melepaskan ekornya, melarikan diri jauh-jauh. Setelah Muhammad menghina, memfitnah dan merugikan Kristen, kaum Muslim jangan lepas tangan begitu saja. Masih banyak kisah-kisah yang sedang saya gugat, misalnya tentang Qidir yang disebut gurunya nabi Musa. Mana ada itu di kitab-kitab Taurat? Sebab setahu saya nabi Musa itu tak punya guru, selain dari ALLAH sendiri.

Karena ajaran Islam itu menimbulkan kebingungan umat, maka saya menuntut kejelasannya yang nyata, bukan: "Hanya ALLAH yang mahamengetahui." Kita bicara masalah kwalitas suatu ajaran, karena itu jangan dibilang "hanya ALLAH yang mahamengetahui" untuk ajaran-ajaran yang konyol.
Anda sebagai Muslim harus cerdas dan kritis dan berani mempertanyakan hal-hal yang dirasa mengganggu logika.

Khidir

https://id.wikipedia.org/wiki/Khidir

Al-Khiḍr (Arab:الخضر, Khaḍr, Khaḍer, Khaḍir) adalah seorang nabi misterius yang dituturkan oleh Allah dalam Al-Qur'an dalam Surah Al-Kahfi ayat 65-82. Selain kisah tentang Nabi Khidir yang mengajarkan tentang ilmu dan kebijaksanaan kepada Nabi Musa asal usul dan kisah lainnya tentang Nabi Khidir tidak banyak disebutkan.
Dalam bukunya yang berjudul “Mystical Dimensions of Islam”, oleh penulis Annemarie Schimmel, Khidr dianggap sebagai salah satu nabi dari empat nabi dalam kisah Islam dikenal sebagai ‘Sosok yang tetap Hidup’ atau ‘Abadi’. Tiga lainnya adalah Idris, Ilyas, dan Isa .[1] Khidr abadi karena ia dianggap telah meminum air kehidupan. Ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa Khidr adalah masih sama dengan seseorang yang bernama Elia.[2] Ia juga diidentifikasikan sebagai St. George.[3] Di antara pendapat awal para cendikiawan Barat, Rodwell menyatakan bahwa “Karakter Khidr dibentuk dari Yitro.”[4]
Dalam kisah literatur Islam, satu orang bisa bermacam-macam sebutan nama dan julukan yang telah disandang oleh Khidr. Beberapa orang mengatakan Khidr adalah gelarnya; yang lainnya menganggapnya sebagai nama julukan.[5] Khidr telah disamakan dengan St. George, dikenal sebagai “Elia versi Muslim” dan juga dihubungkan dengan Pengembara abadi.[6] Para cendikiawan telah menganggapnya dan mengkarakterkan sosoknya sebagai orang suci, nabi, pembimbing nabi yang misterius dan lain lain.

Tidak ada komentar: