Rabu, 02 September 2015

INI SEMUA UNTUKMU, NAK!

Apa yang bapak punya, anak punya;

Yohanes 16:15     Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya;

Itu bunyi Alkitab. Bagaimana bunyi UUD 1945 pasal 33:3?

 
Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.


Kas negara yang konon sebesar Rp. 277 trilyun itu adalah hakmu supaya kamu hidup makmur berkecukupan sandang dan pangan. Itulah dharmabhakti negara untuk rakyatnya. Para pejabat itu pelayan/hamba/budak/kacungnya rakyat. Rp. 277 trilyun itu uang rakyat sebagai timbal balik dari perjuangan rakyat ketika melawan penjajah dengan cucuran darah dan airmata.

Ingat, bukan presiden, bukan polisi dan tentara yang berjuang menyingkirkan penjajah, tetapi rakyat. Waktu itu masih belum ada negara Indonesia sehingga masih belum ada presiden Soekarno apalagi TNI. Yang ada adalah rakyat!

Kemiskinan itu hanya ada di zaman penjajahan, nak! Kini kita hidup di zaman Indonesia merdeka dengan penghasilan yang bisa diraup antara Rp. 1.500 hingga 2.000 trilyun setiap tahunnya. Itu sudah cukup untuk mendandani hidupmu, nak, supaya kamu tidak sesengsara seperti di zaman penjajahan Belanda.

Di antara kamu tidak boleh ada yang makan ayam sedangkan yang lainnya makan garam. Tidak boleh ada kesenjangan antara pejabat dengan rakyatnya. Jika ada pejabat yang kayaraya itu adalah dari hasil merampok - korupsi hak-hakmu. Konon sebanyak 35% APBN dikorupsi. Itulah ketidakadilan. Itulah yang menyebabkan kamu miskin, bodoh dan tak maju-maju. Karena itu jika kamu mau berkecukupan, pinter dan maju rebutlah hakmu! Kamu tidak salah jika menggugat hakmu kepada presiden Jokowi. Sebab dia telah salah urus negeri ini.

Tidak ada komentar: