Minggu, 13 September 2015

JANGAN BILANG SUSAH DIARTIKAN

Starone Acecories Om simon.....alquran itu susah di artikan...harus belajar tuk bisa menterjemahkan...jadi jangan di compaire dengan kitab injil ...apalagi dengan kitab injil perjanjian baru......buatan manusia yg bisa di perbaharui.....tdk seperti alqur'an....yg pasti selamanya abadi..tdk ada yg bisa mengubah 1kalimat pun...apalagi 1 ayat....begitu seterusnya

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Hua..ha..ha....... jangan dibilang Al Qur'an itu susah diartikan. Buat apa sekolahan bahasa Arab kalau masih susah mengartikan? Yang susah mengerti itu saya, sebab saya tak paham bahasa Arab. Bagi penterjemah, masak masih kesulitan? Ijasahnya palsu, mungkin?! Dan saya juga bisa bilang kesulitan untuk menerima kenyataan: 1 + 1 = 10. Sebab nggak masuk akal, bukan?! Ketika sekolah saya nggak pernah diajari begitu. Nih, contohnya:

QS. 5:117      “Maka setelah ENGKAU WAFATKAN [angkat]  aku, ENGKAUlah
                 yang mengawasi mereka.
 

Siapa yang nggak pusing memikirkan wafat diartikan diangkat. Sebab menurut kamus resmi bahasa Indonesia "wafat" itu meninggal dunia, sedangkan "diangkat" itu dinaikkan. Koq nggak nyambung?!
Itu yang pertama. Yang kedua, di situ dikatakan bahwa setelah ISA wafat, ALLAH-lah yang akan mengurusi umat. Tapi koq muncul Muhammad? Atas dasar apa kemunculan nabi Muhammad? Bukankah berdasarkan ayat itu kita harus menolak kenabian Muhammad?!

Muhammad boleh ada tapi bukan sebagai pendiri ajaran baru, melainkan sebagai penginjil seperti saya. Sebab untuk menjadi penginjil tidak diperlukan ayat khusus. Tapi sebagai pembawa ajaran baru yang mengaku kelanjutan ajaran lama, harusnya Muhammad memiliki surat tugas, supaya tidak dianggap petugas gadungan.

Karena itu anda jangan marah jika saya menganggapnya nabi palsu, sebab kenyataannya Al Qur'an sendiri menolak keberadaan Muhammad.

Firman ALLAH berkata: "wafat", diterangkan oleh penterjemah sebagai "diangkat." Apakah masih perlu anda yang menerangkannya lagi, sehingga Firman ALLAH itu berketerangan kwadrat?! Diterangkan, diterangkan lagi. Jadi, betapa gelapnya Firman ALLAH itu jika harus ada banyak penerangan?! Bukankah itu seperti air diember yang diobok-obok? Sudah Firman dari ALLAH koq masih perlu diterangkan manusia lagi?! Lalu, yang pinter yang mana yang bego yang mana?

Jika anda bisa memecahkan soal 1 + 1 = 10 atau wafat = diangkat, maka andalah yang pinter, sedangkan ALLAH yang bodoh. Maksudnya, jika oleh keterangan Al Qur'an saya menolak, tapi oleh keterangan anda saya menerimanya, maka anda lebih pinter dari ALLAH. Maukah anda saya anggap lebih pinter dari ALLAH? Dan saya akan jungkirkan anda jika anda lebih pinter dari ALLAH, bahwa andalah yang bodoh. Sebab jika anda pinter mengapa mau mengikut pada ALLAH yang bodoh?! Nggak logis, 'kan?!

Begitu pula halnya dengan masalah keberadaan Muhammad. Bagaimana anda bisa menyisipkan Muhammad ke dalam ayat tersebut? Itu namanya penyelundupan!

Tidak ada komentar: